Say Bye Bibi Apik

Tahun ini tahun ke-5 Bibi Apik membersamai kami. Duh ya, rasanya banyak suka-duka bersama terlewati , kesel, seneng, semuanya. Tapi ya karena faktor usia, kelihatan banget Bibi berkurang lincahnya, udah mulai gak bisa diajak kerjasama saat butuh. Untuk anak-anak yang masih balita ya jadi susah juga ngawasinnya. Apalagi Alzam yang makin sering eksplorasi main di luar.
Berhubung udah berasa jadi saudara sendiri ya, semua kami jalani. Beberapa kali Bibi sakit dan akhirnya aku cuti untuk rawat Bibi di rumah. Beberapa kali juga aku mengantarkannya dia ke RS dan klinik. Bibi juga sudah terlihat mudah lelah namun tetap ingin bekerja. Akhirnya momen aku dan anak-anak ke UK selama 3 bulan jadi momen perpisahan bagi kami.
Sebelum berangkat ke UK,  bibi bilang akan bekerja di tempat lain dan akan kembali lagi kerja sama aku. Tapi, saat aku hubungi sekembalinya aku ke Indonesia, Bibi bilang sudah ambil kerjaan di jakarta. Saat itu aku harus cepat cari penggantinya, karena aku mulai ngantor. Alhamdulillah sekarang dapat Teteh Baik yang sekaligus jadi teman main anak-anak (terutama Azagirl).

Tapi kemudian Bibi menghubungiku lagi (tentu yang mengoperasikan HP saudaranya, karena Bibi gak bisa pakai HP). Bibi gak jadi kerja di Jakarta (dalam hati, akupun sangsi Karena faktor usia kayaknya capek banget Bibi kalau kerja di tempat orang lain) . Duh, dilemma. 
Berhubung Teteh Baik sudah komit kerja denganku, dan pada awalnya Bibi yang bilang sudah kerja di Jakarta. Jadi ya, maaf.  Saat ini, posisi suami masih di UK, aku kerja dan wiken juga ada kegiatan butuh tenaga bantuan yang masih gesit juga bisa jadi teman main anak-anak. 
Alhamdulillah, semoga langgeng dengan Teteh Baik. Dengan Bibi Apik masih bisa banget komunikasi, lagian baju-bajunya masih di rumah dan HPku masih dia bawa. Cuma kadang mellow kalau mengingat 5 tahun gimana awalnya rumah tipe standar, belum punya mobil, anak masih satu, yaaaa Bibi bener-bener menyaksikan dan membersamai perjuangan kami.
Sehat-sehat ya Bi, semoga dapat kerjaan yang baik. Kalau mengingat usia Bibi yang udah mau kepala 6 ya, sedih sih Bibi masih kerja. Sudah kelihatan capeknya Bibi…yah, makasih banyak semuanya ya Bibi.

Advertisements

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s