Persiapan EuroTrip

Ramadhan tahun 2017 ini kami sekeluarga akhirnya jadi juga #eurotrip selama 10 hari ke Belgia-Belanda-Jerman-Prancis. Kenapa pas Ramadhan? Karena pas banget rentetan exam dan tugas suami selesai ya pas Ramadhan. Setelah Ramadhan aku dan anak-anak juga harus balik ke Indonesia karena jatah cuti besar telah habis! Jadi emang gak ada pilihan, hanya saat Ramadhan kami bisa menjalaninya. Kayaknya sayang untuk dilewatkan karena domisili kami di UK sekarang memudahkan kami baik dari segi biaya, waktu dan kesempatan untuk keliling Eropa. Cuma ya yang bikin maju-mundurnya adalah karena Ramadhan. Sayang banget kayaknya melewatkan Ramadhan begitu saja alih-alih malah sibuk traveling kan? Nah inilah yang bikin kami merenung dulu…cukup panjang pergolakan batinnya. Berkali-kali nanya ke hati sendiri, niatnya apa? Untuk apa? Manfaatnya apa? Akhirnya setelah ditimbang-timbang, jadi juga kami apply visa lewat Belgium untuk Schengen.

Awalnya gak PD juga bisa gak ya eurotrip secara kami emang ga tipikal traveler, ga sering jalan-jalan juga sebelumnya. Namun dengan menganut asas hemat dan efisien juga bantuan hasil searching browser akhirnya kesampaian juga! Barangkali buat kalian yang kepengen keliling Eropa tapi gak tahu musti darimana dulu persiapannya, mungkin bisa nyimak postinganku kali ini.

Persiapan #eurotrip:

  1. Tentukan kamu mau apply visa Schengen dari negara mana. Visa Schengen memang bisa memasuki ke semua Negara Eropa (ada beberapa pengecualian, googling aja ya) namun kamu harus pastikan pertama masuk Eropa lewat negara mana dan negara mana yang bakal kamu singgahi paling lama. Pertimbangan itulah yang jadi dasar kemana kamu submit visa Schengen. Kami memilih masuk lewat Belgia. Kenapa? Sebenarnya lebih karena prosesnya cepat, kenyataannya hanya butuh waktu 2-3 hari untuk mendapatkan visanya. Untuk proses sumit visa Belgia dari UK mungkin akan bikin postingan tersendiri. Kalau submit dari Indonesia aku kurang paham sih.
  2. Kalau kamu sudah pastikan kemana submit visa Schengen-nya, langkah selanjutnya adalah searching web-nya. Biasanya untuk apply visa menggunakan jasa pihak ke-3 seperti: VFS, TLS, dsb. Syarat-syarat visa Schengen tiap negara Eropa gak persis sama, ada beda-beda sedikit lah. Syarat paling penting: kamu punya saldo yang cukup utk memastikan biaya hidup selama traveling, itinerary (akomodasi dan transport) lengkap beserta bukti (tiket atau tanda booking) dan asuransi yang meng-cover kamu selama traveling. Semua info ada di web utk submit visa. Kalau traveling beserta keluarga pastikan saldo kamu cukup meng-cover utk seluruh anggota keluarga. Biasanya yang diminta saldo mengendap selama 3 bulan ke belakang, namun bisa jadi berbeda jika berubah ketentuan dan kebijakan. Syarat-syarat lain biasanya untuk administrative macam: foto, akta lahir, dsb. Baca dengan seksama ketentuan pada tiap-tiap Negara bisa jadi berbeda.
  3. Itinerary! Sesungguhnya yang paling ribet adalah nyiapin itinerary. Tapi, manfaat banget lho buat kita yang mau traveling karena emang berdampak langsung buat kenyamanan kita selama traveling. Tips untuk memilih akomodasi, kami sih suka lihat #tripadvisor. Beneran, ngebantu banget! Apalagi kalau kita baca testimony dari traveler lain, cukup menggambarkan gimana keadaan aslinya. Jadi, saat memilih akomodasi jangan pilih karena cuma murah tapi juga rating dan lokasinya. Jangan sampai dapat harga murah tapi jauh dari destinasi kalian, karena ujung-ujungnya sama aja jadi mahal karena lebih boros di transportasi. Bagi kami yang traveling selama ramadhan, kami sengaja mencari akomodasi yang dekat dengan masjid dan dekat dengan stasiun kereta. Tentu bagi masing-masing traveler punya pertimbangan sendiri. Rating akomodasi dari tripadvisor sejauh ini akurat pake banget! Jadi, cari akomodasi murah dan nyaman bisa kesampaian. Oiya, kami memilih penginapan yang free cancelation dan gak perlu bayar DP. Jadi jika sewaktu-waktu berubah rencana bisa kami batalkan booking-nya tanpa kena biaya. Untuk dunia per-booking-an kami lebih nyaman pakai booking.com. Kadang-kadang nemu juga di airbnb.com untuk akomodasi yang free cancelation, tapi ya agak susah sih. Berhubung 5 dari 10 hari traveling kami menghabiskan waktu di rumah saudara dan susah nyari yang cocok di airbnb, urusan cuci baju dan masak cukup deh di rumah Saudara. Kalau gak ada tebengan nginep orang Indonesia emang mending airbnb aja sih, tinggal pilih yang ada dapur dan mesin cucinya. Ya, secara orang Indonesia harus makan nasi ya dan kegiatan cuci baju selama traveling itu bikin bawaan makin ringkes kan. Bagian lain dari itinerary adalah: Transportasi! Nah, untuk urusan transportasi umum di Eropa emang canggih tapi karena canggih jangan sampai jadi gak ngerti apa-apa. Semua harus beli tiket di awal, even naik bis. Gampangnya: google aja hehe. Ketik aja missal: from Brussels to Amsterdam, nanti bakal muncul moda transportnya. Kalau pakai gmap tinggal pilih opsi mau naik bis, kereta, tram, atau uber. Berikut rute-rute, peta , harga serta estimasi waktu nanti akan keluar. Modalnya cuma: paket data/wifi dan kecerdasan! Hahahaha, serius kecerdasan baca in Engslih! Harus serba baca dengan teliti dan benar serta harus sanggup baca PETA! Kecuali kalau mau sewa mobil atau pakai uber selalu sih bisa-bisa aja, tapi…..selain mahal, sesungguhnya kalau kamu mau ngerasain nafas dan ritme suatu daerah harus naik transportasi umumnya.

    WhatsApp Image 2017-06-22 at 19.11.54

    Saat berada di dalam train keliling Rotterdam. Kami sibuk melihat rute dan stasin pemberhentian yang tertera di dalam gerbong.

  4. Balik lagi modal yang paling penting selama eurotrip selain uang adalah bahasa hahahaha. Ada beberapa keadaan yang gak memungkinkan mengandalkan google, misal powerbank dan HP lagi mati. Jurus pamungkas adalah nanya-nanya ke orang. Tentu saja, buat yang gak biasa speaking in English jadi kagok.
  5. Jangan lupa pertimbangkan tentang jetlag. Bagi kebanyakan orang jadi mengganggu jalan-jalan. Berhubung waktu UK dan daratan Eropa Cuca selisih 1 jam, sehingga bukan masalah bagi kami. Namun, bagi kebanyakan orang Indonesia saat pertama datang ke Eropa ya jetlag ini jadi masalah banget apalagi buat anak-anak. Jadi, utk mengantisipasi jetlag upayakan bikin jadwal itinerary yang memberi waktu luang untuk istirahat. Oiya, pertimbangkan juga cuaca. Mau jalan-jalan pas winter? Spring? Summer? Fall? Semua ada kelebihan masing-masing. Paling enak cuaca bagi orang Indonesia datang ya pas summer. Tapi kalau mau lihat salju ya pas winter, mau lihat bunga ya cocoknya pas spring, mau lihat daun-daun gugur yang dramatic ya pas fall.
  6. Terakhir, keliling Eropa itu lebih banyak factor kesempatan daripada kemampuan. Duit ada, tapi gak ada waktu luang ya gak bakal kelaksana. Tapi, kalau ada kesempatan walau duit pas-pasan ya bisa saja jalannya. Kayak tiba-tiba dapat tiket murah, dapat rejeki kuliah atau bisnis trip. Kalau ngomongin kesempatan kayak lagi obrolin rejeki. Jadi, jangan lupa banyak berdoa semoga dilancarkan
    WhatsApp Image 2017-06-22 at 19.13.16

    saat keliling naik boat di Giethoorn, Netherland

    Ini baru persiapan langkah awalnya ya, untuk selanjutnya gimana-gimana destinasi yang kami kunjungi insyaAllah di postingan selanjurnya. Happy Day!

Advertisements

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s