Penerbangan ke Eropa Bersama Balita Versi Lengkap

Akhirnya mau nulis gimana sih serunya bepergian puluhan jam bareng anak-anak balita sendirian tanpa suami. Saat perjalanan dari Soekarno-Hatta, Cengkareng ke Heathrow, London aku bersama Alzamboy (4 tahun) dan Azagirl (3 tahun). Kami pakai maskapai Etihad bukan karena apa-apa cuma karena harga terbaik saat itu alias harga termurah hehe. Namun ternyata emang asyik juga untuk penerbangan jarak jauh ke Eropa, karena transitnya kurang lebih perbandingan 50:50 . Jadi setelah setengah durasi perjalanan (7 jam) transit 2 jam lalu nyambung lagi penerbangan setengah akhirnya (8 jam). Asyiknya lagi, makanan yang ditawarkan maskapai Timur Tengah memang gampang untuk diterima lidah. Aku juga gak bawa banyak perbekalan makanan siap santap untuk anak-anak balita selama perjalanana soalnya, ada roti, aneka pudding, juga buah-buahan yang ditawarkan. Kenyang lah pokoknya, bahkan gak sanggup menghabiskan semuanya. Oiya, bagi anak balita juga dikasih goodiebag buat kegiatan anak-anak di dalam pesawat. Percaya deh, anak-anak seneng banget berasa dikasih hadiah! Selain itu isi goodiebag-nya emang keren: pensil warna dan buku aktivitas, card, juga art activity. Pokoknya lumayan lah ngisi waktu di pesawat.

Kira-kira perjalanan selama itu bosan gak ya anak-anak? Orang dewasa aja sebel yak kudu duduk mulu. Nah, kebetulan kan ada aturan NO TV di rumah jadi pas anak-anak duduk di pesawat terpesona lah sama TV di depan kursi, tinggal milih mau nonton film mana juga kan. Tapi, haha ya mereka juga kagak ngerti nonton apa. Mana bahasa Inggris kan ya hehe.

Kami berangkat dari Cengkareng tengah malam pukul 00.15 jadi, sebenarnya anak-anak udah waktunya jam tidur cuma dipaksakan melek jalan dari check-in, boarding, naik pesawat hehe. Mereka antusias sih, jadi gak masalah. Nah, enaknya penerbangan malam, mereka langsung ngantuk di dalam pesawat lalu tidur deh. Eh, ada bantal leher juga yang disediakan maskapai jadi gak perlu bawa bantal leher sendiri lho! Alzamboy sebenarnya gak langsung tidur, dia sempet minta mie instan yang ditawarin pramugari. Hebat deh emang dia, tengah malam makan se-cup mie,habis itu mereka tidur sekitar 4-5 jam. Lalu bangun minta ke toilet. Sebenarnya agak ribet ini pas ke toilet karena bawa dua balita yak, satu anak aku titipin ke pramugari, satu anak aku ajak ke toilet.

Saat transit di Abu Dhabi, mereka dalam kondisi udah bangun. Nah, pas transit gini agak ribet yak karena cari gate keberangkatan yang lumayan jauh. Kami dong, ternyata jalan kaki hampir satu jam dari gate turun ke gate keberangkatan. Asyiknya, ada stroller yang bisa dipinjam, ini fasilitas dari maskapai juga. Jadi, Azagirl cukup didorong sementara emaknya bawa 1 koper kabin, 1 tas punggung dan sesekali menggandeng Alzam. Jangan bayangkan ribetnya hahahaha.

Eh, saat di bagian imigrasi bandara kami sangat dimudahkan dengan adanya fastline. Fastline adalah jalur cepat bagi orang-orang dengan keterbatasan gerak karena lanjut usia ataupun balita-balita. Jadi, tenang saja emak-emak macam aku yang ribet bawa dua balita plus koper kabin dan ransel akan eye-cathcy sekali! Hahaha…nanti petugas imigrasi akan memotong jalur antrian kami ke kelas Bisnis untuk didahulukan! Yuhuuuu…ini namanya juga fastline khusus buat yang rempong. Kalau kamu merasa gak ada yang menawari kamu fastline, bikinlah bahwa kamu tengah kepayahan hahahh nanti dilirik deh. Tapi sungguh, kalau bawa balita tanpa dibikin-bikin pun kamu udah kelihatan rempong kok. Bukti kalau bawa balita-balita adalah pemandangan eye-cathcy adalah saat kamu disapa beberapa orang yang mereka ngakunya berada di dalam pesawat yang sama saat penerbangan. Padahal, kamu aja gak ngerasa pernah ketemu mereka hahahah…

Note: saat transit walau boarding masih lama jangan jauh-jauh dari gate! Daripada ketinggalan pesawat mending duduk aja di ruang tunggu, siap-siap stok sabar seluas samudera ya saat nunggu boarding bersama anak balita. Wajar lah, kalau mereka banyak aksi asal gak ganggu orang lain sih. Haduhh, iya itu pokoknya harus diawasi dan bolak-balik dinasihati.

WhatsApp Image 2017-05-23 at 18.51.52

Lagi nunggu boarding di Abu Dhabi

Nah, saat transit di Abu Dhabi ini, aku beli minum mineral karena anak-anak kehausan. Cemilan masih ada stock, jadi mereka sambil makan, sambil minum, sambil main ya gitulah.

Lalu, penerbangan dari Abu Dhabi-London inilah yang bikin agak deg-degan. Karena penumpangnya lebih heterogen pastinya, kami juga ganti pesawat yang lebih besar. Mulai banyak orang Eropa terlihat juga wajah-wajah orang Arab (secara dari Abu Dhabi). Karena begitu banyak macam manuisa ternyata aku baru sadar, beberapa orang sangat berhati-hati dengan anak balita. I mean sensitive banget gitu deh. Kebetulan yang duduk di bangku depan Alzam orang Eropa gitu dan dia berkali-kali bentak Alzam. Penyebabnya sepele, saat Alzam menjatuhkan pensil warna, Alzam mengambil pensil warna dan tak sengaja membuat gerakan keras menggoncang kursinya. Dia langsung teriak “Stop It” . wow serem ya Buk! Terus,  karena perjalanan Abu Dhabi-London siang hari, beberapa orang memilih menutup jendela karena silau. Tapi, Alzam, namanya juga anak-anak dia suka memandang awan yaaa…nah ini orang yang di depan merasa terganggu dengan cahaya dari jendela Alzam. Bolak-balik dia melirik ke arah kami. Puncaknya, pas Alzam tertidur, orang tersebut menjulurkan tangan ke belakang lalu menutup jendela di samping Alzam. Pas Alzam bangun tidur, yaaa…Alzam buka jendela lagi dong hahahaha…

Di bangku belakang kami ada seorang Ibu dari United Emirat Arab bersama bayinya yang belum genap setahun. Kebetulan bayi  Haya ini rewel sering sekali, dan tentu saja rewelnya bayi Haya ini bikin orang yang sensitive dengan Alzam itu bolak-balik melirik ke belakang hahahah. Beberapa kali aku juga mengobrol dengan ibunya, ya dari ibunya itulah aku tahu nama bayi di belakang kami.

Oiya, di bangku diagonal depan samping kami ada WNI. Pantesan bolak-balik merhatiin kami, saat aku tanya eh benar orang Indonesia, wajahnya Indonesia banget. Ternyata dia TKI sedang ikut majikannya pelesiran ke London. Tentu saja majikannya di kelas Bisnis.

WhatsApp Image 2017-05-23 at 18.48.02

Anak-anak anteng ngerjain activity dari Goodie Bag

Penerbangan paruh waktu kedua ini yang paling menantang karena siang hari, anak-anak lebih banyak meleknya. Jadi, kami habiskan dengan mengerjakan aktivitas dari goodie bag juga menonton TV. Oiya, apakah anak-anak rewel? Bisa dibilang anteng 80 persen lah ya, sisanya paling ribut pengen ke toilet atau ribut pengen ganti tontonan, ribut pengen menu makan yang beda, dsb. Oiya, biasanya pramugari menawarkan mau pilihan menu makan yang mana. Aku memilih aneka rupa lah, menuku dan ke-2 anak-anak gak ada yang sama. Hahahah, jadi biar saling icip ya. Tapi, kalau pas menu favorit jadi rebutan dua anak yaudah deh ini agak ribet. Yuhuuu deh pokoknya. Oiya, karena saking banyaknya makanan dari maskapai, aku bawa sebagian ke dalam tas ranselku untuk cemilan anak-anak perjalanan dari London ke York nantinya heheh. Ngebungkus! Wakakakak….

Nah, pas turun di Heathrow, London ini agak hectic deh, semua terburu-buru, bandaranya crowded juga. Suasananya emang bener-bener kayak di Megapolitan rasanya. Mana pula aku harus jalan jauh bareng dua anak plus barang bawaan. Sesekali menggendong Azairl yang capek berjalan. Perjalanan dari gate saat turun sampai imigrasi cukup jauh aku rasa. Sampai capek, pengen duduk berhenti dulu heheh. Tapi, kalau kita melambatkan jalan niscaya semakinn dapat antrian paling jauh di belakang. Inilah bagian yang agak melelahkan: antrian Imigrasi, London yang panjang dan panjang .

Aku udah celingak-celinguk cari fastline untuk antrian singkat tapi gak nemu. Lalu kemudian, setelah kurang lebih 20 menit antri bersama anak-anak yang rewel ini-itu dibuka deh fastline. Tentu saja kami termasuk kandidat yang masuk fastline karena kami rempong hahah! Oiya, agar cepat dan mengurangi kerepotan sebelum mengantri imigrasi harap mengisi dulu data-data imigrasi, paspor dan dokumen kepengurusan visa. Biasanya maskapai memberikan secarik kertas sebelum landing untuk diisi agar memudahkan saat imigrasi. Jadi kita bisa menyiapkan terlebih dahulu di pesawat. Apalagi yang bawa balita-balita ya wajib disiapkan sebelum landing!

Nah, saat di bagian imigrasi inilah agak gak lancar, soalnya secara aku belum pernah ngobrol sama orang British asli yang medok Yorkshire-nya. Dia nanya apa aku gak nangkep wakakakak.. “sorry…can you repeat again?” Tetottt abis, mana anak-anak banyak atraksi. Singkat cerita, loloslah dari imigrasi dan berburu bagasi!

Yuhaaaaa….cari bagasi gimana? Tinggal ikutin aja tanda-tanda bagasi dari gate mana, maskapai apa. Ada sign-nya lah. Gimana biar gak rempong? Cari trolley dulu, siapkan mata dan berdayakan anak-anak “nanti kalo lihat koper kita lewat kasih tahu Ummi ya…” Kami bawa 2 koper bagasi, masing-masing 23 kilogram (ketentuan maksimal Etihad). Angkut-angkut koper ditata di trolley lalu taruh anak-anak di atas trolley. Dorong deh!

Cari exit way! Daaaaannnnnnnnnnnn….mereka berlari bertemu abinya! Beneran spontan semuanya, saat mereka keluar dari pintu, mereka loncat dari trolley dan teriak “Abiiiii……Abiiiiiiiiiiiii” Ya Allah sudah enam bulan mereka gak bertemu abinya. Dan ini beneran pemandangan haru, mereka menerobos melintasi tali pembatas dan berhamburan ke pelukan abinya. Disinilah, aku merasa bahagia melihatnya. Ingin juga rasanya memeluknya, suamiku, namun harus mendorong trolley sampai keluar area kan hahahah. Dasar anak-anak kecil, hanya mereka yang gak tahu malu menerobos tali pembatas wkakakaka…

Semua orang yang berdiri di belakang tali pembatas seolah sedang menonton adegan indah , mereka ikut bahagia dan tertawa melihat Alzam dan Aza teriak, berlari dan berburu pelukan abinya. Tak terasa, bulir air mata jatuh diujung mata. Alhamdulillah Ya Allah, Engkau yang mempertemukan, Engkau yang Memisahkan. Engkau yang memperjalankan kami ke belahan bumi ini untuk dapat bertemu lagi sekeluarga!

Alhamdulillah, terima kasih semua doa-doa dari keluarga dan rekan-rekan. Pastinya perjalanan kami yang lancar ini karena doa-doa dari semuanya.

Mungkin kalau disingkat tips bawa bayi penerbangan Internasional sendirian:

  1. Siapkan baju ganti anak, toiletries anak dan mainannya dia dalam satu koper kabin. Berikut baju ganti kita. Secara anak kecil ada aja ya, kejadian gak terduga macam muntah atau makanan tumpah (Alhamdulillah anak2ku enggak).
  2. Siapkan makanan cemilan kesukaan juga minuman di tas ransel yang mudah dijangkau. Tas ransel isinya barang-barang yang biasanya sering digunakan, macam tisu, minyak telon (kalau pakai) dsb. Juga dompet, kamera, HP, laptop kalau bawa, dan berkas-berkas imigrasi juga dokumen pribadi. Mainan pamungkas, dan makanan pamungkas. Kalau anak2ku suka mewarnai dan suka permen/coklat. Jadi kalau mereka mulai ribut dikasih aja deh permen/coklat heheh…
  3. Untuk bawaan bagasi sesungguhnya gak ribet amat karena ada trolley. paling ribet angkutnya. Kalau bawa bayi masih dibawah setahun belum bisa jalan wajib bawa carrier deh untuk gerak cepat dan bisa angkut-angkut koper.
  4. Aku lebih memilih penerbangan yang lebih banyak waktu malam karena anak-anak akan lebih banyak tidur, artinya lebih sedikit potensi ribetnya hehe.
  5. Jika penerbangan jarak jauh, aku lebih suka yg transitnya sekali aja dengan proporsi waktu separuh-separuh.
  6. Siapkan stok sabar seluas samudra, stok kata “Sorry” jika anak kita mengganggu yang lain huhuhuhu…
  7. Jauh-jauh hari anak-anak udah dikondisikan, di-sounding bakalan naik pesawat lama makanya jangan rewel dsb.
  8. Banyakin doa selama perjalanan kan dijabah! Berdoa supaya dikasih kelancaran. Minta doa sama keluarga, saudara, manjur banget ini mah!

 

Mungkin yang bikin lebih mudah lagi, anak-anak sudah dibiasakan kemana-mana cuma sama Umminya aja. Jadi, kami memang selama berjauh-jauhan dengan abinya memang kemana-mana cuma bertiga aja. Termasuk saat perjalanan ke luar kota, mereka terbiasa anteng melihat Umminya nyetir. Sebelum ke UK, aku pernah cerita kan ke Cisarua, Bogor nyetir selama 6 jam. Anak-anak anteng aja di sebelah, saat itu sih ada kakeknya yang ikut tapi gak memungkinkan buat nyetir. Intinya kayaknya sih, sikap mental ibu memengaruhi juga ke anak deh!

 

Kalau emaknya optimis, insyaAllah lancar deh! Jadi, siapin mental dan fisik ibunya buat perjalanan jauh sekaligus ngasuh balita-balita selama perjalanan. Soalnya, walau sudah sampai tujuan gak ada kata istirahat bagi seorang Ibu walau dihantam jetlag wakakakaakak *curcol selipan.

Terus kalau ngerasa takut gak bisa ngendaliin anak-anak. Emang itu anak-anak siapa sih? Harusnya ortunya yang paling paham gimana ngehadapin mereka. Yah, kalau tantrum, rewel, nangis dsb gimana? Wahahahaha udahlah berdoa aja kalau udah banyak hal yang gak disangka kayak gitu. Kadang anak rewel seharian, langsung sembuh setelah di-sholawatin, langsung kalem setelah dibacain AL Qur’an. Yah, bagi Allah mudah banget yah membuat hati seorang hamba tenang apalagi buat nenangin anak rewel. Cuma, karena kita sebagai orang tuanya harusnya sih paham apa saja yang bikin anak gak nyaman dan bikin mereka nyaman. Wow! Ini note buat aku juga. Karena Aza yang baru saja usia 3 tahun kadangan mendadak tantrum.

Panjang banget yak nulisnya..buat siapapun yang mau perjalanan jauh bareng anaknya! Have nice holiday! Beneran deh jadi pengalaman berkesan pake banget 🙂

 

 

Advertisements

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s