LONG DISTANCE MARRIAGE

Hari itu akhirnya tiba, hari dimana aku melepasnya pergi untuk dipisahkan benua dan samudera sementara. Beberapa jam sebelum keberangkatan, saat kami masih di rumah ia berkata padaku “Sebenarnya Mas udah lama mau ngomong tapi baru sempat sekarang…” Katanya pelan.  Penasaran, pikiran liarku mencoba menebak apa yang ingin ia katakan. Seorang lelaki macam dia yang sering merasa dirinya tidak romantis seringkali bikin hati istrinya ini berbunga-bunga tanpa dia sadari. Ahhh…jangan-jangan apa yang ingin dia sampaikan hanya “Aku mencintaimu karena Allah…”as usual.
Aku tahu, momen ini adalah momen serius karena beberapa jam lagi kami akan berpisah lama untuk sementara waktu. Aku yakin apa yang akan ia katakan adalah hal yang sangat serius. Dia sedikit menutup pintu kamar agar tidak terganggu dengan suara anak-anak yang tengah bermain. “Ittaqillah…..”Katanya pelan. Ya Allah, seketika pertahanan air mata ini jebol tak terbendung. Mas, sungguh inikah yang ingin kamu sampaikan padaku? Betapa berat pesanmu ini. “Ittaqillah haitsu ma kunta…kamu tahu kan hadistnya…”Lanjutnya lagi.  Hingga saat ini, jika bukan karena pesanmu ini mungkin aku akan merasa lemah dan lelah. 
 “Ittaqillah haitsuma kunta, wa atbi’issayyiatal hasanata tamhuha”,

 “Bertaqwalah kepada Allah dimana kamu saja berada, dan iringilah perbuatan yang buruk dengan yang baik niscaya dapat menghapuskannya” (HR. At Tirmidzi).
 Ittaqillah… dengan bertaqwa kepada Allah seorang suami akan tenang saat bepergian meninggalkan keluarganya, karena tahu taqwa akan menghadirkan pertolongan Allah untuk menjaga istri-anak-rumah yang ia tinggalkan. Ittaqillah…bertaqwalah kepada Allah, seorang istri akan melepaskan kepergian suami dengan tenang karena tahu suami yang bertaqwa akan dapat menjaga dirinya serta menafkahi keluarganya dengan harta yang halal. 
Betapa bertaqwa ini adalah pekerjaan yang berat. Betapa selama ini aku cukup percaya diri merasa telah merasa menitipkan anak-suami pada Allah dalam doa-doa panjang, namun  tidak sadar bahwa pertolongan dan penjagaan Allah itu hanya berlaku bagi orang bertaqwa.

 

 Detik-detik perpisahan itupun tiba, kami semua sudah selesai berpamitan. Dia segera beranjak memasuki Gate 1, Terminal D Bandara Soetta, aku mengejar dan memanggilnya, dia berbalik arah dan berkata “Ittaqillah…..” Hanya itu saja, ya…hanya itu saja namun begitu berat maknanya,hanya itu saja cukup jadi bekal sepanjang perjalanan kehidupan kita.
 Tak ada risau, galau, perasaan kacau lainnya, yang ada hanyalah rasa tenang dan tentram karena tahu bahwa tak ada yang dapat menjaga diri kita dan dirinya kecuali hanya Allah saja. Demikianlah kita dalam kehidupan berumah tangga, menjadi insan yang bertaqwa cukup menjadi bekal untuk selamat dunia-akhirat yang kelak akan menjaga hari-hari entah dekat ataupun sedang jauh darinya. Semoga Allah memberkahimu, dan kalian semua yang senantiasa bertaqwa pada Allah.

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s