Penting Dibaca Orang Tua: Apa Yang Anak Kita Butuhkan? 

​Jatuh cinta bahkan sebelum bertemu, jatuh hati sebelum berjumpa…
Begitulah perasaan orang tua kepada anaknya, cinta yang telah tumbuh sejak janin itu berkembang dalam rahim ibunya.
Ibu begitu hati-hati menjaga kehamilannya,memberikan yang terbaik untuk anaknya sebisa mungkin. Merasakan berbulan-bulan tak bisa makan dengan nikmat karena mual dan muntah menerpa,juga segala nyeri dan pegal yang begitu  dinikmati, bahkan sakit melahirkan begitu membahagiakan.
Ayah begitu menanti kehadiran jantung hatinya, penerus keturunannya, kebanggaannya, sehingga membuatnya begitu semangat memberikan pemenuhan kebutuhan terbaik bagi keluarganya. Tak peduli lelahnya dan penatnya mencari nafkah asal dapat membeli semua kebahagiaan bagi keluarganya,kalau bisa.

Kita mencintainya…

Kita mengkhawatirkan dia saat terjatuh dan terluka, saat tak berprestasi di kelas,saat dikecewakan dan disakiti orang. Namun tahukah ayah,bunda… lebih sakit lagi bila yang cidera adalah akhlak dan imannya karena obat bernama hidayah itu mahal harganya,susah dijumpainya.
Kita sibuk memilihkan sekolah terbaik baginya tapi sadarkah ayah bunda…semua ilmu di bumi-langit adalah milikNya dan atas izinNya seseorang diberikan kemudahan mempelajari ilmu.
Kita sibuk memberikan fasilitas yang terbaik baginya, namun sadarkah bukan itu yang anak kita perlukan untuk selamat dunia-akhiratnya. Anak kita memerlukan bekal iman untuk tempat ia berpegang dan bersandar sepanjang perjalanan kehidupan.

Sadar ataupun tidak sadar, kita memilihkan jalan hidupnya, tempat berburu ilmunya, jodohnya, rejekinya. Mungkin kitalah pula yang memilihkannya jalan ke surga atau neraka. Mungkin kitalah pula yang selama ini membawa pulang rejeki yang belum barokah yang mengisi tubuhnya. 

Mungkin kitalah pula yang selama ini sibuk memikirkan mau jadi apa anak kita kemudian,tapi tak memikirkan lewat pintu surga mana dia akan melintasinya, namun kita malah sibuk memercikkan kecintaan dunia pada mereka. 
Kita sayangi dia, kita mencintainya…tapi hanya sebatas dunia saja, seperti perhiasan semata. Jika benar cinta kita padanya adalah cinta sejati,jika benar kita memberikan yang terbaik bagi anak kita,tentu bukan sebatas dunia saja tapi lebih dari itu,yaitu kebahagiaan kehidupan setelahnya bagi dia dan keturunan-keturunan selanjutnya.

Kita mencintainya…mengusahakan memberikan hal terbaik sebisa mungkin untuk kebutuhannya.

Apa yang dia butuhkan? Sekolah yang bagus? Apakah menjamin anak kita pintar? Tidak…
Jika memang anak kita menjadi pintar apakah menjamin rejeki masa depannya? Tidak…begitu banyak kisah orang pintar yang tersesat.
Jika anak kita kemudian kaya raya apakah menjamin akan bahagia? Tidak…begitu banyak orang kaya yang merana.
Jika anak kita terlihat bahagia apakah terjamin keselamatannya? Tidak…tidak ada yang bisa menerka datangnya musibah.
Jika anak kita selamat,sehat wal ‘afiat apakah terjamin tidak menjumpai kematian? Tidak…karena kematian adalah sebuah kepastian.
Ternyata yang anak kita butuhkan hanyalah Tuhannya, yang menciptakannya yang tahu kebutuhannya,menolongnya,memberikan jalan padanya, melindunginya, menyelamatkan dunia dan akhiratnya. 

Orang tua selalu merasa yang paling berhak,paling sayang, paling mengerti kebutuhan dan merasa jadi penolong anaknya. Namun, ternyata kasih sayang kita karena sebab, perlindungan dan penjagaan kita sangat terbatas, dan sama sekali tidak bisa menjamin bahagia mereka.

Jika sudah paham sampai di titik ini,mari lebih dekat mendekatiNya, bantu anak kita untuk lebih dekat denganNya karena sebenarnya hanya Dia yang kita dan mereka butuhkan.

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s