Parenting For Working Mom

 

Hari itu, aku menghadiri undangan sekolah pembagian hasil psikotest si sulung yang masih usia 4 tahun sekaligus mendengarkan pemaparan psikolog. Kesempatan ini gak aku sia-siakan karena kondisiku yang bekerja membuatku banyak mindernya dan feeling guilty sebagai orang tua.

Ada banyak hal penting yang dibahas oleh psikolog, tapi yang kutulis kali ini khusus ngebahas ttg ibu bekerja. Sengaja aku menyampaikan kondisiku ke psikolog saat sesi tanya-jawab, ini kesempatan emas banget!

Pertanyaanku adalah bagaimana menangani anak apabila posisi kita sebagai ibu bekerja. Ternyata jawaban psikolog begitu menentramkan kegundahgulanaan di diri. Duh, tahu banget sih gimana kacaunya perasaan seorang working mom *yaeyalah kan byk yg konsul ke doski juga.

Pertama, sebagai seorang ibu bekerja jangan minder! Jangan feeling guilty berlebihan! Menjadi ibu bekerja itu bukan sebuah penyimpangan, kelainan, apalagi penyakit masyarakat. Dewasa ini, kondisi makin tidak ideal dan banyak faktor lainnya yang bukan masalah uang yang membuat wanita berkecimpung di dunia kerja. Jadi, karena bukan penyimpangan dan kelainan buat apa minder dan merutuki diri sendiri?! Apabila kondisi terbaik saat ini masih mengharuskan kita bekerja, kita harus bertanggung jawab dan percaya diri atas keputusan tsb. Jadi orang tua itu, adalah jadi mesin pentansfer nilai dan rasa ke anak. Anehnya hubungan anak dan orang tua itu lebih banyak terkait dengan perasaan, anak belajar mengungkapkan rasa dan emosi itu dari orang tuanya.

Jadi, jika masih bekerja tapi kita gamang, ngambang, ga tenang yuk segera buang rasa itu karena anak melihat dan menilai itu semua. Tanpa kita sadari, hal itu memengaruhi perasaan dia. Relasi emosi antar ibu dan anak begitu kuat, apalagi jika kita menyusui dia dua tahun, bondingnya erat sangat. Jika masih bekerja dan tidak akan berhenti bekerja dalam waktu dekat, segera perbaiki rasa kacau itu, percaya diri dan yakin minta petunjukNya agar bisa jadi ibu terbaik untuk anak-anak. Sehingga mereka pun yang melihat ibu tenang akan merasa tenang untuk menjalani hari-hari.

Pokoknya selama niat kerja ke luar rumah itu untukNya, selama kita berusaha untuk bertaqwa dimana saja, yakin Allah yang akan menjaga , menolong anak-anak. Apakah jadi ibu bekerja menyalahi perintah Allah? Memang fitrah perempuan itu di rumah sehingga memang lebih baik di rumah,  namun sampai saat ini tidak ada satu ulama pun yang mengharamkan perempuan untuk bekerja, ya kecuali pekerjaan haram sih ya emang haram judulnya.

Mari perbanyak doa, dan selama kita berpegangan padaNya kita ga pantas untuk minder dan merasa bersalah berlebih. Inget lho, anak bisa merasa apa yang kita rasa….kalo kita bekerja masih ga tenang juga pilihannya: keluar kerja atau menumbuhkan rasa positif saat bekerja, khawatir ya khawatir tapi harus rasional.

Dan, biasanya waktu-waktu genting antar anak dan ibu itu adalah pada saat hendak pergi meninggalkan anak bekerja dan pada saat ibu pulang sampai rumah. Ada tips nih, biar anak ga rewel pas kita sampai rumah.

Sebelum masuk rumah, segera buang semua emosi yang ga baik, semua rasa capek , semua beban pikiran di tong sampah depan rumah, pokoknya semua dibuang disitu. Jadi pas buka pintu dan ketemu anak yang ada hanyalah diri kita yang segar, ceria, dan menyenangkan. Segera peluk dia, beri oleh-oleh boleh, cium, sapa, obrol ringan pokoknya biarin anak-anak ngelepasin kangennya mereka dulu. Nah, paling banter 5 menit, biasanya anak-anak udah puas dan lalu main-main lagi. Baru deh kita mandi , makan, dan membereskan keperluan diri. Kalo kita pas sampai rumah langsung cap cus mandi, niscaya kita siap2 mandi dengan gedoran anak-anak di pintu. Dan, gara-gara salah langkah pas masuk rumah sepulang kantor, bisa jadi anak rewel sampai pagi. Ada aja cari perhatiannya….

Jadi, pas pertama sampai rumah, fokus dulu perhatiin bocah-bocah sampai mereka tenang dulu lah, abis itu baru deh kita bebas melakukan aktivitas.

Jika sampai saat ini masih ragu mau bekerja atau tidak? Ya…cuma Allah yang tahu yang terbaik bagi diri kita…alias ya harus rajin-rajin berdoa dan mendekatkan diri padaNya. Kalau saat ini masih bekerja dan belum memungkinkan jadi stay at home mom di rumah, cuma satu yang bisa kita lakukan: menerima keadaan ini dengan baik🙂. Inget lho jalinan rasa antar ibu dan anak itu kuat. Kalo ingin anak kita bahagia mari jadi ibu yang bahagia🙂

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s