Cuma, Hanya, Cukup

Seberapa besar sih kita menyertakan Allah dalam hari-hari kita? Seberapa besar peranan Allah saat kita mengambil keputusan dan menjalani pilihan?

Padahal keberadaan kita di dunia ini, lahirnya kita dan hidupnya kita sampai hari ini lalu sampai maut juga alam kubur dan alam setelahnya adalah kekuasaan dan izinNya. Maka, sebenarnya yang benar-benar butuh Allah siapa?

Sungguh yang kita dibutuhkan dalam hidup ini bukanlah kesehatan, kekayaan, kedudukan, kebahagiaan, jabatan, tapi cuma Allah, hanya Allah dan Allah saja gak ada yang lain.

Apakah kesehatan yang benar-benar orang tuamu butuhkan? Apa dengan sehat akan selalu terhindar dari musibah? Apakah dengan sehat akan menjamin terhindar dari kesedihan?

Apakah pendidikan yang bagus yang anak-anak kita perlukan? Apa dengan sekolah di tempat yang bagus dengan kelengkapan sarana serta tenaga pengajar yang handal mereka pasti akan pintar? apakah dengan pintar mereka akan pasti jadi anak berbakti, sholeh dan menyolehkan?

Apakah lewat uang kamu merasa semua hal dapat didapatkan? sekaya-kaya apapun manusia tidak akan bisa menjamin dia bebas dari sedih dan musibah.

Kamu sibuk mencari uang, kamu sibuk menjaga kesehatan keluargamu, kamu sibuk belajar dan terus belajar untuk anak-anakmu, kamu sibuk mengamankan tabungan pendidikan anak, tabungan hari tua, dan sibuk memenuhi kebutuhan anak , pasangan serta rumah.

Apakah semua itu menjamin keluargamu bahagia dunia akhirat?

Enggak..sama sekali tidak!

Sungguh kerap terlupa, bahwa Allah yang berkendak atas segala sesuatu, Allah yang memiliki segala isi langit bumi, Allah yang menentukan lahir, mati, jodoh dan rejekimu. Allah yang dengan mudah mencukupi kebutuhanmu, memberikan kesehatanmu, menjaga dan melindungi anak dan keluargamu. Cuma Allah, hanya Allah dan cukup Allah.

Jadi,harusnya kita sertakan Allah dalam tiap hal dalam hidup ini. Saat mengambil keputusan mengenai sekolah anak misalnya, gak rugi kalo kamu harus istikhoroh terlebih dahulu, musyawarah dan terus cari info dan menajdikan parameter agama sebagai hal yang kita nomorsatukan.

Harusnya kita sertakan Allah dalam setiap pilihan jalan hidup kita, bukan semata pertimbangan logika dan nafsu belaka.

Kalau saja kita dengan mudah mengambil keputusan dengan alasan yang tak jelas mungkin saja kita dapat dengan mudah menyerah saat menemui kesulitan menjalani pilihan kita tersebut. Namun, bila kita menyertakan Allah di setiap pilihan maka jika memang untukNya dan karenaNya kita telah bersandar dengan kekuatan sebenarnya..

Sungguh kita gak tahu apa yang terjadi esok, kita juga gak tahu apa yang sebenarnya terbaik untuk kita, kita bahkan gak tahu apapun kecuali sedikit yang Allah izinkan..

Kamu khawatir, kamu sibuk akan kekhawatiranmu akan banyak hal yang kita tak tahu. kamu berusaha sebaik-baiknya untuk anak dan keluargamu. Namun sebenarnya kamu sedang mengkhawatirkan dirimu sendiri..

Apakah kamu pernah mengadukan semua hal ini kepadaNya? Apakah kamu pernah mengadukan segala hal tentang masalahmu ini di sujud panjang malammu? Apakah kamu sunguh-sungguh berdoa, sunguh-sungguh mendekat kepadaNya yang memiliki semua?

Apa yang kamu punya? Kamu tidak punya apa-apa, semua adalah milikNya..

Berhentilah mencari apa yang tidak berarti, berhentilah memenuhi hal yang sesungguhnya tidak engkau butuhkan, dan berhentilah untuk memikirkan hal yang tidak berguna. Berhentilah untuk menjadikan kesukaanmu menjadi kebutuhanmu, karena sesungguhnya yang kita butuhkan dalam hidup ini cuma, hanya, dan cukup Allah saja.

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s