Asisten Rumah Tangga

Dunia per-asisten-an itu penuh liuk dan liku-liku. Saking penuh likunya banyak yang  memilih ga punya asisten.Hari gini ga punya asisten? Mungkin aja, amat memungkinkan karena daycare sudah menjamur dimana-mana. Zaman juga sudah serba mudah dan instan. Cuci setrika ada jasa binatu, rumah berantakan ada jasa bersih2 dari yg pembantu pulang hari sampai jasa profesional. Ga sempat masak? warung tegal masa kini juga sdh ramai yang bisa antar masakan,belum lagi segala jenis makanan bisa siap saji secara instan dimulai bubur sampai rendang.

Rejeki Asisten Rumah Tangga bisa dibilang rejeki-rejekian. Gimana sih dapet asisten yang setia, mumpuni, kerja bagus, jujur dan terpercaya, dapat diandalkan, serba bisa, sayang dan tulus? Kalau pengen gitu, langsung deh berkaca sama diri sendiri yang notabene seorang pegawai juga. Rasanya negara dapet apa ya dari daku ini, ya kerjaanku rasanya standar-standar aja, walau kadang udah berusaha too much dan pengen selow.

Rejeki Asisten Rumah Tangga, udah macam ajang berngengsi mirip nyari jodoh, Cocok-cockkan soalnya kan. Masalahnya adalah, dia yang membersamai kita sehari-hari, dua puluh empat jam, dia yang tahu dari hal yang tabu dan aib-aib dalam rumah kita, dia yang tahu perangai kita sebenarnya, dia tahu selera kita, dia tahu kejelekan dan keburukan kita di rumah. Jadi, hal yang terpenting carilah Asisten Rumah Tangga yang amanah menjaga lisan, rahasia dapur kita dan martabat kita sebagai Tuan Rumah.

Hari gini?! Iya susah ya..belum lagi masalah tralala trilili. Boro-boro kadang dapat asisten udah sujud syukur masalah kayak gimana perangai dan kerjaan belakangan, yang penting dapet yang megang anak dan beberes rumah. Fuh…i know, i know it very well. kalau sudah gitu rasanya benar-benar pengen doa sebagaimana aku menjaga amanah kerjaanku di kantor semoga sebegitu pula asisten menjaga amanah yang kuberikan kepadanya. Kita semua yakin bahwa dunia ini berlaku hukum sebab akibat kan ya.

Suatu hari bibi pernah berkata, “Ummi…Ummi ga boleh ya ngomongin bibi sama ibu-ibu yang lain…” Dahiku berkernyit langsung. Hah,,maksud lo? Gue suka ngomongin dia ke orang lain? Ngerumpiin dia ? Ya Allah….

“Bibi…kata siapa Bi? Coba tanya ibu-ibu tetangga? Kapan saya ngomongin bibi…” Aku coba menenangkan Bibi..

Fenomena….

Fenomena, hal yang terjadi lumrah adalah saat ibu-ibu berkumpul saling membicarakan keburukan asisten rumah tangganya masing-masing. Demikian pula para asisten sibuk menceritakan aib-aib majikan mereka. Padahal asisten dan si pemberi kerja saling membutuhkan dan saling memerlukan.

Kepada tetangga saja kita wajib berbuat baik jika kita mengaku sebagai orang muslim. Saat kita masak dan wangi masakan tercium oleh tetangga kita dianjurkan untuk berbagi masakan pada tetangga. Nah, apalagi asisten…dia yang tinggal seatap dengan rumah kita. kalau banyak yang bilang tetangga adalah saudara kita sebenar-benarnya karena yang tahu keseharian kita, apalagi asisten rumah tangga! Assiten itu yang sebenar-benarnya menolong kita sehari-hari lho…

Apakah sejauh ini kita sudah memenuhi hak asisten? Apakah selama ini kita juga ikut menjaga kehormatan dirinya untuk tidak mengumbar keburukannya? Apakah kita tahu bahwa terbatasnya ilmu dan pengalamannya membuatnya begitu kesulitan dan kesusahan akan banyak hal.

Manusia letaknya salah, walau asisten mempunyai setumpuk hal yang bikin kita ga sreg namun bila itu tidak melanggar agama, rasanya masih bisa kita tolerir. Cucian piring ga bersih, setrika baju masih tetap kusut, ataupun masakan yang gak enak semua masih bisa dikompromi.

Namun yang tidak bisa dikompromi adalah apabila kita ikut terpancing, memakan bangkai saudara kita yang padahal sejatinya dialah yang menolong hari-hari kita. Jika pernah demikian semoga Allah memaafkan dan semoga kita lebih memuliakan dan memenuhi hak-hanya sebagai sesama muslim.

Wahai orang-orang beriman, jauhkanlah dirimu dari banyak berprasangka sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah perbuatan dosa. Dan jangan pula saling memata-matai maupun menggunjing satu sama lain. Adakah salah seorang diantaramu gemar memakan daging mayat saudaramu sendiri? Pastilah kamu merasa jijik! Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S Al Hujurat :12)

walaupun tetep rasanya gatel pengen cerita lika liku sama asisten, tapi mengingat bahwa TIGA TAHUN bukanlah waktu yang sebentar bagi kami untuk saling mengerti dan bersinergi. Walau ada masanya marah, tapi juga seringkali mengalah. Kadang, khawatir jangan sampai ada haknya yang belum kutunaikan sebagai saudara muslim. Ya Allah, aku mohon ampuni aku atas semua keterbatasanku dan dirinya.

 

 

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s