Behind The Article

1916258_10206323742117370_6927368609523902643_n

 

Saat dihubungi oleh salah satu kontributor UMMI, waktu  itu posisi saya masih di kantor. Beliau bilang minta pendapat dan tanggapanku mengenai fenomena mommys war dari pihak ibu bekerja.

Ha…pertama-tama reaksiku adalah kaget sekaligus antusias kesenengan. Lah kok gue? ga salah nih mbak kontributor? hahaha…yah, tapi kapan lagi coba bisa nulis di UMMI. Sebelum mbak kontributor berubah pikiran mari diiyakan aja. Kesempatan ini begitu membuat diriku menggebu jadi resah dan pengen cepet-cepet nulis apa yang kurasa selama ini sebagai ibu bekerja.

Sudah kuduga , tulisanku kepanjangan …ya secara curhat dong Mahhh…curhat banget deh itu uneg-uneg hati tumpah ruah. Padahal mbaknya nanya apa dan aku jawab mbleber kemana-mana. Jadi cut, cut, edit, edit dan Taraaaa lihat itu yang dicetak jadi begitu. Makasih mbak kontributor yang sangat membantu. Kayaknya daku yang sangat berterima kasih ke mbak kontributor.

Terus pas ditanya mbak kontributor tentang foto mana yang mau dimuat, mulai panik. Aduh foto, foto yang mana. Mana pula lagi sibuk jaga loket SPT Tahunan. Akhirnya pada intinya kuserahkan pada mbak kontributor. Kata Mbak Kontributor fotonya pake yang dia nemu di blog pas aku nulis tentang perjalanan ke Bali bersama bayi tanpa suami. Eh entah kenapa aku iyakan aja sembari lupa sebenernya, lupa kalo foto itu aku lagi pake payung sambil muka lelah dan gendong anak.

Alhamdulillah, jadi makin semangat nulis di blog. Karena mbak kontributornya bilang nemu aku dari blog. Walau kusadari tulisanku di Zarahgy ini bener-bener dari hati apa adanya, alias curhat😀

Alhamdulillah kalau ada yang suka dan dirasa ada manfaatnya. Ga nyangka juga semenjak lahir Zarahgy tahun 2011 sudah banyak kenal dan komunikasi dengan teman-teman baru. Ada yang add gtalk dan cerita pivasi, ada yang email langsung dan kirim foto anaknya, ada yang nanyain postingan selanjutnya , ada yang di belahan benua lain yang ikut menikmati dan sebagainya.

Terima kasih ya teman-teman semua, aku ga nyangka “tong sampah” ku ini bisa begini berarti bagiku. Iya, kenapa tong sampah?

Karena disinilah, saat aku ga bisa tidur malam aku nulis disini,  menemani hari-hari saat awal-awal pernikahan, hari-hari pertama di rumah sendiri dan mengatur pembantu sendiri, menemani masa-masa masak MPASI jam 2-3 dini hari, semua coretan di sini adalah apa yang kadang tidak bisa kusampaikan secara lisan ke orang lain.

Menjadi ibu bekerja dengan posisi tidak serumah dengan suami, hari-hari dengan anak-anak dan bibi. Banyak hal yang tergopoh-gopoh kupelajari bahkan sering merasa kerdil dan ga berarti. Terhuyung-huyung menangani semua di beberapa kondisi. Zarahgy kurang lebih menggambarkan dinamika hidupku setelah menikah.

Semoga hati kita makin lapang sehingga semua urusan makin gampang. Kelapangan dan kemudahan itu berasal dariNya…jikalau semua aktivitas kita untukNya, semua akan terasa mudah dan ringan. Ga pernah takut apalagi ragu, karena ada Allah ga pernah bikin kecewa..

2 thoughts on “Behind The Article

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s