Tiap Persalinan Beda Cerita

Beberapa kali teman-teman bertanya pada saya tentang perbedaan melahirkan anak pertama dan selanjutnya. Pastinya beda banget!  Tiap anak ada kisah masing-masing, unik dan ga sama.

Entah apa ada pengaruh bawaan bayi (ada yang bilang begitu) namun yang pasti lahir dan mati itu udah ranah taqdirNya. Setiap insan sudah tertulis kapan dia akan menghirup udara dunia dan kapan akan tutup usia.

Saya mencoba menghimpun beberapa pertanyaan standar dari hasil sharing dgn teman-teman.

1. Apakah melahirkan anak kedua lebih mudah dan cepat?

Sebagian besar orang memang berkata begitu,bahkan ada teman saya yang anak kedua sudah keluar sebagian anggota tubuh bayinya di lift RS, sementara anak ketiga sudah keluar kepalanya tanpa sempat dia membuka celananya di atas kasur rumahnya!

Tapi bagiku enggak gitu ceritanya.
Alzam lahir di minggu ke-37 dengan pembukaan 1 sampai lengkap hampir 24 jam. Sementara itu Aza lahir di minggu ke-40 dengan pembukaan 1 sampai lengkap selama DUA MINGGU! Oyeah..beda banget bukan..

2. Apakah tanda-tanda jelang pembukaan sama? Apakah melahirkan anak kedua dan selanjutnya lebih ga sakit?

Wahh gak juga tuh..
Sekitar minggu ke 35-36 sebelum lahirnya Alzam terdapat flek coklat muda tipis lalu saat minggu ke 37 (2 minggu kemudian) diawali dengan tanda lahir lendir seperti putih telur dengan kontraksi yang intens sekitar 24 jam. Diawali dari kontraksi ringan teratur dengan jeda lama dengan kadar sakit biasa saja sampai sakit yang luar biasa teratur jarak rapat yg ternyata baru pembukaan ke-2 dan terus luar biasa intens konstraksi sampai ga bisa tidur semalaman. Baru leganya saat dini hari,melahirkan dia. Anehnya saat masuk pembukaan 7 sampai lengkap sakitnya hilang semua! Melahirkan tanpa rasa sakit! Dan dokter heran “ibu sakit gak sih?”…. Bingung kan mau jawab apa. Suami juga bilang “ngelihat kamu lahiran kayak gak sakit”. Jadi saat melahirkan,kontraksi tetap ada..tapi ya ga gimana-gimana gitu sakitnya malah lebih lega karena sebentar lagi bayi keluar. Seneng banget deh kalo inget lahirin Alzam. Sangat bahagia luar biasa.

Kalo Aza ditandai dengan keluarnya darah segar yang menetes (1-2 tetes) tanpa kontraksi tanpa sakit! Saat itu minggu ke -38 dan saya udah PEDE abis bakal melahirkan sebentar lagi karena riwayat kakaknya di minggu ke 37. Eh salah dong…
Ternyata keluarnya darah hanya pertanda pembukaan 1 kuncup alias pembukaan 1 sempit. Dan pembukaan 1 mandeg selama 2 minggu karena gak ada kontraksi! Beda banget sama Alzam yg sejak pembukaan 1 sdh intens konstraksi.

Akhirnya saat minggu ke 40 lebih 1 hari, Aza lahir. Tgl 4 Mei saat malam hari sudah kontraksi teratur tapi santai dan dibawa tidur sampai dini hari walau beberapa kali bangun meremas tangan suami saat kontraksi datang. Tapi masih bisa tidur! Beda banget saat kontraksi Alzam yg super duper wow ngos2an. Kalo kontraksi Aza lebih ringan. Dini hari sekitar pukul 4 sudah terasa ada cairan lendir keluar dari jalan lahir. Pukul 5 ke bidan dekat rumah masih sakit biasa aja,ternyata sudah pembukaan 4. Anehnya sejak pembukaan 4 sampai lengkap super wownya! Kebalikan sama lahiran Alzam yang menjelang bukaan lengkap semua sakit lenyap.

Oke,ternyata saya bisa juga teriak dan sedikit memarahi suami saat melahirkan Aza! Iya sakit! Sakit ternyata hahahaha…kenapa baru kerasa sakit saat melahirkan anak ke-2 ya..sampai-sampai saya memohon ke bidan agar saya boleh mengejan karena ga kuat hahahaha…

3. Jahitan episiotomi lebih sedikit untuk anak selanjutnya?

Kalo saya sih YES!
Alzam postur kepalanya besar dan entahlah apa yang salah, perasaan saya udah ikutin intruksi dan panduan bidan tapi robeknya buanyak sampai ah sudahlah tak terhitung berapa jahitan luar dalam. Padahal berat Alzam ga sampai 3 kilo.

Itu yang bikin saya trauma ke dokter karena lahirin Alzam ga sakit tapi setelahnya luka jahitan lama sembuhnya hampir dua bulan susah duduk karena masih sakit.

Jadilah, lahiran Aza ke bidan aja. Karena bidan cenderung lebih telaten minim jahitan.Alhamdulillah cuma 3 jahitan dan ga sakit setelah melahirkan! Seneng banget!

4. Berat badan lahir bayi anak selanjutnya lebih besar daripada anak pertama?

Menurut teori gitu katanya, tapi kalo saya enggak. Alzam dan Aza saat lahir Sama-sama 2.9 kilo.

5. ASI untuk anak selanjutnya lebih cepat keluar dan lancar daripada anak pertama?

NO! Entahlah kok di saya enggak ya hahaha. Atau mungkin karena anak pertama saya laki2 jadi lebih kuat nyusu sehingga produksi ASI langsung banjir tiada tara. Sementara anak kedua perempuan yang kebetulan males nyusu jadi produksi ASI yaa banjir sih tapi ga sebanjir anak pertama.

Saat melahirkan kedua anak saya, hari pertama masih berupa colostrum, hari kedua baru terlihat ASI.

Pokoknya tiap anak unik ada ceritanya ya…Alhamdulillah kedua anak ini saat lahir bertepatan dapat disaksikan oleh abinya (abinya di luar kota) jadi mereka Allah taqdirkan lahir saat abinya sedang libur.

Tiap kehamilan ada cerita tersendiri, tiap kelahiran bawa kisah berbeda,dan tiap insan yang terlahir unik dan spesial.

Selalu belajar jadi ibu,karena dua anak ini ga sama. Bikin buka buku lagi,cari info lagi dan semoga makin bawa diri tambah dekat denganNya. Inilah salah satu tanda kebesaran dan kuasaNya,bahwa tak ada manusia yang sama ceritanya..

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s