Lima Tahun

Alhamdulillah sudah LIMA TAHUN mengarungi kehidupan baru, rasanya benar-benar merasakan arti perjuangan hidup. Benar-benar merasakan kehidupan sesungguhnya itu adalah setelah menikah. Kenapa? Karena dengan menikah kita jadi lebih mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Menikah membuat pribadi menjadi terbuka menerima seseorang dengan kelebihan dan keunikan serta kekurangannyan juga membuka mata tentang kekurangan diri sendiri. Menikah bukan tentang cinta , tapi lebih dari itu. Tentang komitmen, dan penyatuan tujuan hidup dari dua insan yang berbeda.

 

Menikah membuat diri merasakan gimana sebaik-baiknya mengelola emosi kepada pasangan , kepada anak, keluarga besar, tetangga, bahkan pembantu rumah tangga. Menikah membuat diri berpikir dan berjiwa lebih besar untuk mementingkan kepentingan keluarga bukan egoisme keinginan pribadi semata. Menikah berarti juga pamrih, tulus penuh sayang dan perjuangan. Menikah membuatku mampu bertahan menjadi pribadi baru yang lebih matang dan kuat.

 

Ketika awal-awal menikah hari-hari dihabiskan dengan kesibukan mengelola emosi antar pasangan, maka setelah LIMA TAHUN menikah ini bukan lagi tentang merajuk, menangis, marah atau mengalah. LIMA TAHUN ini begitu banyak hal yang dilalui bukan lagi tentang aku dan kamu. Tapi tentang kita dan anak-anak. Tentang kompromi-kompromi yang kita lakukan dengan jiwa lapang. Tentang kasih sayang tanpa batas dalam bingkai ibadah.

Mas, alhamdulillah sesuai dengan niatku menikah karenaNya dan untukNya. Pernikahan ini begitu terasa berharga dalam hidupku. Begitu beruntung bisa melalui banyak hal denganmu. Bukan, bukan tentang pencapaian materi, karir ataupun keturunan. Tapi lebih dari itu, tentang mengenal diri sendiri, dirimu , dan Alloh.

Melalui semua hal yang telah kita lalui dan jumpai selama LIMA TAHUN ini, begitu kumerasakan kebesaranNya, kuasaNya, kehadiranNya, pertolonganNya..

Semoga sesuai dengan awal niat kita menikah sebelumnya, untukNya dan karenaNya…pernikahan kita ini berbuah surga.

 

Engkau seringkali bertanya “nanti di surga kayak gimana ya?”Jika dirimu saja sudah merasa cukup dengan nikmat berkeluarga ini dan bertanya akan lebih nikmat apalagi di surga nanti.

Bahagiaku dan cintaku kutujukan untuk berlabuh di surgaNya, semoga itu yang selalu menyemangati hari-hari kita, mengawali niat bangun pagi kita, menyemarakkan isi-isi rumah kita, menghidupkan semangat itu di jiwa anak-anak kita.

Sungguh, ini semua karenaNya. Walau LIMA TAHUN ini kita belum saja sekota

Betapa menikah itu adalah ladang ibadah yang indah…Alhamdulillah.

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s