Alzam Back Home

Sejak Alzam mulai masuk ke sekolah paud fullday, sejak itulah dia makin tumbuh makin sehat.

Lupa sejak kapan, eh tapi sekitar 10 bulan Alzam dan aku ketemu saat wiken saja. Alhamdulillah ga berlangsung lebih lama lagi. Aku juga merasa Alzam makin gak nyaman dengan keadaan ini. Ga cuma Alzam tapi juga seisi rumah ga sehat. Maksudku, iyaaa…seharusnya memang orang tua dan anak ga dipisahkan kan. Alzam juga menjadi sering sakit ga jelas, sekedar panas saja atau diare ringan saja tanpa sebab. Alzam juga terlihat nampak ga jelas emosinya,makin sering rewel, keras kepala ga jelas yang itu bukan Alzam banget.

Alhamdulillah, sejak nemu sekolah PAUD fullday yang deket rumah dan memutuskan menarik Alzam dari pengasuhan neneknya. Alzam makin sehat, makin sehat fisik dan mentalnya. Alzam makin Alzam yang kukenal. Anak kalem, pinter, tenang.

Iya, rasanya senang setiap kupulang kantor menjumpainya di rumah sedang main bersama adiknya atau sedang lelap tertidur karena lelah atau sedang naik-naik teralis pintu rumah.

Melihat anak-anak makin akur dan rukun juga kesenangan tersendiri. Menyatukan mereka serumah setelah karena keadaan mereka hanya ketemu pas wiken adalah kebahagian tersendiri. Bahagia banget..

Oiya, pernah suatu pagi di hari senin, Aza bangun…karena masih belum move on dari nuansa wiken jadinya dia manggil abinya. “Abiiihhh…abihhhh…abihhhh….” Aduh nak, kalo senin abi udah pergi lagi ke Jakarta. Terus Alzam bilang “Abi pergi ke Jakarta dek, tuh liat ituuuu ada abi tuhh….” Kata Alzam sambil nunjuk foto abinya di tembok.

Alzam juga seneng banget nyiumin Aza, tapi pake acara mencetin kedua pipi adiknya dulu sampe mulutnya kayak cumi terus Alzam cium pipi kanan terus kiri. Aza cuma bisa pasrah aja.

Oiya, kalo adiknya nangis Alzamnya sibuk cari mainan. “Ini dek…dek…” Katanya sambil kasih mainan ke adiknya.

Tapih, kalo lagi badmood dan jail yaaa..tralala trililil lahhh,,, hihihi

Pokoknya makin ke sini, Alzam makin sehat dan senang. Alhamdulillah, bagaimanapun memang hanya ibu yang tahu apa kebutuhan anaknya. Hanya ibu yang mengerti pengasuhan terbaik dan penanganan yang tepat ga bisa tergantikan oleh siapa pun.

Oiya, konklusinya adalah: jangan pisahkan anak dari ortu dan saudaranya, biarkan tumbuh besar bersama utk tumbuh optimal.🙂

Luv u ALL

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s