Mood Swing Ibu Hamil

Hamil itu adalah keajaiban, ajaib semua serba berubah.
Mood swing salah satunya.
Penyebabnya, salah satunya ya karena hormon.

Jujur saja, di kehamilan keduaku kali ini. Mentalku ga sesiap saat hamil anak pertama yang begitu dinantikan setelah hampir 9 bulan menikah.
Anak sulung tengah memasuki usia 13 bulan, saat kutahu kutengah mengandung adiknya. Rasanya gimana?

Ahhhh..nano-nano.

Menjadi seorang ibu bekerja dengan satu anak aja sudah sering bikin dilemma.

Aku mencoba tapak tilas,masa-masa sebelum kutahu bahwa kutengah mengandung anak ke-2.

Perlahan saat sulung sudah 12 bulan, saat sudah tak Nenen mania lagi Dan lebih Suka makan, saat sudah bisa berjalan sendiri, saat sudah perlahan mandiri..dalam benakku sempat terbersit ‘Wahhh..ternyata cuma bentar aja ya rempong punya anak bayi. Sekarang anak udah lumayan bisa mandiri..jadi rindu masa-masa ngurus bayi..’ *padahal emang lagi hamil, cuma ga nyadar aja

Ga nyangka dong, ternyata dikasih hamil lagi. Atas kehamilan yang tak diduga secepat ini pada mulanya aku menangis.

‘Mas..liat ini, gimana dong..’ Kataku menunjukkan garis dua testpack kehamilan pada suamiku.

Aku langsung menangis, merasa bersalah pada si sulung. ‘kasihan Alzam…’ Kataku. Gimana ASInya, gimana bla bla bla-nya. *padahal Alzam baek-baek aja nyatanya.

Saat kukabari ibuku  beberapa Hari kemudian, ibu berkata ‘gimana kok hamil? Bukannya mau daftar kuliah?’ Rasanya seperti disalahkan.

Pun saat hamil sudah berjalan beberapa bulan, perut mulai membuncit. Saat orang-orang baru menyadari ‘buset..lu udah hamil lagi,gue baru 2 taon di kantor ini, Lu udah hamil 2 kali.. bukannya barusan lahiran ya?’ Kata salah satu atasan.

Bahkan, tamu-tamu pelapor Pajak yang tiap bulan ketemu aku, baru nyadar aku hamil saat jelang cuti bersalinku.
‘Bu Sarah..bukannya anaknya masih keciL ya?’

Gitu deh..tapi biasa aja sih digituin hihihi. Karena nyatanya Alzam, si sulung itu benar-benar telah bersikap mandiri, untuk ukuran anak seusianya, dia bisa dibilang ga merepotkan. Sinyal diriku hamilpun dia lebih Tahu terlebih dulu dengan Cara mengurangi demandnya pada ASI. Kelak akhirnya kutahu, kenapa dia ogah-ogahan minta ASI, karena hamil keduaku ini rawan keguguran dengan kontraksi cukup sering saat menyusui/memompa ASI.

Tapi ya, yang namanya mood swing. Ada saja yang bikin galau diriku saat hamil anak kedua ini. Alzam baik-baik aja, tapi aku masih galau, gimana nanti keadaannya saat adiknya lahir.

Dimulai dari, siapa yang bakal ngasuh? Gimana teknisnya? Sampai pemikiran tentang finansial. Mau ga mau kan, karena bekerja dan tanpa keluarga yang ikut membantu sehari-hari plus suami di luar kota, bikin semua jadi pikiran.

Rencana A, rencana B, dsb.

Sampai rasanya, aduhh..apa aku masih terlalu keciL untuk punya 2 anak. Yah, kusadari ini namanya mellow pengaruh hormon kehamilan wkwkwk .

Akhirnya,nuansa hatiku berubah jadi bahagia adalah karena dukungan orang-orang terdekat.

Utamanya bibi, ARTku..
Pada mulanya, memang bibi galau, ingin keluar kerja dsb. Dia bilang takut megang bayi, gimana urus Alzam sekaligus bayi dsb.Gimana ga bikin drop, tiba-tiba bibi merasa ga sanggup.

Ini yang bikin aku lumayan pikiran. Susah lah, jaman gini Cari ART setipe bibi ini.

lambat-laun, justru bibi yang mendukungku. Bibi bilang tak keberatan jika aku menambah asisten 1 lagi untuk urus bayi *pada mulanya bibi keberatan satu Rumah ada 2 ART.

Bibi pun, yang makin semangat kerja dan mengasuh Alzam dengan semangat.Saat aku cuti jelang  bersalin Bibi yang melakukan inisiatif membersihkan Rumah, melap kaca semua jendela, dan bersih-bersih semuanya untuk  menyambut bayi. ‘masa..ada bayi debu..kasihan..’ Katanya.

Setelah kucuti, bibi makin giat dan semangat. Aku merasa sangat didukung.

Malam Hari, bibi bilang sengaja tidur larut dan mengisi waktu dengan menyetrika baju.Bibi bilang, kalau-kalau aku mules bibi bisa siaga dititipin Alzam.

Hal-hal semacam ini, membuatku merasa disupport dan disayangi banyak orang. Tetangga depan juga sudah menawarkan bantuan, karena suamiku di luar kota. Tetangga bilang ga usah sungkan kalo mules tengah malem ketok-ketok pintu rumahnya.

Hal-Hal kecil, bentuk perhatian sederhana, tapi cukup membuatku nyaman dan ga galau khawatir.

Ibu juga kerap mengunjunginya di tengah kesibukannya. Kerap menelponku Dan bertanya ‘gimana, udah mules?’

Jujur saja, lahiran anak sulung dulu begitu Mandiri, semua diurus sendiri, tapi untuk lahiran kedua ini aku merasa butuh support bantuan keluarga.

Utamanya, Hari-Hari awal kehadiran bayi, aku butuh keluarga yang menemani bibi mengasuh Alzam juga mengurus Rumah.

Kalo saat anak pertama sih, aku masih santai aja..walau ART waktu itu mudik, dan aku hanya di Rumah bareng suami dan banyak keluarga serta tamu datang.Walau diriku tepar habis lahiran, rasanya masih ga masalah layanin tamu dan keluarga sendiri.

Sekarang kan ada Alzamboy, aku ga kebayang..gimana bobo malemnya dia  tanpaku *lebay..yah, namanya juga mood ibu hamil Suka lebay ya..hahaha..terus gimana reaksinya pas liat Umminya nyusuin dan ngelonin bayi. Penasaran.

Too much lebaynya ya,
Tapi, belajar dari pengalaman anak pertama sih, daku mau membatasi diri dulu dari tamu,saudara,keluarga yang berkunjung.

Pas anak pertamaa dulu, baru aja sampai Rumah langsung diserbu. Rumah masih baru tuh, apa-apa belum lengkap, ART mudik jelang lebaran, ya..rasanya yang jadi korban malah aku. Susah istirahat dan harus melayani tamu kan. Gapapa sih, kalu fisik udah oke..oke-oke aja deh.

Oiya, mood swing terparahku di hamil ini itu, sampai-sampai aku beberapa Hari galau tanpa sebab dan takut bakal kena baby blues *horror

Ada-ada aja..semoga lancar deh nantinya.

4 thoughts on “Mood Swing Ibu Hamil

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s