Cerita Cuti

Sudah 2 minggu menjalani cuti jelang bersalin. Banyak Hal yang kupelajari, kuamati, kudapatkan selama menikmati peran sebagai full time mom di Rumah.

Aku jadi lebih dekat dengan para tetangga. Sering ngobrol entah pagi, siang atau sore. Jadi Tahu ritme kehidupan di komplek ini. Jam segini, ada tukang jamu lewat, jam segitu tukang roti, jam yang lain tukang reparasi jam, Hal-Hal yang ternyata ritmenya beda pas wiken. Mungkin juga karena wiken aku sering banyak acara keluar Rumah jadi ga memerhatikan banyak Hal di komplek ini.

Setelah cuti ini, aku juga jadi lebih Tahu gimana enerjiknya bibi menghandle kerjaan Rumah sekaligus urus anak. Salut banyak jempol untuk bibi yang udah lebih paruh Baya.

Banyaknya intensitas ngobrol dengan tetangga, membuat tetangga juga lebih nyaman curhat padaku. Hal-Hal yang amat berarti bagiku, diberi kepercayaan mendengarkan cerita mereka.

Lebih dekat dengan anak, tentu. Alzamboy jadi super nempel dengan Umminya. Dan kami punya rutinitas yang amat berharga: jalan-jalan pagi sembari nyuapin dia makan sekaligus menyapa+ngobrol dengan tetangga. Selepas jalan pagi, Alzamboy mandi Lalu bersiap-siap bobo kembali. Bobo paginya ini berbeda sekarang, aku cukup membaca AlQur’an, Alzam bermain-main sebentar Lalu tertidur dengan sendirinya.

Ninabobokan dia, cukup dengan mengelusnya sambil membacakan qur’an untuknya. Hal tsb sudah berjalan rutin seminggu belakangan jika aku ada di Rumah.*karena walo cuti tetap sajaa ga full di Rumah, ada aja kegiatannya.

Terkadang, malah Alzam yang mengambilkan qur’an ‘aji..aji..aji..’ *ngaji

Lalu alzam bermain sambil mendengarkan Umminya membaca qur’an.

Waktu-waktu berharga bersamanya. Menjadi semakin berharga, saat menyadari..sebentar lagi tak Sama keadaannya. Ada adik bayi yang turut membersamai. Aku sadar, Hari-Hari awal kehadiran bayi akan mengondisikan diriku untuk fokus pada bayi mungil.

Alzam, kakak yang baik yang Suka sekali mencium adik bayi di dalam perutku.. ‘bayi…bayi..emuuaaahh..’

Alzam anak yang sholeh..’Coweh…’ *kata dia.
Malam tadi, alzam ga bisa bobo karena flu. Ketularan teman sebayanya tetangga depan. Tau ga, alzam ga bisa bobonya ya ga rewel. Cuma celoteh sendiri, main sendiri, bobo sendiri, tapi karena susah nafas jadi bangun sendiri tiap satu jam. Rasanya capek juga dalam kondisi HamiL tua gini begadang. Tapi, ngeliat dia yang ternyata ga rewel bahkan pagi-pagi pun ceria luar biasa bikin hatiku senang.

Bisa dibilang, alzaam bobonya itu dari pukul 20.30 sampai dengan 22.00. Setelahnya dia dipastikan bobo hanya sejam, Lalu bangun Dan so on. Puncaknya saat dia melek pukul 01.00 Lalu baru tidur lagi pukul 03.00, Lalu bangun lagi pukul 04.00, Lalu bangun lagi pukul 06.00.

Gitu aja, tapi ga rewel, dia cuma minta air putih semalaman. Badannya hangat, ga bisaa nafas, ingus meler, tapi dia main sendiri Dan minum air putihnya berkali-kali. Entah deh, hampir 700ml yang dia tenggak semalam. Mungkin itu yang dia butuhkan untuk mempercepat turun suhu badannya. Dalam kegelisahan malamnya, diaa hanya celoteh, meluk, rangkul aku, Dan tak lupa berkata ‘bayi..bayi..emuah’ dia senang sekali mencium perutku.

Entahlah, jujur aja. Aku menganggap dia udah Mandiri. Dalam kondisi HamiL tua ini, aku juga turut memikirkan kandungan Dan Kesehatan diriku jelang lahiran. Jadi, semalam tadi..aku lebih banyak tidur di sampingnya. Paling kuoles bawang merah parut+minyak telon. Balsam bayi juga, Dan untuk melegakan nafasnya kusiapkan Kain di sebelahnya yang telah ditetesi larutan aroma pelega pernafasan.

Semalam tadi, aku jadi bolak-balik mengganti popoknya. Karena minumnya banyak banget. Untuk toilet training jeda dulu deh.

Paginya, alzam udah minta makan. ‘mamaam..maau..’
Kubuatkan bubur untuknya yang susah menelan karena lendir di saluran pernafasannya. Pake lele+wortel+waluh.

Dia Suka makannya, alhamdulillah ga terganggu dengan sakitnya.

Ah nak, cepat sembuh ya. Kakak yang baik. Ummi salut banget, ga ada rewel saat sakit. Yang ada malah cerah ceria Dan ga pake merepotkan orang lain.Ga bisa tidur , kamu cukup main sendiri. Emmuaahh buat kakak Alzam. Makasih ya.

One thought on “Cerita Cuti

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s