ODOJ

Apa sih ODOJ itoe?

ODOJ singkatan dari One Day One Juz.
ODOJ ini secara resmi digagas Rumah Qur’an dengan difasilitasi oleh
sarana Whatsapp.
Satu grup ODOJ terdiri dari 30 orang anggota, tiap anggota diwajibkan
minimal tilawah 1 juz/hari.
Sehingga dalam satu hari, satu grup ini akan mengkhatamkan Al Qur’an.

Kebetulan grup ODOJku ini adalah kumpulan karyawati PNS DJP.
Dengan anggota 30 orang ibu-ibu sibuk pastinya ya.
Ada yang berangkat sejak subuh ke kantor, ada yang pulang larut ke rumah.
Bahkan ada yang kantornya berjarak puluhan kilo dari rumahnya, alias
di luar kota.
Dan, bayangkan..selain bekerja di rumah pun sudah ada segambreng pekerjaan rumah tangga menanti.

Ada anak-anak yang perlu disiapkan keperluan esok hari ke sekolah,
cucian, masak,menyiapkan bekal. Kalo anak-anak pada bayi-balita, kegiatan
menyusui-memompa ASi tengah
malam untuk mengamankan stok ASIP, menyiapkan MPASI, dsb.

Subhanallah, kegiatan yang padat tiap jamnya,
tetapi saling menyemangati untuk menyelesaikan 1 juz tilawah Al-Qur’an per hari.
Itu minimal loh!
Terkadang ada anggota yang haidh sehingga melelang jatah 1 juznya
pada anggota lain.
Dan selalu saja ada anggota yang bersemangat untuk mengambil lelangan,sehingga anggota
tsb lebih dapat tilawah dari 1 juz perharinya.

Pada awalnya, jujur saja aku ragu ikutan ODOJ.
Ya betapa tidak!Ada saja alasan, ribuan, jutaan..hihi.

Dari tidak punyanya sarana gadget mumpuni untuk online WA.
Berhubung aku sekarang belum memutuskan beli gadget baru,jadi kalo mau pake WA aku gantian HP sama suamiku. Kebetulan suamiku sudah selesai tugas belajar jadi sebulan ini stand by di rumah. Tapi bulan depan doi mulai kerja lagi dong huhuhu…
*bakalan LDR lagih

Dimulai dari gantian HP untuk akses WA yang jadi kendalaku, lalu keadaan hamil sembari urus batita di rumah. Belum lagi, sehari-hari di kantor aku ga pernah beranjak dari kursi front office. jadi ga mungkin aku curi-curi waktu tilawah di kantor, kecuali saat pagi hari sebelum jam kerja kudatang lebih awal untuk dhuha, nah saat ini kubisa menyisipkan dengan tilawah di masjid.

Sholat dzuhur dan Ashar di kantor ga mungkin diriku ikutan jama’ah.
Karena jam kerja di front office mengondisikan aku baru bisa istirahat setelah memastikan ga ada Wajib pajak yang laporan dan menunggu rekanku yang lain untuk bertukar shift jaga loket.

Bisa dibilang, kalo siang sama sekali ga ada waktu selonjoran kaki atau badan kecuali saat sholat dan itupun terburu-buru dengan makan. Mungkin kalo posisiku ga jaga loket sih lebih fleksibel ngaturnya. Pastinya,kondisiku yang sekarang kecil kemungkinan buat tilawah
di jam kerja kantor. Tapi kadang jika loket sepi pelaporan, aku bisa istirahat lebih luang.
Namun biasanya kumanfaatkan untuk belanja mingguan ke supermarket. Terutama barang-barang yang ga kudapatkan di tukang sayur.

Terus dengan keadaan kayak gitu, jujur aja aku melewatkan hari-hari
biasa saja tanpa tilawah. Apalagi dengan keadaan aku hamil, rasanya ingin sekali beristirahat ketika sampai
rumah. Aku pesimis bisa tilawah minimal 1 juz per hari, kecuali jika
aku rela berkurang waktu tidurku. Ini pilihan berat, karena tau sendiri lah..rasanya jadi bumil itu hehe..

Mana rela..mana rela berkurang waktu tidurku.
Mana rela, mana lagi hamil plus ada anak batita.

Tapi, ada hati kecilku yang walau ragu menyatakan mungkin bisa.
Asal ada niat, pasti ada usaha.
Begitulah , hehe..bagiku yang belum istiqomah 1 juz per hari rasanya berat pada awalnya.

Setiap harinya aku bangun rata-rata pukul 03.30 untuk menyiapkan masakan batita, dan kadang menyiapkan masakan untuk rumah (jika bosan dgn masakan bibi hehe).
Sejak ikutan ODOJ aku harus lebih pagi lagi, pukul 03.00 aku harus melek.

Alzam masih moody tentang dunia nasi, mungkin sehubungan giginya yang masih aja 6.
Jadi kadang mau nasi, kadang ogah. Tapi yang pasti mau nasi lembek!
Dan yang pasti mau lauknya berupa sup! Jadi nasi lembek dan sup ini
aku yang masakin.

Alzam bangun pukul 4 atau 4.30 atau paling telat pukul 5.00. Makanya aku harus bergerak mendahului dia bangun sebelum sedikit rempong dengan bangunnya dia hihihi.

Yang penting masak nasi lembeknya sih, kalo masaknya telat pukul 07
belum mateng, bisa rempong.
Karena udah waktunya dia makan, kadangkala pukul 06 dia udah minta makan.

aku masak nasi lembek pake slow cooker sih hehe,jadi paling gak butuh
2-3 jam masaknya.

Kalo masakin sup sih gampang gitu-gitu aja. sembari nunggu matang, aku
tinggal sholat malam dan tilawah. Kalo masak buat rumah aku paling udah nyiapin malamnya: udah dibumbuin..tinggal olah.

Terus adzan Subuh, biasanya anak ikutan bangun..terus nemenin dia main.
Tapi kan, ibu hamil biasanya ngantuk..*alesan kan. Biasanya sambil bebaring aku menemaninya bermain.
Dipikir-pikir , ada waktu luang di sini.

Akhirnya aku bisa ngejar 1 juz perhari dari sini. Selama nungguin dia
main aku tilawah, yah emang kadang ada jeda harus distop dulu kalo anak “ngeganggu” hehe.

Sebelumnya saat malam aku juga mencicil beberapa lembar tilawah.Tapi
kadang juga aku ga pake nyicil, jadi borongan deh tilawahnya. Kira-kira pukul 05 pagi hari aku sudah rampung 1 juz.
Pas dengan kedatangan tukang sayur langganan.

One juz One Night lebih tepatnya bagiku. Karena saat hari weekdays waktu luangku lebih banyak saat malam sampai jelang subuh.

Nah, Kalo weekend dengan manajemen waktu demikian, aku bisa mengejar 2-3 juz..karena udah diborong saat subuh 1 juznya, sementara ada waktu lebih luang di siang harinya, barang 1-2 jam walau terpotong-potong, bisa mencicil tilawah.

Alhamdulillah, hari-hariku makin bermakna.
Hidup terasa fullfilling..banyak banget manfaat yang kurasa dari ikutan komunitas ODOJ akhwat 323.

Jika terbiasa 1 juz per hari, perasaan kurang puas lainnya mulai bermunculan.
Ingin 2 juz, ingin 3 juz, ingin perbanyak sholat sunnah, ingin
perbanyak shodaqoh,
ingin baca tafsir, tiba-tiba rasa lama yang pernah hinggap di hatiku
muncul kembali.

Benarlah jika kita berjalan mendekat padaNya maka Ia akan berlari menuju kita.

Alhamdulillah..

Dan aku sangat termotivasi oleh teman-temanku yang senantiasa istiqomah tilawah minimal 1 juz per harinya. Tak ada alasan, entah sebagai ibu rumah tangga atau ibu bekerja. Entah punya 1 anak atau 5 anak. Punya khadimat ataupun tidak, mereka menunjukkan padaku tentang: jika niat telah bulat Alloh juga yang akan memudahkan kita.

Sesibuk apa pun kita, apa gunanya jika tanpa ruh AlQur’an yang mengisi dan menguatkan jiwa-jiwa kita.

Justru, semakin sibuk kita makin butuh kekuatan dariNya. Butuh sholat-tilawah lebih kenceng dari biasanya.

Thank You ikhwah ODOJ semuwanya…

4 thoughts on “ODOJ

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s