Pulang Kembali Ke Rumah

Alhamdulillah..

Malam ini, malam ketiga kami kembali ke rumah kami.

Lengkap rasanya,kembali merasa utuh sebagai keluarga. Setelah hampir 2 bulan lamanya mengungsi ke rumah orang tua karena rumah kami tengah direnovasi.

Banyak ritme dan jadwal sehari-hari yang berubah selama di rumah ortu. Ritmenya Alzam, aku termasuk bibi. Suami sih, lebih sering bermalam di Cibaduyut ngawasin renov rumah. Pokoknya merasa ga seutuhnya eksis sebagai keluarga kalo di rumah ortu. Bagaimanapun aku kan anak, jadi ya..ngikut aturan ortu. Jadi ga bisa seeksis di rumah sendiri atur ini itu.

Terusan, Alzam juga kasihan lebih sering rewel disana.
Ya, secara rumah ortu luas pake banget sekali. Jadi, Alzam juga sering ga kepantau udah ngilang kemana. Halamannya juga luas sekali. Airnya dingin banget, udaranya bikin menggigil kalo malem..dan isi penduduk di rumah ortu banyak. Ada kakek-nenek-om.Bikin banyak adaptasi terutama tentang pengasuhan Alzam.

Mungkin ini yang dirasakan oleh banyak keluarga saat membesarkan anak ditengah keluarga besar. Ada positif negatifnya sih. Tapi, sebagai yang terbiasa mengasuh Alzam dengan ‘caraku’ sendiri jadi mentolerir banyak hal atau mengelus dada dengan banyak orang yg ikut mengasuhnya.

Banyak perubahan sikap Alzam selama di rumah ortu. Lebih ‘usil’ dan ‘lebih emosi alias rewel’ ..mungkin karena adanya adikku yang baru kelas 6 SD.

Alzam sering diusilin, tapi lucu lho. Ternyata Alzam membalas keusilan omnya dengan cara yang persis sama. Alzam menyerap semuanya.

Masalahnya, candaan dan keusilan antara om dan ponakan yang satu ini ekstrim. Kadang pake main fisik. Fuh…capek melerainya..

Anak kelas 6 SD dan anak usia setahun saling rebut mainan atau guling-gulingan.
Yah, ternyata walau kelas 6 SD bisa juga berantem dengan anak usia setahun..huhuhuhu

Seperti biasa, aku juga ga begitu selera kalo makan di rumah ortu. Lebih nikmat makan hasil kebulan asap dapur rumah sendiri walo cuma telor ceplok. Ga ada rasa sungkan, bisa puas makan dan masak di rumah sendiri hehehe..
Di rumah ortu, aku harus bangun jam 3 dini hari di tengah kabut dingin, air yang kayak es saat nyuci beras dan sayuran. Kalo di rumah sendiri sih gpp bangun jam segitu, karena ga dingin udaranya.. alhasil deh, bawa oleh-oleh batuk dari rumah ortu.

Tapi ya, sebetah-betahnya di rumah ortu, ehh..ternyata bibi merajuk ingin segera pulang ke Cibaduyut.

Oke, ternyata bibi mulai ga nyaman. Pas juga saat rumah beres, pas bibi merajuk.

Alhamdulillah win-win solution.

Pada awalnya kan, pas nenek haji, pas juga rumahku baru mulai direnov jadi kami ngungsi ke rumah nenek. Sekalian mantau n nemenin om kecil di rumah. Sejauh itu sih, nyaman-nyaman aja. Kakek ga ikut haji,  aku sih  berasa nyonya rumah. Masih mantau dan ikut atur urusan rumah ortu.Bibi masak n beberes rumah ortu yang luas itu sambil nyuci baju n ngurus Alzam..salut banget.

Sepulangnya nenek dari haji, mulailah..aku menyerahkan pengaturan rumah kembali pada nenek. Bibi mungkin juga dilema, secara bibi kerja di aku bukan di nenek. Yah, akupun demikian..

Akhirnya rampung juga rumah kami direnov, kami pulang.
Alhamdulillah,rumah kami lebih lapang dan lebih kondusif jika bertambah anggota keluarga tahun depan. Adiknya Alzam perkiraan lahir awal Mei Lho..

Yah, bagaimanapun keadaan rumah sendiri,walo kurang ini itu, walo sederhana..tapi lebih baik tinggal sendiri, rumah kita sendiri.

Alhamdulillah..

 

kalo ini foto Alzam pas lagi main

Image

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s