Flek Pada Kehamilan

Kehamilan pertamaku kuketahui saat usia kandungan 4-5 weeks saat itu tanggal 30 Desember 2011 lalu kemudian anak pertamaku lahir pada 14 Agustus 2012. Flek kujumpai pada usia kandungan 35-36 weeks yang merupakan tanda jelang melahirkan 10 hari kemudian. Anak pertamaku lahir seputaran usia kandungan 37 weeks.

Kehamilan kedua kuketahui saat si sulung berusia 13 bulan waktu itu hasil test pack positif pada tanggal 18 September 2013 dengan usia kandungan 6-7 weeks. Sebelum positif testpack kutelah jumpai bercak flek yang kupikir haidh akan datang, nyatanya itu adalah flek nidasi penempelan embrio ke rahim. Kemudian flek kujumpai lagi pada tanggal 25 September 2013 berturut-turut hingga 5 hari. Hal ini mengharuskanku rehat dari semua aktivitas, termasuk perlahan mengurangi intensitas menyusui si sulung karena kandunganku yang rentan.

Bagi ibu hamil, menjumpai flek selama kehamilan adalah sesuatu hal yang membuat panik. Sedih, betapa tidak..yang ada dipikiran adalah: apa yang terjadi dengan janinku?

Yang jelas ketika menjumpai flek langkah awal adalah: istirahat, bedrest, hentikan aktivitas terlebih dahulu.
Lalu selanjutnya segera ke dokter untuk memastikan apa penyebabnya. Banyak faktor penyebab munculnya flek di trimester awal kehamilan, diantaranya: hamil di luar rahim, hamil anggur, Blighted Ovum , infeksi, ancaman keguguran, letak plasenta menghalangi jalan lahir, adanya polip, dsb.
Kendati demikian, banyak juga ibu hamil dengan flek sepanjang kehamilannya namun tidak mengancam janinnya.

Hal tsb dapat diketahui dari pemeriksaan USG. Lebih presisi pilih dokter kandungan dengan fasilitas USG 3 dimensi.

Perhatikan saran dokter juga rekomendasi resepnya. Bagaimanapun, dokter yang tahu ilmunya. Namun demikian, kita juga dituntut untuk cermat dan teliti. Kita boleh bertanya tentang kegunaan resep, efek samping dsb. Kita juga harus menceritakan kronologi flek kehamilan dan riwayat kehamilan sebelumnya (jika pernah) agar dokter mempunyai gambaran utuh.

Sabar, positif thinking dan selalu berdoa. Hanya Alloh yang menciptakan kehidupan. Termasuk kehamilan bukan? Hanya Dia lah yang dapat meniupkan kehidupan.

Doa diiringi berprasangka baik akan menguatkan mental kita🙂

Sharing..berbagi perasaan dan pengalaman dengan keluarga, sahabat. Utamanya berbagi rasa dengan yang pernah mengalaminya juga. Dukungan orang-orang terdekat menguatkan ikhtiar kita, mengokohkan kesabaran, bahwa kita tak sendiri.

Ikhtiar butuh kesabaran..
Sabar adalah salah satu kunci untuk melewati fase ini. Saya salut dengan kisah para ibu yang harus bedrest berbulan-bulan. Sabar dengan segala keluh kesah payah kehamilan. Mempertahankan kehamilan dengan ikhtiar semaksimal mungkin.

Ahh ya, termasuk diriku tak mungkin bisa hidup jika bukan karena ibuku mempertahankanku dengan bedrest berbulan-bulan. Saat ibu mengandungku, ibu mengalami flek dan pendarahan yang banyak yang mengharuskannya berbaring di tempat tidur berbulan-bulan.

Lalu, berkaca dan melihat kesungguhan para ibu menyayangi mencintai janinnya hingga rela bersabar mempertahankannya… Kupikir ini semua adalah cinta yang bersemi sebelum bertemu. Cinta ibu adalah naluri alami yang tumbuh bahkan sebelum bertemu anaknya. Cinta suci yang membuatnya rela berkorban, bersabar ..

Alhamdulillah, flek kehamilan keduaku ini berhenti di hari ke-6 aku bedrest. Walau sebenarnya aku tidak bedrest total. Suami di luar kota, si sulung masih batita , walaupun ada bibi yang membantu. Ada beberapa hal yang mau ga mau aku turun tangan mengerjakan.

Syukur, bahagia..hal ini juga pengingat bagiku agar tak boleh terlalu lelah lagi. Setiap kehamilan membawa cerita berbeda.
Flek ini membuatku lebih berhati-hati menjagamu nak.. Baik-baik yah nak, mari kita bersemangat🙂

Alhamdulillah Ya Allah…

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s