new chapter

Alhamdulillah..sudah dua Minggu ada seorang bibi,awalnya kami masih di Rumah ortu, masuk ke minggu kedua boyongan deh ke Rumah sendiri (lagi)..

Saya tipe yang senang memanfaatkan momentum,moment ini seperti membuka lembaran baru lagi..

Memulai semua dengan semangat baru..memerbaiki Hal-Hal yang saya anggap lalai ttg anak Dan Rumah , misal: kurang gencar menggunakan clodi utk my baby, ga rapih, ga rajin dsb..

Kehadiran bibi baru buat saya bersemangat baru..

Pola asuh baru, penanaman pengasuhan bagaimana yg saya inginkan, kalo untuk clodi alhamdulillah mulai mendominasi 50:50, belum full clodi..

Sehubungan dengan air di Rumah yang mulai baik..semoga awet air jernihnya..jadi clodi ga rusak n awet..

Manajemen bibi yang sekarang ada banyak perbedaan dengan yang dulu..dulu, mungkin karena kondisi saya yg sepulang dari RSB belum pulih Lalu masuk ke Rumah baru yg masih beraroma boyongan, bisa dibilang bibi dulu ngehandle semuanya..sementara saya di fokus urus newborn tanpa keluarga.

Dan untuk mewarnai atau merubah polanya kadung susah,karena diawali dari diberi kepercayaan menghandle semua urusan.

Untuk yang sekarang, kondisi saya berbeda..saya bisa menerapkan apa inginnya saya, saya bisa ikut kerja bersama..

New chapter..
Seperti memasuki babak baru, tetangga-tetangga anak-anaknya udah pada gede-gede, bayi-bayi yang dulu newborn sudah membesar menggendut tumbuh rambut lebat *aaaa cantiknya bayi-bayi perempuan tetangga (naksir sama baby afiya), terus yang dulu seumuran Alzam udah jadi toddler (kenapa saya baru sadar), terus 2 orang bayi udah bisa jalan kemana-kemana (lucuuu). Beberapa Rumah tetangga mulai sibuk renovasi, maklum semua sama-sama keluarga muda..beli Rumah sederhana Lalu pelan-pelan penambahan Dan perbaikan.

Hubungan sosialisasi yang tadinya sudah jenuh, tersegarkan kembali..jadi malah akrab dengan teteh warung, karena kangen. Jadi akrab dengan tetangga lainnya, karena kangen..

Akhirnya, masih belajar tentang semua ini: Rumah tangga, bertetangga, mengatur Rumah, khadimat Dan semua..tapi ada bekal tersendiri oleh-oleh dari ngungsi ke Rumah ortu 2 bulan.

Saya lebih meresapi Dan mendalami manajemen ibu mengatur Rumah. Kedisplinan beliau yang sengaja bangun malam untuk menyiapkan apa-apa yang dibutuhkan untuk esok hari (masak, mencuci, beberes).

Jika dulu, saat status saya masih anak saja, rasanya biasa melihat ibu seperti itu. Sekarang setelah status saya bertambah menjadi ibu sekaligus istri, melihat Cara ibu menghandle intern Dan extern Rumah adalah inspirasi tersendiri.

Jadi, membuat diri ini bersemangat: walau bekerja saya juga ingin menjadi ibu professional di Rumah..

Di Rumah ibu 2 bulan kemarin, adalah masa penggemblengan diri saya. Karena walau capek sepulang kantor ibu tetap komen kalau saya lalai Dan ga rapih..jadi, karena ga enak numpang di Rumah ortu: setiap malam saya bangun tengah malam untuk menyiapkan semuanya untuk Alzam esok hari, daya juang ini muncul karena di Rumah ortu juga tak ada khadimat..jadi botol-botol Dan peralatan makan Dan masak alzam , ibu geletakin aja, karena saya yang harus bertanggung jawab mencucinya.

Mencuci-mencuci baju-baju, biasanya kucek-kucek di wiken (ga ada mesin cuci, kata ibu kalo udah tua justru Bagus olahragaa jari dengan mencuci -_-)..wiken juga jadi waktu untuk menyapu ngepelin Rumah ortu yang luwass ituu, mau ga mau, itu kan jadi area alzam menjelajah..yah begituh,terus kalau mau makan ya inget-inget jangan egois ntar orang Rumah lain ga kebagian (busui kelaparan)..jadi 2 bulan kemarin, kehilangan 2 kilogram masa tubuhku.sempat nembus 48 kilogram yang mana berat Badan saat SMA..Lalu WP-WP yang lapor di kantor pada bilang ‘ Bu Sarah diet?’..sampai ada pegawai yang menasihati ‘Jangan diet, nanti sakit..’
Andai mereka Tahu, jam kerja saya di kantor di loket TPT nonstop WP itu Dan di Rumah tengah malam, coba deh pasti kurus.Ibuku Tahu aku capek, tapi tetap membiarkanku bertanggung jawab untuk urusanku.

Itulah masa penggemblengan yang mana, malu numpang Rumah ortu dan bikin berantakan juga repot..jadi, pengen perfect Dan kalo bisa ngebantu ibu *tetep sih, ibu yang ngebantuku padahal

Hingga akhirnya kehadiran bibi ini, bikin urat-urat syaraf longgar hahahhaha..ga tegang belum ini-itu..terutama masalah cucian. Lalu, setelah 2 minggu kehadiran bibi, ibu mulai menunjukkan taringnya: ayo pindah!

Kalau bukan karena desakan ibu, mungkin masih berleha-leha di Rumah ortu.

Finally, new chapter..
بِسْــــــــــــــــــــــمِ اَللّهِ ارَّحْمَنِ ارَّحِي..

*mikir..bisa gak yah aku sedisiplin itu ke anak-anakku, nyontek dari DPnya Petta kalo ga salah:

Menjadi ortu bukanlah menjadi pelayan bagi anaknya,namun Membantu anak untuk bisa melayani dirinya sendiri karena itu yang ia butuhkan kelak..

Ya begitulah ibuku..yang berusaha agar anak-anaknya bisa bertopang di kaki sendiri *emang sih saya manja, harus dipaksa diginiin biar Mandiri *ngaku

Ketahuan banget, saya bener-bener masih kanak-kanak dalam pola pikir dsb..kadang malu sama ibu, wohahaha..

Yah, semoga bisa amanah mengurus anak Dan Rumah..happy day🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

2 thoughts on “new chapter

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s