motivasiku menjadi PNS :)

Gini loh..menjadi PNS itu berarti menghabiskan 2/3 hidupku di birokrasi..

Kebayang ga?
Senin sampai dengan Jum’at berangkat pukul 6.30 (sekarang aku berangkat lebih pagih loh, Dulu kan biasanya jam 7 an) bahkan beberapa ada yang sejak subuh Hari, Lalu sampai rumah maghrib (sekarang aku pulang lebih larut loh) bahkan ada yang sampai rumah pukul 8 atau 9 malam..

Di rumah, hanya numpang tidur setelah pulang kantor, Lalu esok Hari berangkat lagi..

5 dari 7 Hari kita habiskan di kantor..

Belum kalo ada lembur, dinas dsb..

Aku menjadi PNS sejak usia 23 tahun, Lalu pensiun usia berapa sih? 58 tahun ya?

Coba berapa puluh tahun yang kamu habiskan di birokrasi, jika usiamu hanya sampaai 60 tahun..

Iya, kamu telah menghabiskan masa hidupmu untuk mengabdi pada Negara..

Sounds great yeah?!

Cobaa..jadi, masa sekolahmu: dari SD hingga kuliah, demi menimba ilmu ..Lalu kemudian kamu amalkan di dunia birokrasi..

Hari-harimu, usia produktifmu Kau kontribusikan sebagai pelayan masyarakat..sementara yang lain, mungkin memilih bekerja di non government atau buka usaha sendiri..

Coba, pikir deh, betapa apa yang kamu perbuat adalah amalan unggulan yang kelak bisa kamu banggakan di akhirat kelak..

Yah, inilah kontribusi nyataku, inilah sumbangsihku untuk agama Dan bangsaku..aku yang langsung terjun ke ranah birokrasi yang langsung beraksi berkontribusi bukan hanya diskusi Dan mencaci akan bobroknya bangsa ini..

Aku yang seorang ini, walau hanya berbuat kecil, bekerja jujur, amanah Dan professional ..aku yakin amalan ini bisa menjadi amalan unggulan yang memperberat timbangan amal kebaikan di hadapanNya kelak..

Aku ingin, 5 hari yang kusumbangsihkan bagi Negara tiap minggunya menjadi hari-Hari penuh arti, penuh berkah, bernilai ibadah..

Tau kan, betapa menyingkirkan duri jalan saja ibadah,,
bagaimana menurutmu tentang seorang PNS berintegritas yang membantu melayani masyarakat dengaan tulus ikhlas..ibadah banget!

Ini adalah kerja nyata, memerbaiki bangsa lewat kerja nyata..

Peran PNS adalah peran strategis untuk merubah bangsa ini..

Mana, mana PNS nakal?!
Yakinlah, bahwa tak ada tempat bagi kecurangan Dan kemaksiatan di tengah arus keterbukaan informasi Dan modernisasi..

Yang bathil akan tergerus tertinggal menghilang, yang benar akan selalu menang..

Ayo PNS amanah tumbuh suburlah dimana-mana, anak keluargamu dibiayai oleh masyarakat, bedak yang Kau pakai, kendaraan, rumah..gajimu dibayar oleh masyarakat..

Andai, orang-orang pandai itu lebih memilih berkarya untuk merubah bangsa ini dengan menjadi PNS..

Aku yakin, bangsa ini akan menjadi lebih baik..

Proud to be PNS🙂

*eaaaaaa keracunan apa nulis ginian

Maksudku gini, sebagai ibu aku tentu sangat gelisah, gulanah, dilemah!

Betapa teganya aku meninggalkan anakku untuk pergi ke kantor! Tega mentega banget sih! Uhuhuhuhu

Tapi, aku kembali lagi pada niat awal..niat yang dahulu sempat kusangsikan tapi kemudian diperkuat kembali oleh wejangan Pak suami, sang PNS sejati..

Pada awalnya, di peta hidupku yang kubuat saat aku berusia belasan tahun..

Bekerja adalah batu loncatanku untuk menjadi seorang wirausaha..ngumpulin modal gitu,,

Dan, aku juga udah persiapan banget, merencanakan (walo dalam mimpi ahahaha) suatu Hari nanti aku punya bisnis raksasa, aku tinggal ongkang kaki berlibur di Hawaii, tapi uang ngalir terus..

Wott! Terus, apa yang kudapat dari bisnisku? Kalo udah kaya mau apa? Mau ngebantu banyak orang, ibadah haji, ngebangun banyak Sekolah, rumah sehat dsb..

Aku Lalu terdiam, mimpi seperti itu sederhana sekali..egois banget..kalo setiap orang berpikiran demikian, siapa yang mau bekerja di birokrasi negeri ini..

Aku Tahu menjadi kaya adalah hak tiap individu, tapi menjadi pengabdi bangsa siapa yang rela?
Siapa yang rela menghabiskan usia produktifnya menjadi aparat Negara..gaji ngepas, semua ngepas, ahhh tampak pas-pasan..

Gini, aku kuliah di Sekolah kedinasan, gratis! Negara yang bayarin Dan konsekuensinya ada ikatan dinas 10 tahun setelah kuliah..

Saat kuliah kedinasan Aku banyak menyerap ilmu spesifik untuk bekerja di birokrasi , lantas, aku berpikir..ilmu ini sayang jika tak kutunaikan haknya dengan menjadi PNS..

Walau dengan egois, bisa saja aku tak peduli Dan lebih memilih menjadi seperti yang lain: menjadikan profesi ini sebagai batu loncatan

Tapi, hati tak tega..
Jika bukan kita, siapa lagi..siapa lagi yg kelak merubah bangsa ini ..walo aku memang PNS biasa ahahahah..cuma, minimal PNS jujur udah cukup..apalagi terkait maraknya KKN di dunia birokrasi kan..

Nah itulah, itulah yang membuatku mentega ninggalin anak di rumah..

Mentega banget ya, emang dah..
Bukan ninggalin anak buat kerja, tapi buat merubah bangsa..

Sebisa mungkin aku jg memenuhi hak pengasuhan Dan perawatan baginya, ASI eksklusif, menyiapkan makanan bergizi sehat dsb
Walo aku Tahu ketidakhadiranku di Hari-harinya adalah suatu kementegaan…

Capek, lelah, ga mudah..
Kalo egois, aku pengen keluar kerja! Sungguh lebih enak bersama anak di rumah..

Tapi ga sependek itu pertimbanganku..lagipula suamiku, sang PNS sejati itu pun yang Dulu saat awal menikah telah mencuci otakku..katanya udah disekolahin Negara kok malah ga kontribusi *ini sudut pandang yang masih bisa debatable

Siapa yang enak, sudah capek di kantor Dan capek di perjalanan, pulang ke rumah harus ini itu, siapin keperluan anak dsb..
*ini malem buta gini habis cuci-rebus botol Dan masak..alzam kumasakin bubur Dan tumis telur kampung, tempe,kaylan, brokoli, tomat..pake zaitun tumisnya..enak banget nyam nyam abis, soalnya kupakein unsalted butter juga hihihi wangi…besok alzam tinggal makan

Enakan di rumah tau, daripada kerja..rempong, Dan kudu disiplin waktu..belom kalo kerja di ibuhkotah, salut deh sama emak-emak ibuhkotah..

Tapi kalo ingat kembali apa motivasiku jadi PNS, aku semangat..
Melayani masyarakat dengan senyumm hangat *eaaaaa meleleh deh

Mari kita rubah bangsa dengan profesi kita sebagai PNS professional🙂

demikianlah, tulisan yang kutulis untuk menyemangati diriku, dirimu, Dan dirinya …

*udah ahh, mau masukin tumisan sayurnya ke kulkas..ini sembari nunggu tuh sayuran mateng..

Posted with WordPress for BlackBerry.

21 thoughts on “motivasiku menjadi PNS :)

  1. cinderellazty says:

    Semangat menguar membahana dari tulisan zarah saferawati PNS teladan, ibu yang hebat… Insya Allah jika karena Allah, maka Allaah lah yg akan menjagamu dan keluarga
    Semangaaat
    Aku mah salut angkat topi sama sera, kagum sama kehebatamu seriuuussss
    Moga Allah di awal dan di akhir ya ser
    Semangaaat

  2. lrbersih says:

    Beberapa anggota keluargaku juga para PNS jujur. Mereka benar2 bekerja keras tak hanya untuk mengerjakan pekerjaan pokoknya, tapi juga pekerjaan ‘membereskan’ pekerjaan orang2 lain yang tidak amanah. Semangat, Mbak. Anaknya titip ke saya aja. Orang Bandung, kan? Heheh… ^^ Biar main sama dua anak sy😛 heheh…

  3. punyahannawilbur says:

    Sy sih tetep mendukung Mbak untuk berjuang merawat anak. Heheh…
    Tapi itu mungkin karena aku ingin meng-home school semua anak2ku. Alhamdulillah ketika anak2 ‘homemade’ dengan visi-misi yg jelas, hasilnya lebih baik.

    Tapi itu terserah Mbak, semoga Allah meridhai setiap nat tulus Mbak ^^. Aamiin.

      • punyahannawilbur says:

        Sy blm ikut komunitas ttt, tapi mungkin klo menemukan sy bakal ikut. Akan lbh bagus klo bergabung dgn yg sepemikiran dn bs ngasih ide2 dan inspirasi ^^.

        Berhubung anak2 pada masih kecil, jadi sy alami aja. Fokus kami skrg lbh ke pelajaran moral dan aktivitas sehari-hari. Selain anak dilibatin ke kegiatan sehari-hari (memasak, mencuci baju, menjemur pakaian, dst), kita juga suka nyanyi2 bersama. Sy memang demen merusak lagu, jadi suka gonta-ganti lirik lagu^^’ he2. Jadi dr anak2 bayi dinyanyiin lagu angka2 1-10 (buatan sendiri), huruf hijaiyah, alfabet Inggris, alfabet Indonesia, nama2 nabi, nama2 malaikat, dst.

        Sy nikmati aja, gak ada target2 yg sy tekankan ke anak2. Sy ingin mrk merasa belajar itu sesuatu yg alamiah (dan memang untuk anak2 belajar adalah nature-nya mrk). Alhamdulillah seneng juga pas di bank ada ibu2 yg kaget denger anak sy yg pertama (3 tahun kurang 3 bulan) nyebut2 angka. “Ih, pinter. Udh sekolah?” kata ibu itu. Sy jawab “enggak, cuma suka nyanyi2 aja di rumah…” Anak sy itu msh aja ‘ngoceh’ sendiri, komentarin nomor antrian, lalu ibu itu nanya lagi, “Tuh, bisaan… Ikut PAUD gak, bu?”
        Ada perasaan bersyukur udah memutuskan untuk terjun langsung menjadi Pendidik anak2🙂.

        Ada bnyk buku2 tentang pendidikan dan homeschooling. Sy beli2 di Toko Buku Second juga ada. Sy dpt bnyk inspirasi dr buku2 Montesori, Accelerated Learning, Accelerated Teaching, HomeSchooling Keluarga Kak Seto, dst.

      • zarahsafeer says:

        mbakkkkk…makasih sharingnya..sharing2 di blognys juga dung..kyknya klo komunitas home schooling mulai tumbuh banyak di Fb atau milis ..aku jadi kepengen beli buku2nya..ahahahha..mau ngubek2 buku di Palasari ahhh

      • punyahannawilbur says:

        Sip, sudah sy share sebagian bahan yg sy punya di post terbaru ^^. In shaa Allah yg lainnya menyusul😀.

        Klo pun gak homeschool, kita bakal ttp jd ‘ortu yang lbh baik’ dgn baca2 buku tentang pendidikan ^^.

  4. Nda says:

    eleeeeeeh, mau nyombong jadi PNS? lu kira kagak ada yang mau jadi PNS? lu kira mulia banget lu mau jadi PNS? *_* Banyak kali yang mau jadi PNS tapi gak bisa. Lu kira yang daftar STAN berapa ribu orang? Yang lulus cuma berapa? sombong lu!! mentang-mentang PNS! Jangan sok deh!

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s