kemandirian hidup

Sekedar perenungan..
Ibuku, bercita-cita menjadi ibu rumah tangga, mengasuh anak-anak, menemani tugas bapak kemana saja..

Ibuku, lulusan sarjana yang menghabiskan waktu 7 tahun untuk menamatkan kuliahnya dikarenakan terpotong cuti hamil-melahirkan aku Dan adikku..

ibuku, cerdas jika menilik prestasinya di bangku Sekolah..ibuku sempat bekerja macam-macam bahkan yang tak ada hubungannya dengan studinya di kampus, ibuku suka berjualan, dimulai dari kue dan roti yang ia buat,aksesoris yang ia jahit sendiri, makanan ringan, sampai cateringan kecil-kecilan..

Ibuku detail, rapi, teliti..terutama untuk catatan keuangan..100 rupiah pun bisa ditelusur..bahkan, catatan keuangannya dari bertahun-tahun Lalu masih ada..

Namun ibuku berkata bahwa, menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya bukanlah Hal yang ringan, bukan tentang pekerjaan rumah tangga yang tiada habisnya..

Tapi, tentang cita Dan asa..tentang kemandirian Dan ketidaktergantungan..

Oleh karenanya, ibuku masih berusaha bisa mencari Dan mengumpulkan uang sendiri, bagaimana jika bapak pensiun nanti..

Semua ia lakukan sendiri: dimulai dari ke bengkel motor,mengantar jemput anak Sekolah dengan motor, memasak mencuci membereskan rumah, mengajari anak-anak belajar, bahkan menemani kami belajar sampai subuh, jika kami ada ujian, maka ibuku yang belajar Lalu mengujikan pada kami, memilihkan Dan mencarikan Sekolah bagi kami karena bapak sibuk, merawat kami ketika sakit,mendengarkan curhat kami,..

Ibuku yang selalu bangun lebih awal dari kami Dan tidur lebih larut dari kami..

Ibuku yang tak pernah membeli baju karena uangnya dipakai membayar Les anak-anaknya..

Ibuku mengendarai motor otok-otoknya untuk mengantarkan penggaris, buku, atau pianika yang ketinggalan di rumah saat Sekolah..

Ibuku yang pernah berkata:
‘udah gapapa, nanti kamu punya Mobil volvo dari jerih payahmu sendiri..’

Kalimat itu ibuku lontarkan saat aku kelas 2 SMA, saat aku berkata betapa borjunya teman-teman SMAku, sampai-sampai ada yang bawa Mobil volvo..
Orang tuaku tak pernah membelikan anak-anaknya kendaraan

Ibuku yang bilang, bahwa wanita harus Mandiri tak bisa sepenuhnya bergantung pada suami, tak boleh manja Dan selalu minta dilayani..

Semua Hal yang diraih ada kerja kerasnya, tak ada yang diperoleh sekejap instan semata..

Bahkan, ibuku yang bilang:
Setelah menikah segera tinggal sendiri pisah dari orang tua..satu rumah itu baiknya hanya ada satu kepala keluarga

Hingga saat ini, tak ada yang bisa kuberi untuk ibu..kemandirian adalah hadiah dari kami untukmu Bu..

Saat aku bercerita pada ibuku, tentang teman-teman seangkatan SMA yang tengah melanjutkan Studi Dan bekerja di luar negeri..

Mata ibuku berkaca-kaca..ia sedih tak bisa mengantarkan kami Sekolah setinggi-tingginya..

Bahkan kuliahku pun gratis..

Ibuku, yang mengajarkanku arti kemandirian, yang membuatku terbiasa makan masakan seadanya karena uang belanja dipress untuk dialihkan ke biaya les Kursus anak-anaknya..

Ibuku yang mengajarkanku, hidup tak hura-hura..aku tak suka mall, tak suka jajan, tak suka belanja..

Ibuku yang membuatku berpikir akan prioritas hidup ini..cita-cita Dan ada Hal yang penting dalam usia kita yang terbatas..

Minimal, jadi orang Mandiri..tak merepotkan siapa pun bahkan bisa membantu sesama

Kemandirian ini pula yang membuatku saat hamil tak minta diantar jemput,walau sebenarnya ada orang tuaku.. tapi aku yakin bisa melalui dengan berdesakan di Angkutan umum..walo muntah payah..
Aku malu sudah menikah tapi merepotkan orang tua, aku takut kena omelan ibu..

Kemandirian ini yang membuat adikku, sendiri di ibukota bekerja pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya, sendiri..ke luar pulau ke luar negeri..padahal dia wanita..

Mandiri yang membuat kami mengenalNya, bahwa tak ada sesuatupun yang patut kami bergantung kecuali padaNya..

Walau sejujurnya aku masih cengeng Dan banyak ketakutan akan Hal-hal sepele, masih manja Dan menikmati zona aman..

Dan menjadi ibu bekerja itu adalah amanah ibuku padaku..
Tak berani aku mengingkari amanah ini..menjadi PNS ada tenang di hati, bekerja utk masyarakat-bangsa-Negara..non profit Dan ikut memerbaiki bangsa..

Hati kecilku sangat mencintai profesi ini, jika aku bekerja bukan sbg PNS mungkin aku juga ga akan sebetah ini..

Ibu..yang selalu memaksa kami anak-anaknya agar bisa Mandiri,walau jujur aja..aku masih berlabel manja..

Posted with WordPress for BlackBerry.

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s