prestise ASI

Ga bisa dipungkiri bahwa ternyata Hari gini masih ada saja pemahaman kasih asi eksklusif kurang prestise..

Dimulai dari: agar bayi montok, agar bayi kenyang, agar bayi ga rewel, agar ibu tidak kecapekan, dsb..

Bahkan ibu saya pun, yang notabene berpikiran modern tetep ya waktu saya Hamil bilang gini:
‘kamu kan kerja, kalo cuti bersalin habis terus masuk kerja pake susu formula gapapa, nanti Badan kamu sendiri yang capek nyusuin sambil kerja..apalagi anakmu laki-laku, mimiknya banyak..ntar badanmu habis kesedot bayi.’

Wealaahh ternyata bener juga kata ibuku dalam Hal: Badan saya habis..

Setidaknya saat alzam boy usia 4 bulan dgn memberikan asi langsung Dan asi perah, berat Badan saya minus 1 kilo dibanding sebelom Hamil..
Tapi ya, berat Badan defisit sih tapi bentuk Badan ga bisa menipu kan kalo udah punya anak..

Nah..kadang saya masih saja heran dengan para ibu yg tanpa alasan khusus sengaja memberi asupan sufor untuk bayi mereka, dengan alasan demi prestise..
Asi mereka banyak, Dan full time mother..

Alasan capek, lelah, kalo menyusui rasanya janggal ngedengernya..walauu..memang ga bisa dipungkiri menyusui itu memang perjuangan..ada lelahnya, gimana ga capek, nutrisi asi diambil dari cadangan nutrisi tubuh ibu..
Belum lagi perjuangan: lecet2 di awal menyusui, berdarah putingnya dsb..drama begadang karena anak menyusu tengah malam dsb..

Tapi..sesungguhnya tanpa qta sadari, Allah tengah membentuk karakter2 para ibu susu ini menjadi karakter ibu terbaik untuk anak2 mereka..menguji Dan melatih kesabaran, kekuatan Dan daya tahan..
Ini baru latihan..masih banyak tantangan bagi para ibu ke depannya..masa’ keok di tantangan menyusui ini..

Alhamdulillah , jika telah berhasil melaluinya Dan menyandang predikat sebagai ibu susu eksklusif ..ga terpikat pada godaan keegoisan: menyerahkan nutrisi anak pada sufor

Tulisan ini, ga berlaku untuk ibu dengan keadaan Dan masalah laktasi, karena ga bisa dipungkiri juga..banyak yg tidak berhasil menyusui karena berbagai faktor medis ataupun sikon tertentu..

Tulisan ini hanya merupakan wujud keprihatin bagi mereka yang tak ada kendala laktasi tapi memilih sufor demi sebuah prestise..

Entahlah..
Kadang ga habis pikir, kalo dicari dari segi kepraktisan: asi jelas lebih praktis, tinggal sodor langsung lep..
Segi ekonomis: jelas asi gratis, sufor mahal bok! Mahal banget *walo aku sendiri ga tau berapa harganya
Segi nutrisi: yang terbaik ya ASI lengkap dgn imunoglobin, enzyme , Dan zat2 lain yang belum diuraikan yang samsek ga ada di sufor..dan kata siapa anak asi ga bisa gendut? Keknya itu masalah bawaan tiap anak aja..soalnya baby boyku gendot..

Bukan, bukan maksud mencibir atau gimana gitu Sama ibu yg ngasih sufor..cuma..coba deh, buka mata ,hati, pikiran lebih lebar demi Kesehatan anak2..investasi masa depan mereka..

Banyak manfaat dari menyusui ga cuma dari segi Kesehatan aja, tapi juga membangun hubungan kasih sayang dgn anak..transfer nilai2 pembentukan karakter kepribadian dsb..

Aahhh..masa hanya karena sebuah prestise, ibu rela menukar Kesehatan anaknya ..

Semua telah diciptakan Allah pas, sesuai, ada qadrnya..aku yakin semua ibu bisa berusaha untuk menyusui..

Ibu bekerja pun tak ada kecuali, sungguh kalopun memilih bekerja..coba pikir, apa asyiknya kerja kalo anak sakit2an , ga konsen kerja juga kan?

Dengan memberi asi, ibu telah memberikan investasi Kesehatan terbaik untuk sang anak, walo ga bisa ditepis bahwa anak asi bisa juga sakit..wajar, yang membedakan adalah anak asi mempunyai daya tahan yg lebih kuat

Komunitas ibu bekerja yang menyusui pun sangat banyak..
Yang terjadi pada lingkungan kerja wanita berpendidikan adalah : booming asi perah, prestise sufor bergeser menjadi asi eksklusif ..

Ibu-Ibu bekerja menyusui berbondong2 bergabung dalam komunitas yang saling menguatkan Dan menyemangati untuk berjuang memberikan asi walau seharian tak berada di rumah..

Asi tetap bisa diberikan, lewat metode perah-simpan-saji..
Ahhh..betapa kagum saya pada wanita2 yang berjuang memberi asi eksklusif ..entah ibu rumah tangga ataupun ibu bekerja..

Prestise Sufor perlahan memudar Dan tergantikan oleh asi eksklusif ..

Hal ini berkat peranan media sosial yang dengan cerdasnya dijadikan ajang bagi para volunteers untuk giat mempromokan asi..

Aahhhh..sungguh saya ingin berterimakasih banyak pada komunitas: aimi , ayah asi , theurbanmama, dsb..

Walau bekerja, tapi tetap bisa memberikan asi..adalah sebuah prestise bagi saya..

Sungguh banyak pahala yang tengah kau tabung wahai busui, inilah istimewanya wanita..

🙂

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s