Trip To Belgium: Bertemu Mohamed Dan Mohamed

Aku tidak tahu apa yang menyebabkan Mohamed yakin bahwa kami adalah pemesan mobilnya. Mungkin karena kami hanya satu-satunya turis yang masih kelayapan tengah malam di area stasiun. Saat kami keluar dari stasiun dan kebingungan mencari Mohamed di antara mobil lainnya, dia memanggil dan menyambut kami. Mohamed membukakan pintu bagasi mobil Mercedes-nya, dengan sigap ia membantu kami memasukkan dan menata barang bawaan. “Oh, kalian membawa bayi?” Mohamed terlihat sedikit terkejut saat aku mengangkat Aisyah dari kereta dorongnya.

 Urusan kereta dorong ini kadang merepotkan, karena kebetulan yang kami punya lumayan memakan tempat saat dilipat. Walau demikian, kereta dorong ini begitu banyak manfaatnya, aku rasa tidak ada yang seberguna ini yang mampu bermanuver dengan berpenumpang dua orang anak. Walau desainnya untuk satu orang anak duduk di kursi, namun terdapat tatakan kaki bagi anak yang lebih besar agar dapat berdiri di belakangnya. Jika kereta dorong lainnya terdapat dua kursi untuk tandem, namun ini cukup satu. Jika kereta dorong lain yang berkursi satu menggunakan buggy board yaitu papan tambahan bagi anak yang lebih besar agar dapat didorong bersama, maka ini sudah terdapat tatakan kaki.

Sungguh urusan kereta dorong ini adalah hal yang penting bagi orang tua yang memiliki bayi dan balita di negara maju. Karena transportasi public terasa aman dan nyaman, kereta dorong memudahkan orang tua bepergian membawa anak-anak mereka. Biasanya selalu terdapat ruang di dalam bus, kereta, atau trem bagi kursi roda dan kereta dorong bayi. Budaya berjalan kaki juga terkadang merepotkan jika berjalan bersama anak balita, kereta dorong ini begitu memudahkan. Tentu saja, trotoar dan area pejalan kaki begitu nyaman bagi orang tua membawa anak-anak mereka dengan kereta dorong. Apalagi cuaca di negara 4 musim begitu cepat berubah, jika angin dingin menerpa, panas menantang terik, hujan datang tiba-tiba maka anak akan tetap aman berlindung di dalam kereta dorong.

 Aku segera membuka pintu mobil belakang, agar anak-anak segera dapat beristirahat. Yogy terlihat kikuk karena salah membuka pintu depan, dia membuka pintu supir di bagian kiri. Belgia dan negara-negara Eropa adalah penganut right-driving countries dimana jalan kendaraan melalui lajur kanan sehingga letak roda kemudi di sebelah kiri. Sementara Indonesia dan Inggris menerapkan aturan left-driving countries dalam berlalu lintas, sehingga letak setir berada di sebelah kanan. “Oh, maaf aku lupa jika di Eropa letak kemudi di sebelah kiri.” Kata Yogy bingung saat salah membuka pintu. Aku begitu menikmati berada dalam Mercedes matic-nya. Joknya empuk dan isi kabin mobil terasa mewah. Anak-anak terlihat sangat antusias walau mengantuk, mereka juga ikut menikmati sensasi Mercedes yang aku tidak tahu seri berapa tapi aku rasa ini seri baru. Mobil pun melaju menuju tujuan.

            Yogy duduk di kursi depan dan mengobrol banyak hal dengan Mohamed. Mohamed, aku perkirakan usianya sekitar 35 tahun, wajahnya campuran antara Eropa dan Afrika Utara, yah khas wajah Maroko. Rambutnya berwarna kemerah-merahan dan sedikit ikal, kulitnya putih, hidungnya mancung tentu saja, perawakannya sedang  dan mata  besar cekungnya mengingatkanku pada Babe, ayahku. Mohamed lancar menggunakan Bahasa Inggris. Entah darimana dan siapa duluan yang membuka percakapan hingga akhirnya, kami sama-sama yakin bahwa kami adalah sesama saudara Muslim yang dipertemukan. “Masya Allah, Masya Allah, Masya Allah…” adalah kata-kata yang sering dia dan suamiku ucapkan. Kami begitu tak menyangka disambut oleh saudara di perantauan. Alhamdulillah, kami merasa begitu dimudahkan, dan disambut oleh indahnya Islam di tanah Eropa.

            Mohamed sesekali tampak berpikir saat berbicara, ia terkadang mengucapkan Bahasa Prancis lalu menganulirnya lagi dengan Bahasa Inggris. “Kalian tahu Berber (Barbar)? Nenek moyangku berasal dari bangsa Berber. Kampung halamanku di Marrakesh, sekali-kali kalian harus datang.” Mohamed menceritakan tentang keluarga dan kampung halamannya. “Oh iya, tentu saja, aku ingin sekali mengunjungi Maroko. Tapi saat aku melihat tiket pesawat dari Inggris ke Maroko rasanya cukup mahal, jadi aku membawa keluargaku keliling Eropa.” Ujar Yogy. “Ya, bulan ini memang harga tiket ke Maroko gila-gilaan. Kamu bisa mencobanya saat bulan Agustus nanti, biasanya harga tiket membaik.” Saran Mohamed. Kota Brussel tengah malam masih terlihat sepi dan damai. Jam di dashboard mobil menunjukkan angka 01.30. “Berapa lama kita akan sampai di penginapan?” Tanya Yogy. “Tidak jauh, paling lama 30 menit, aku rasa bisa lebih cepat.” Jawab Mohamed mantap.

            Aku mulai cemas waktu sahur ternyata hitungan jam lagi. Namun kami belum mengisi perut dengan makanan berat, untuk sahur pun kami tidak memiliki bekal. Bahkan kami belum menunaikan sholat Maghrib dan Isya yang rencananya akan kami jama’ di penginapan. Tidak disangka begitu banyak kendala di perjalanan hingga bertemu dengan Mohamed sekarang. “Pukul berapa kita sahur nanti?” Yogy bertanya pada Mohamed. Sebenarnya ini hanya pertanyaan pemastian karena kami tinggal mencari Brussel prayer time di internet. “Fajar terbit sekitar pukul 3. Sebentar, aku pastikan dulu…” Kata Mohamed sambil sibuk mencari sesuatu di laci dashboard lalu dia  membuka kotak penyimpanan di dekat persneling. Selembar kertas dia berikan kepada Yogy. “Kamu bisa melihat jadwal sholat Brussel di lembar itu. Aku berikan untukmu.” Kata Mohamed sambil  memberikan lembaran jadwal sholat. “Oh Brother, aku tidak begitu memerlukannya. Kami cukup satu hari di Belgia lalu besok kami akan ke Belanda. Ini kamu simpan saja atau untuk yang lainnya, barangkali ada yang lebih membutuhkan.” Yogy menolak secara halus. “Kamu yakin?” Tanya Mohamed memastikan. “Tentu saja.” Kata Yogy sambil tersenyum.

            “Bagaimana komunitas muslim di sini? Apakah cukup banyak? Dimanakah kami dapat menemukan masjid?” Yogy bertanya banyak hal. Sungguh akupun sangat antusias dan ingin rasanya terlibat dalam obrolan menarik mereka. “Kami di sini menggunakan Madzhab Hanafi, masjid cukup mudah ditemui. Kebanyakan Muslim di sini adalah imigran, sama sepertiku yang berasal dari Maroko.” Cukup banyak obrolan kami di sepanjang jalan. “Apakah kamu bisa menggunakan Bahasa Arab?” Tanya Yogy, karena Maroko menggunakan Bahasa Arab sebagai bahasa resminya. “Tidak begitu fasih hanya mengerti sedikit. Aku bisa menggunakan Bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Belanda, Jerman….” Katanya sambil tertawa. “Masya Allah!Itu keren! Aku hanya bisa menggunakan Bahasa Arab ‘Illa Qalilan Qalila’ hahahha…” Seloroh Yogy, yang artinya dia tidak bisa menggunakan  Bahasa Arab kecuali  sedikit demi sedikit.

            Sungguh obrolan tengah malam itu sangat menakjubkan. Sesekali Yogy menggunakan Bahasa Arab sederhana dengan Mohamed lalu mereka tertawa. Kami yang baru berjumpa malam itu terasa seperti saudara yang lama tidak pernah bertemu. “Ummi…pulang…pulang…” Aisyah mulai merajuk. Anak-anak terlihat sangat kelelahan. “Sebentar ya, sebentar lagi sampai.” Kataku menenangkan anak-anak.

            “Selain Maroko aku  juga ingin mengunjungi Gibraltar.” Kata Yogy. “Oh benarkah? Nenek moyangku berasal dari Gibraltar, kamu tahu nama Gibraltar itu berasal dari kata Jabal Thariq ( Gunung Thariq), namun lidah bangsa Eropa susah menyebutnya hingga terciptalah nama Gibraltar.” Kata Mohamed dengan senang menjelaskan. “Ya, aku tahu, bagaimana Thariq bin Ziyad dengan kecerdasan dan keberaniannya berhasil mengIslamkan daerah Andalusia  ..”Timpal Yogy. “Ya…Thariq Bin Ziyad. Beliaulah yang meluaskan dakwah Islam sampai ke tanah Eropa.” Jelas Mohamed. Masya Allah! ini memang bukan kali pertama kami bertemu dengan Muslim asing, dan ini juga bukan kali pertama kami merasa seperti bertemu dengan teman dekat. Entah kenapa obrolan kami dengan Mohamed begitu terasa seperti saudara dekat apalagi saat kami memiliki persepsi dan pengetahuan yang sama tentang Islam dan sejarahnya. Islam benar-benar menyatukan kami yang berasal dari bangsa yang berbeda.

            Thariq Bin Ziyad, adalah nama seorang Jenderal pasukan Muslim pada masa kekhalifahan Bani Umayah yang saat itu ditugaskan untuk mengIslamkan daerah semenanjung Iberia. Semenanjung yang kini menjadi negara Portugis dan Spanyol, saat itu merupakan wilayah Kerajaan Hispania yang dikuasai oleh Kristen Visigoth. Thariq Bin Ziyad berhasil menaklukan Iberia pada pertempuran Guadalate di tahun 711 M. Thariq cerdas dalam mengatur strategi perang, ia memerintahkan untuk membakar semua kapal saat mendarat di bukit Calpe dan berpidato di depan anak buahnya untuk membangkitkan semangat mereka:

Tidak ada jalan untuk melarikan diri! Laut di belakang kalian, dan musuh di depan kalian: Demi Allah, tidak ada yang dapat kalian sekarang lakukan kecuali bersungguh-sungguh penuh keikhlasan dan kesabaran.

Pasukan yang dipimpin oleh Thariq Bin Ziyad terkobar semangatnya, tak ada pilihan untuk pulang dan menyerah karena tidak ada armada yang bisa membawa mereka pulang. Satu-satunya jalan adalah menang! Strategi Thariq ini juga merupakan strategi terbaik jika pasukan Muslim mengalami kekalahan. Jika kalah, pasukan Kerjaan Visigoth tidak akan bisa berbalik menyerang wilayah Bani Umayyah dengan menggunakan kapal-kapal pasukan Muslim.

Daerah yang dikuasai kekhalifahan Bani Umayyah ini disebut dengan Kerajaan Al-Andalus atau Andalusia yang saat ini meliputi daerah Portugis, Spanyol dan Prancis Selatan. Andalusia melalui enam periode kepemimpinan Umat Muslim dengan berbagai macam bentuk pemerintahan. Masa-masa kejayaan Islam di Bumi Andalusia berpengaruh besar terhadap kemajuan negara-negara Eropa pada masa itu. Selama 8 abad lamanya Bumi Andalusia bagaikan lentera membuka tabir kegelapan negara-negara Eropa. Di semenanjung itulah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam, arsitektur, seni, karya sastara dan tatanan masyarakat yang paling tinggi di zamannya. Melalui Andalusia inilah Muslim berdiaspora menuju tanah Eropa, awal mula kebangkitan semangat Renaissance Bangsa Eropa.

Jika kita mendengar kota-kota destinasi wisata: Barcelona, Madrid, Sevilla, Cordova, Granada. Maka sesunguhnya pada abad ke-7 hingga menjelang abad ke-15 kota-kota tersebut termasuk dalam wilayah pemerintahan Islam. Kejayaan selama 8 abad lamanya, akhirnya berakhir ketika Granada jatuh ke tangan aliansi kerajaan-kerajaan Kristen pada tahun 1492 M. Sinar-sinar Islam di tanah Eropa mulai meredup perlahan sejak 5 abad yang lalu, namun jejak kejayaan masih terasa di beberapa kota di Spanyol dan Portugis.

Dan di tengah-tengah kami sekarang, terdengar cerita kehebatan Thariq Bin Ziyad langsung dari Mohamed, seorang yang silsilahnya berasal suku bangsa Berber. Menurut sejarawan, Tharid Bin Ziyad berasal dari Berber (Barbar). Namanya diabadikan menjadi nama bukit pintu gerbang Spanyol dari arah Maroko yang sebelumnya bernama Calpe dan kemudian dikenal dengan Jabal Thariq (Gibraltar) untuk mengenang kehebatannya yang mendarat di bukit tersebut saat penaklukan semenanjung Iberia.

            Mobil berhenti di pertigaan saat lampu merah. Pandanganku mengitari jajaran pertokoan di sisi jalan. Semua tutup, yah di Eropa biasanya  pukul 5 sore pertokoan sudah tutup. Apalagi tengah malam menjelang Fajar seperti ini, aku masih berharap masih menemukan cafeteria di sekitar penginapan nanti untuk hidangan sahur kami. Kalaupun tidak ada ya, jatah biscuit anak-anak dan air mineral akan menjadi hidangan buka dan sahur kami malam mini.

            Lampu hijau menyala, Mohamed bersiap melajukan mobil kembali. Namun tiba-tiba mesin mobil mati. Mohamed mencoba beberapa kali menstarter mesin, namun tidak ada tanda-tanda akan menyala sama sekali.  Aku kembali cemas, ini mobil matic, tak mudah jika berhubungan dengan elektriknya. Mobil benar-benar tidak bisa dinyalakan. Mohamed berusaha berbagai cara selama kurang lebih 5 menit namun gagal. “Maaf, maaf atas ketidaknyamanan ini. Aku tidak menyangka terjadi di tengah malam begini. Sungguh selama ini tidak ada masalah, baru kali ini saja mobil ini bermasalah.” Katanya merasa bersalah. Mohamed sibuk menghubungi teman-temannya melalui selulernya. Cukup lama kami terdiam dalam mobil, sementara itu Aisyah sudah tertidur pulas namun Harits masih terjaga. Astaghfirullah, hatiku menciut rasanya begitu banyak halangan dan rintangan. Setelah sebelumnya  pesawat keberangkatan dari Inggris ke Belgia delay, sedikit ketegangan di dalam bus dari bandara Charleroi, terkatung-katung di Stasiun Brussels, dan sekarang terkatung-katung di tengah jalan raya kota Brussels.

            Untungnya posisi mobil di tepi jalan sehingga tidak membuat kemacetan, namun cukup menarik perhatian. Seorang pria tua berjalan sempoyongan di trotoar nampak memperhatikan kami dari kejauhan lalu mendekat sambil mengatakan sesuatu. Aku rasa, dia orang mabuk. Mohamed mengusirnya. Lalu sebuah mobil bercat putih menghampiri mobil kami dari sisi kiri, menawarkan bantuan. Terlihat pengemudi mobil putih keturunan ras kulit hitam, terlihat gantungan bertuliskan Arab menggantung di spion dalam mobil. Mungkin ini teman Mohamed, namun  Mohamed menolaknya. “Tenang saja, aku sudah menghubungi temanku. Dia akan datang sebentar lagi.” Mohamed menghibur kami, walau wajah paniknya tak bisa ditutupi. Mohamed sibuk menghubungi teman-temannya yang lain, dia sepertinya bertanya bagaimana menangani mobil matic yang mati total. Berbagai cara ia lakukan sesuai intruksi temannya melalui handphone, namun tetap saja tidak ada hasil menggembirakan.

            Tiba-tiba entah kenapa, aku terkesiap. Pikiran buruk bermunculan, jangan-jangan ini jebakan kriminalitas. Siapa tahu ini hanya modus, lalu datang orang jahat merampok kami di tengah jalan. Ahh, entahlah aku rasa mugkin aku berlebihan atau memang pikiranku buruk sekali. Akhirnya, buru-buru aku beristighfar dan memohon ampun atas segala kesalahan. Aku pandangi wajah anak-anakku. Aku peluk Aisyah yang tertidur di pangkuan. Semoga segera ada pertolongan.

            Kami menunggu cukup lama, mungkin sekitar 10 menit. Rasanya waktu lambat berjalan karena suasana yang tegang. Mohamed menelpon kembali temannya. Kami tidak mengetahui apa yang dia bicarakan dengan temannya karena semuanya penuh dalam bahasa Prancis. “Temanku sudah mendekati posisi kita. Sebentar lagi kalian akan aku pindahkan ke mobil temanku agar kalian bisa melanjukan perjalanan.” Jelas Mohamed. “Apakah ini tidak merepotkan?” Yogy bertanya hati-hati. “Oh tentu saja tidak, ini tanggung jawabku Brother. Maafkan atas kejadian yang tidak mengenakkan ini ya.”Kata Mohamed.

            Mobil sejenis van berhenti di belakang mobil kami. Mohamed segera keluar dari mobil dan menyambut kedatangan temannya. Kami turun dari mobil, teman Mohamed membukakan pintu geser di kursi belakang mobil. “Silakan naik Madam…”Sambutnya. Oh, aku bersyukur supir kali ini juga menggunakan Bahasa Inggris tidak seperti kebanyakan warga Belgia. Aku dan anak-anak segera masuk ke dalam mobilnya, berlindung dari terpaan angin yang dingin. Di saat inilah pikiran buruk kembali membuatku terkesiap, bagaimana jika mereka adalah komplotan penjahat lalu menculik kami.  Segera aku kembali memperbanyak dzikir. Terlihat Mohamed dan temannya mengobrol sebentar lalu berpisah. Yogy menyusul menaiki mobil dan duduk di depan di sebelah posisi supir. “Assalamu’alaikum…” Sapa supir dan Yogy hampir berbarengan kepada Mohamed seiring dengan melajunya mobil van kami. Ah, driver kali ini ternyata juga seorang Muslim. Ya, walau sedari tadi saat Mohamed menelpon temannya sudah kuduga bahwa ia menelpon sesama muslim karena pada tengah malam seperti ini kiranya semua orang tertidur, kecuali jika yang tengah mempersiapkan sahur atau tengah beribadah malam ramadhan.

Driver kali ini terlihat kental nuansa wajah Arab. Perawakannya besar dan tambun seperti kebanyakan postur Arabian lainnya. Jenggot dan jambangnya terlihat menghiasi wajahnya, dia menggunakan kacamata. Suaranya berat dan ramah. Aku salut, tengah malam seperti ini di waktu manusia kebanyakan beristirahat, dia masih mengangkat telepon Mohamed dan segera membantu Mohamed untuk mengantarkan kami. “Yaa…kami tidak menyangka ada masalah dengan mobil Mohamed.” Kata Yogy membuka percakapan. “Aku baru saja tidur dan langsung terbangun saat Mohamed menelponku, hahaha..” Supir tertawa ringan menanggapi. Dia menyalakan radio, tebak saluran apa yang dia putar? Entah saluran radio apa, tapi terdengar suara penceramah radio menggunakan Bahasa Arab. Aku tidak menyangka umat Islam mempunyai radio tersendiri di Brussel dan masih mengudara tengah malam, oh atau ini khusus saat Bulan Ramadhan? Aku tidak tahu.

“Aku Yogy berasal dari Indonesia. Siapa namamu Brother?” Tanya Yogy. “Masya Allah, Indonesia! Ya aku tahu, Indonesia adalah Negara mayoritas Muslim bukan? Aku Mohamed, aku keturunan Maroko, sama seperti Mohamed (driver sebelumnya).” Kata Mohamed. “Oh, jadi namamu Mohamed juga? Wow, lalu apa perbedaan namamu dengan namanya? Apakah ada kata kedua setelah nama Mohamed?” Tanya Yogy antusias. “Tidak, namaku Mohamed, nama dia juga Mohamed. Hanya Mohamed, tidak ada nama selanjutnya. Kamu tahu? Mohamed adalah nama paling popular di Brussel. Hampir setiap bayi laki-laki muslim yang lahir diberi nama Mohamed.” Mohamed menjelaskan dengan bangga, santai dengan suaranya yang merdu dan ramah.

“Pada awalnya aku juga ingin menamai anak lelakiku Muhammad, namun aku merasa nama itu terlalu banyak yang menggunakannya. Lalu aku memberi nama anakku dengan nama Harits. Kamu tahu ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa nama yang paling baik adalah Hammam dan Harits. Ya…seperti itulah.” Cerita Yogy. “Oh nama yang bagus juga.” Kata Mohamed.

Aku begitu terkesima, aku mendengar pembicaraan mereka dengan rasa gak karuan. Haru, bahagia, senang, tersentuh, bersyukur. Ya Allah, bertambah iman kami pada-Mu Ya Allah. Memang bukan sekedar nama, tapi dari sebuah nama bisa menunjukkan identitas, harapan, dan doa. Dan di Belgia inilah kami dengan mudah menemukan Islam dari sebuah nama.

Ya Allah, betapa indah malam ini, Engkau mempertemukan kami dengan saudara Muslim di tanah Eropa. Dibalik setiap kesusahan-kesusahan yang kami temui sepanjang perjalanan menuju Belgia, ternyata menggiring kami untuk dipertemukan Mohamed dan Mohamed. Mohamed, sebuah nama yang begitu membahagiakan bagi kami saat berjumpa dengannya.

Mohamed adalah nama popular di Brussel. Bagaimana bisa? Sebuah nama Islam menjadi nama popular di tanah Eropa? Nyatanya saat aku mencari info tentang muslim di Belgia, agama Islam adalah agama paling banyak pemeluknya setelah agama Kristen. Maka tak heran dikarenakan Belgia berpenduduk sedikit, jika setiap Muslim memberi nama anak lelaki mereka Mohamed tentu saja Mohamed menjadi nama popular. Sama seperti di Indonesia bukan? Kebanyakan muslim yang dikaruniai bayi lelaki memberi nama anak mereka dengan Muhammad. Walau kebanyakan pula setelah kata Muhammad disambung dengan nama lainnya.

“Apakah kamu menggunakan Bahasa Arab?” Yogy bertanya penasaran. Aku rasa ini pertanyaan wajar, karena sejak tadi radio yang diputar adalah ceramah Bahasa Arab yang tidak kami pahami. “Tentu saja! Aku bisa berbahasa Arab, Inggris, Spanyol, Prancis, Belanda, Jerman. Bagaimana denganmu? Apakah kamu menggunakan bahasa Arab?” Tanyanya. “Masya Allah Brother, tentu saja aku bisa illa qalilan qalila (kecuali sedikit demi sedikit)” Seloroh Yogy. Bagiku tidak kaget mendengar Yogy menggunakan kalimat itu. Selama aku membersamainya di Inggris, Yogy sering menggunakan seloroh itu kepada Muslim Arab yang ia temui. “Kamu besar di Belgia?” Tanya Yogy penasaran. “Iya, orang tuaku sudah lama di Belgia, aku lahir dan besar di Belgia. Namun ayahku mengajariku Bahasa Arab, sehingga aku cukup fasih menggunakannya.” Jelas Mohamed. Belgia adalah negara multicultural yang mempunyai 3 bahasa resmi: Prancis, Belanda dan Jerman. Tidak heran penduduk di sini dapat menguasai banyak bahasa.

Aku selalu kagum dan tersentuh bila mendengarkan cerita sosok orang tua yang mendidik anaknya sungguh-sungguh. Kali ini aku mendapatkan cerita bagaimana ayah Mohamed mengajarinya Bahasa Arab hingga fasih, meski Mohamed lahir dan hidup di Belgia. Bahasa kampung halamannya dan tentu saja bahasa Al Qur’an kitab suci yang kami anut. Kepada orang-orang yang mengerti Bahasa Arab tentu aku merasa sangat iri, karena lebih mudah memahami Al Qur’an langsung dari bahasa aslinya.

Waktu kebersamaan kami dengan Mohamed hanya sebentar, aku rasa tak lebih dari 15 menit lalu kami telah sampai di depan penginapan.  Rasa lega tentu saja, rasanya ingin membaringkan tubuh, menselonjorkan kaki, membersihkan badan, mengganti baju anak-anak yang terkena tumpahan makanan-minuman, sholat dan tentu saja memersiapkan sahur yang tinggal satu jam lagi. Walau dalam hati aku ciut, saat melihat ke arah penginapan yang gelap gulita, pintu tertutup rapat dan tak ada tanda-tanda kehidupan. Kami datang terlalu malam, pukul 2 pagi , padahal check in terakhir seharusnya pukul 11 malam.

*bersambung

WhatsApp Image 2017-08-19 at 07.45.05

Train Hostel tempat kami menginap

Trip To Belgium

Saat itu buka puasa pukul 21.52 waktu Brussels, Belgium. Kami, berbuka puasa di atas ketiggian karena pesawat belum mendarat. Hitungan menit pesawat kami akan mendarat sempurna di Bandara Charleroi, Brussels. Kami berangkat dari Bandara Manchester, United Kingdom dengan rentang perjalanan kurang lebih 1,5 jam mengudara. Perbedaan waktu antara Britania Raya dan Belgia sebenarnya menguntungkan kami yang sedang berpuasa. Karena sahur waktu Inggris dan berbuka waktu Belgia (yang lebih cepat satu jam). Kami saat itu hanya berbuka puasa dengan sedikit gigitan kue dan beberapa teguk air mineral milik anak-anak (karena ketentuan tidak memboleh cairan ke dalam kabin pesawat).

WhatsApp Image 2017-08-05 at 02.13.57(7)

Manchester Airport

Mendarat sempurna di Charleroi, menjejakkan kaki pertama di benua Eropa dengan maskapai murah Ryan Air yang saat itu kami dapatkan 8 Poundsterling untuk tiket satu orang atau sekitar Rp 135.000,- dengan keberangkatan dari Manchester, Inggris. Saat itu bulan tengah bertengger sempurna di atas langit Belgia. Malam ke-13 bulan Ramadhan. Rembulan hampir membulat, cahaya terangnya berpendar menyambut kami.

WhatsApp Image 2017-08-05 at 02.13.57

Kabin Ryan Air

Kami ber-4 masih meraba ada apa di Belgia? Sebelumnya kami sudah memesan penginapan milik seorang Indonesia, namun ada tragedy yang cukup bodoh hehe…Kami lupa men-cancel hotel yang kami booking untuk persyaratan visa Schengen. Karena nginap atau enggak di hotel tersebut ya bakal tetap ke-debet dari rekening ya, kita putuskan menginap hotel yang kami booking untuk semalam.

Ternyata dari Charleroi menuju Brussels cukup panjang perjalanan sekitar 1 jam dengan menggunakan bus. Jadi ini sebabnya harga tiket murah, karena letak airport yang agak jauh dari kota. Sementara saat itu, bila memilih airport di Brussels harga jauh lebih mahal meski dibanding tujuan airport Chaleroi walau sudah ditambah biaya bus ke Brussels. Saat itu sudah larut malam, walau belum waktu Isya. Karena Isya saat summer sekitar pukul 00.

WhatsApp Image 2017-08-05 at 02.13.57(9)

Charleroi Airport

Kami akhirnya mendapatkan bus yang bisa dibeli tiketnya di area bandara. Tiket terakhir untuk keberangkatan pukul 00. Rencana membeli online agar mendapatkan harga lebih murah gagal karena handphone mati total.  Bad, kami juga tidak membawa power bank dan handphone kami lack of battery. Iya inilah bisa dibilang the worst thing untuk traveling kali ini. Semua data pemesanan, rute, gmap, kamera tentu saja sangat kami butuhkan. Entah kenapa di Bandara Charleroi gak ada colokan listrik buat umum berbeda dengan di UK yang melimpah terminal listrik di fasilitas umum.

Bus berangkat dari bandara pukul 00 lebih sekian menit, dan anak-anak masih antusias menahan kantuk. Siapa sih yang gak suka naik bus? Aku rasa setiap anak akan antusias naik bus. Beberapa botol air minum kami beli di pedagang makanan sekitar Bandara. Jujur, perut rasanya keroncongan ingin diisi karena kami berbuka hanya dengan ala kadarnya. Namun, melihat aneka macam makanan yang dijajakan di pinggir jalan membuat kami ragu akan kehalalannya. Bekal roti pun tak seberapa, karena lebih banyak ditujukan untuk anak-anak. Alias udah jadi jatah mereka.

Singkat cerita, akhirnya tengah malam dengan kondisi lelah dan juga dihantui dengan tambahan biaya karena telat check in hotel kami ber-4 menaiki bus yang menghantarkan kami ke Brussels. Nuansa Eropa sudah terasa saat bahasa Prancis mulai terdengar dimana-mana. Kami sempat bersitegang dengan supir bus saat hanya terdapat 3 tempat duduk kosong. Padahal kami telah memesan tiket untuk 4 orang. Tadinya kami memutuskan agar Azagirl yang masih 3 tahun dipangku, karena malas berlama-lama. Namun kemudian, seorang lelaki baik hati menegur dan sedikit berdebat dengan supir. Tentu saja mereka menggunakan Bahasa Prancis yang begitu asing di telinga kami. Ternyata masih ada kursi kosong lagi setelah penumpang diatur posisi duduknya. Akhirnya kami ber- 4 mendapatkan kursi di bus. Capek! Rasanya ingin tidur lelap…Alzamboy dan Azagirl pun gak perlu waktu lama untuk langsung terlelap.

Kami mengobrol cukup lama dengan seorang lelaki yang membantu kami mendapatkan bangku di bus. Lelaki tersebut bersama istri dan anaknya yang masih balita duduk di dekat kami. Mereka lancar berbahasa Inggris sehingga kami bisa bercerita apa saja. Ternyata mereka berasal dari Portugal dan sudah lama tinggal di Brussels. “orang-orang di sini  kurang sopan, kalian harus terbiasa dengan penduduk di sini.” Kurang lebih begitu yang mereka wanti-wanti pada kami. Tentu saja kami yang baru pertama keluar dari United Kingdom dan menjejakkan kaki di Eropa merasakan hal tersebut. Di sinilah kami benar-benar menyadari, tanah Britania Raya benar-benar terasa hangat dan ramah.

“Anak duduk di pangkuan saat bekendara adalah suatu hal yang beresiko. Itu melanggar aturan. Seharusnya supir bus mementingkan keselamatan anak dan kalian pun sudah memesan tiket bukan?” Istri dari lelaki tersebut berbicara panjang lebar. Karena alasan itulah mereka membela kami untuk mendapatkan kursi untuk anak. Oh seandainya mereka tahu seperti apa orang tua dan anaknya berkendara di Indonesia yang jauh dari standar aman. Oiya, saat ditanya tentang Indonesia mereka ternyata tahu, iya…Portugal dan Indonesia memang ada sejarah masa lalu kan ya.

Bus berhenti di Bruxelles Central, lalu kami berpisah dengan keluarga asal Portugal tersebut. Lalu kami terdiam sementara hendak kemana dan menggunakan apa. Handphone mati total, dan saat itu sudah tengah malam, pukul 01 pagi. Anak-anak terlihat mengantuk berat namun akhirnya membuka mata saat udara dingin menyergap kami. Kami memilih berdiam di dalam Bruxelles Central, stasiun kereta api Brussels. Azagirl sebenarnya tidak masalah, dia memilih berbaring di dalam kereta dorong, hanya saja tentu saja Alzamboy yang terlihat uring-uringan karena dia hanya bisa di berdiri dudukan kaki pada kereta dorong. Dia punya keahlian tidur dalam posisi berdiri lho jika kondisi gak memungkinkan untuknya bebaring atau, duduk. Kami menyusuri lobi stasiun hingga peron, sama sekali tidak tampak terminal listrik untuk mengisi baterai handphone. Stasiun tengah malam terasa dingin dan sepi. Beberapa orang (mungkin tak memiliki tempat tinggal) berbaring di lantai stasiun beralaskan selimut dan berselimutkan jaket.

Aku mulai cemas, kami benar-benar hilang arah. Tidak semua orang di sini menggunakan bahasa Inggris, berbagai tulisan dan petunjuk arah juga menggunakan Bahasa Prancis/Belanda. Aku juga agak khawatir karena belum menghubungi pihak hotel tentang keterlambatan check in kami, dan tentu saja bayangan fee keterlambatan check In menghantui. Belum lagi, kami tidak yakin akan menaiki transportasi apa ke hotel. Taxi, ah iya tentu saja bisa. Namun taxi terakhir terlihat tadi, dan saat ini kami belum menjumpai taxi lagi. Jika tersesat sendiri rasanya cemas, sekarang bersama anak-anak rasanya ahhh…yah, merasa menyesal karena power bank bisa tertinggal.

Akhirnya setelah naik turun lift dan menyusuri sudut-sudut stasiun, kami menemukan terminal listrik di dekat tempat parkir sepeda dan keran air minum. Suami menyalakan handphone sambil mengisi baterai searching berbagai informasi, sementara itu aku mengisi botol air minum yang mulai berkurang isinya. Anak-anak mulai rewel, angin dingin malam terasa kencang menerpa posisi kami yang tepat di depan gerbang masuk lobi stasiun. Aku membawa anak-anak berkeliling stasiun yang sunyi, tak ada kehidupan. Syukurlah, mereka lebih tenang dibawa keliling dibanding harus berdiam menunggu abinya mencari informasi di handphone. Saat berkeliling stasiun, aku baru mengetahui jika toilet di sini diharuskan membayar melalui mesin. Tentu saja, sangat berbeda dengan kondisi di UK. Tulisan dan petunjuk terpampang dimana-mana menggunakan Bahasa Prancis, tak banyak informasi yang didapatkan dari stasiun tengah malam.

Tak lama kemudian, suami mengabarkan bahwa kami sudah mendapatkan driver uber yang tengah menanti di Hilton Hotel di luar stasiun. “Baca deh nama supirnya siapa.” Kata suami sambil menyodorkan handphone-nya. “Mohamed?” Aku membaca nama driver yang tertera di layar handphone. 

Mohamed….

Pikiranku melayang sekitar 2 bulan lalu saat aku dan anak-anak pertama kali singgah di York, UK. Saat itu kami mendapatkan driver uber bernama Ali Khan, dia mengantarkan kami dari York Station ke Halifax College tempat kami bermukim. Ali Khan seorang muslim dan bercerita banyak hal di sepanjang jalan. Mohamed, ternyata awal menjejakkan kaki di benua Eropa ini kami disambut juga oleh seorang Muslim.

Lalu kami segera bergegas, setengah berlari menuju ke luar stasiun untuk menjumpai Mohamed. Sabar ya Nak, sebentar lagi kita sampai ke penginapan (kami harap). Walau ternyata masih ada cerita lagi agar sampai ke penginapan.

*bersambung….

 

Say Bye Bibi Apik

Tahun ini tahun ke-5 Bibi Apik membersamai kami. Duh ya, rasanya banyak suka-duka bersama terlewati , kesel, seneng, semuanya. Tapi ya karena faktor usia, kelihatan banget Bibi berkurang lincahnya, udah mulai gak bisa diajak kerjasama saat butuh. Untuk anak-anak yang masih balita ya jadi susah juga ngawasinnya. Apalagi Alzam yang makin sering eksplorasi main di luar.
Berhubung udah berasa jadi saudara sendiri ya, semua kami jalani. Beberapa kali Bibi sakit dan akhirnya aku cuti untuk rawat Bibi di rumah. Beberapa kali juga aku mengantarkannya dia ke RS dan klinik. Bibi juga sudah terlihat mudah lelah namun tetap ingin bekerja. Akhirnya momen aku dan anak-anak ke UK selama 3 bulan jadi momen perpisahan bagi kami.
Sebelum berangkat ke UK,  bibi bilang akan bekerja di tempat lain dan akan kembali lagi kerja sama aku. Tapi, saat aku hubungi sekembalinya aku ke Indonesia, Bibi bilang sudah ambil kerjaan di jakarta. Saat itu aku harus cepat cari penggantinya, karena aku mulai ngantor. Alhamdulillah sekarang dapat Teteh Baik yang sekaligus jadi teman main anak-anak (terutama Azagirl).

Tapi kemudian Bibi menghubungiku lagi (tentu yang mengoperasikan HP saudaranya, karena Bibi gak bisa pakai HP). Bibi gak jadi kerja di Jakarta (dalam hati, akupun sangsi Karena faktor usia kayaknya capek banget Bibi kalau kerja di tempat orang lain) . Duh, dilemma. 
Berhubung Teteh Baik sudah komit kerja denganku, dan pada awalnya Bibi yang bilang sudah kerja di Jakarta. Jadi ya, maaf.  Saat ini, posisi suami masih di UK, aku kerja dan wiken juga ada kegiatan butuh tenaga bantuan yang masih gesit juga bisa jadi teman main anak-anak. 
Alhamdulillah, semoga langgeng dengan Teteh Baik. Dengan Bibi Apik masih bisa banget komunikasi, lagian baju-bajunya masih di rumah dan HPku masih dia bawa. Cuma kadang mellow kalau mengingat 5 tahun gimana awalnya rumah tipe standar, belum punya mobil, anak masih satu, yaaaa Bibi bener-bener menyaksikan dan membersamai perjuangan kami.
Sehat-sehat ya Bi, semoga dapat kerjaan yang baik. Kalau mengingat usia Bibi yang udah mau kepala 6 ya, sedih sih Bibi masih kerja. Sudah kelihatan capeknya Bibi…yah, makasih banyak semuanya ya Bibi.

Menerima Keadaan

*Dibalik tulisan yang dimuat di majalah UMMI edisi Juli 2017*

19693376_10209842646367777_3289828004837453610_o.jpg

Ternyata begitu banyak hal yang menghampiri diri kita, namun kita menolaknya. Kita enggan menerimanya. Merasa takdir salah alamat, bahkan merasa tak pantas menjalaninya.

Namun apapun jalan hidup kita, kita bisa bahagia kok. Jika…

Jika kamu bisa berdamai dengan semua ketidakidealan yang ada dalam keseharianmu.

Jika kamu berhenti membandingkan dirimu dengan yang lainnya.
Jika kamu mau menerima kesalahanmu, kekuranganmu dan juga kekurangan pasanganmu, anak-anakmu, keluargamu, juga orang lain.

Ternyata ini bab mendasar Iman pada qadha dan qadar. Percaya bahwa semua sudah diatur pas sesuai dengan kemampuan kita.

Yaaaa…
Untuk bahagia mudah banget, hanya bersyukur dan bersabar utk menerima keadaan.

____

Tulisan yg dimuat di majalah UMMI edisi Juli 2017 ini menggambarkan bagaimana aku gak menerima sakit. Saat itu, dengan status ibu dengan 2 anak balita yang lagi banyak butuh perhatiannya dan suami lagi study di luar negeri. Saat klimas sakit, aku berpikir akan meninggal karena banyak halusinasi datang. Aku gak siap untuk meninggal, masih banyak hal yang belum diselesaikan, termasuk anak-anak yang masih kecil. Saat itu aku makin tidak menerima sakitku.

Hingga akhirnya, aku menyadari bahwa aku tidak ikhlas menerima keadaan.

Saat merasa lapang dada menerima apapun yang akan Allah tentukan, ternyata di saat itulah Allah berikan kesembuhan.

Serius tiba-tiba belasan sariawan hilang, yang tadinya gak bisa makan karena tiap buka mulut sakit eh esoknya bisa makan lahap. Sebelumnya buat bangkit dr kasur aja susah, eh besoknya bisa nyetir mobil! Cepet bgt sembuhnya! Ternyata kunci sembuhnya ya ikhlas menerima keadaan.

Fix! Memang diri kita sendiri yang membuat hari-hari kacau dan galau.

Yah, semua yang terjadi dalam hidup kita udah diatur pas dan ujian yang datang malah bikin tmbh deket dgn-Nya gak sih, minimal jd kenceng doanya kan?

Jodoh yang tak kunjung tiba, buah hati yang lama ditunggu tak hadir jua, pernikahan yang ternyata menjadi mimpi buruk, anak yang kehadirannya dirasa semakin membuat repot dan berantakan hari-hari, rejeki yang rasanya seret dan gak pernah cukup, pekerjaan yang membuat gila, sakit yg tak kunjung sembuh, dan rentetan kenyataan hidup lainnya.

Kamu sibuk berkeluh-kesah, menggerutu, menyalahkan siapa pun yang kamu rasa pantas disalahkan karena membuat hidupmu jadi buruk. Kamu menyalahkan dirimu, bahkan tanpa sadar menggugat Tuhanmu, kamu mencoba menerima hari-hari yg dijalani namun dengan terpaksa dan tidak bahagia tentu saja!

Sementara itu, di suatu tempat ada yang ujian hidupnya lebih berat darimu dan dia menerimanya dgn hati lapang, sabar dan syukur. Dan dia bahagia, baik-baik saja!

Karena percaya bahwa garis hidup sudah ditentukan dgn penuh rahmat dan kasih sayang dari-Nya.

Tak ada nasib yang melekat pada suatu insan melainkan sudah pas kadar dan ukurannya. Tak lebih dan tak kurang, pas sempurna sesuai usaha dan doa tentu saja.

Tak perlu kamu merasa merana atas rentetan hal yang kamu anggap ujian. Tak perlu baper, iri, dengki dan merasa tidak adil jika hidupmu terasa tidak sesempurna yang lainnya.

Semua ada ujian masing-masing kok. Semua bisa bahagia dan juga bisa sedih. Bedanya cuma gimana kita bisa ikhlas menerimanya.

Inget lho ini bab mendasar dari salah satu rukun iman, iman pada qadha dan qadar. Kalau ikhlas menerima keadaan saja susah, ada yang dipertanyakan dgn iman kita pada Allah.

Barangkali ujian yang kamu lalui akan menjadikanmu insan yang lebih ikhlas, lebih kuat, lebih tegar, lebih berisi, lebih bahagia!

Bukankah, sering kita dapatkan cerita jodoh datang saat sudah mulai tidak memikirkannya, buah hati datang saat perlahan melupakannya, penyakit sembuh saat ikhlas menyerahkan kesembuhan pada-Nya, rejeki mengalir deras saat kita yakin Allah yg mencukupkan sehingga tdk berat berbagi rejeki orang lain, dan masih banyak cerita lainnya.

Hidup akan lebih indah dengan menerima keadaan, berdamai dengan kenyataan.

Bahagia akan lebih lagi jika kita percaya bahwa keadaan kita sekarang adalah keadaan terbaik sesuai dengan kesanggupan diri kita.

Allah Maha Pengasih dan Penyayang yang sayangnya melebihi orang tua, anak, dan kekasih padamu. Percayalah, semua yang terjadi pada dirimu adalah yang terbaik, tentu saja sesuai dengan upaya dan doamu.

Artinya, yaa yang terjadi ya pasti terbaik sesuai dengan upayamu dan doamu namun esok hari tentu saja ada bagianmu untuk menentukan dengan: upaya dan doa yang lebih kuat lagi

Tetap semangat yaaaa

by: @zarahsafeer

Boleh share ,jgn lupa cantumin sumbernya 😀

WAJIB DIBACA ORANG TUA

Bu…

Gak perlu cantik untuk menjadi idola bagi mereka. Krn pasti kamu tercantik bagi mereka. Meski sudah pudar pesonamu, keriput dan bekas-bekas jerawat.

Gak perlu berkarya aneka rupa, masakanmu udah jadi karya terbaikmu versi mereka apapun rasanya. Walau cuma telur ceplok dan telur dadar kadang keasinan kadang hambar. Tapi ngangenin, biar mereka ingin segera pulang saat homesick di perantauan.

Gak perlu memikirkan outfit di hadapan mereka, kamu dengan baju rumahannu bener-bener bikin nyaman dan kangen mereka. Gak perlu mahkota dan gaun, cukup daster dan jepitan/kuciran kamu tetap ratu di hati mereka.

Gak perlu jadi sosok anggun, penuh pesona dan lembut. Bahkan gaya marah-marahmu dan rentetan omelanmu kadang mereka rindukan. Namun diam-diam mereka sedih tidak membuatmu tersenyum.

Bahkan, begitu dalam cinta mereka hingga rela memelukmu, mengikutimu kemana saja, walau kamu belum mandi seharian!

Pak…

Gak perlu bergaya maskulin, gak perlu nge-gym supaya sixpack. Kamu tuh lelaki terkeren bagi mereka walau kenyatannya perut bundar dan gaya ketinggalan zaman.

Gak perlu kerja di tempat bonafit. Bagi mereka, kamu adalah lelaki paling profesional dengan tanggung jawab dan kegigihanmu mengayomi anggota keluargamu.

Gak perlu banyak bicara, sepatah dua patah kata saja mereka dengar baik-baik dan selalu mereka ingat sepanjang usia. Petuah Bapak terpatri di sanubari.

Gak perlu membelikan banyak barang bagi mereka. Sebenarnya hanya hal sederhana yang mereka nantikan, yaitu waktu luang untuk bermain, belajar, bicara, tertawa bersama.

Bahkan saking rindunya mereka padamu, saat kamu pulang kantor dan mengetuk pintu rumah perlahan, mereka langsung berhamburan menyambutmu. Berteriak, tertawa, bergelayutan padamu. Tak peduli bau keringat, bau asap kendaraan yang menempel pada badanmu.

Cinta mereka padamu tanpa syarat.

Anehnya, justru kita yang membuat syaratnya dan membuat susahnya.

“Kalau sayang sama Ibu, kamu harus masuk sekolah XXX”

“Kalau kamu tetep lanjutin hobi kamu yang ini, Ibu gak ridho.”

“Kalau kamu sayang Bapak, kamu harus jadi Dokter seperti cita-cita Bapak (yang gak kesampaian)”

“Kalau mau dapat ridho orang tua, kamu harus nikah sama pilihan orang tua”

“Kalau mau bikin ortu bangga, kerja tuh di tempat keren kayak dia bikin keluarga bangga.”

Anehnya, justru kita yang membuat rentetan syaratnya. Anehnya, justru kita yang tak menerima mereka apa adanya. Anehnya, malah kita yang tidak ridho pada mereka.

*Kecuali kalau syarat jadi anak sholeh wajib itu mah biar selamat dunia-akhirat.

Padahal mereka tidak pernah memilih dilahirkan oleh siapa. Tak pernah meminta ingin dibesarkan oleh orang tua mana.

Namun, kelak mereka bisa menggugatmu. Gugatan di hari akhir nanti, jika kamu tidak mengajarkan mereka mengenal Penciptanya. Jika kamu tidak menuntun mereka di jalan-Nya.

Namun, apapun kamu, siapapun kamu, bagaimana keadaanmu mereka selalu mendoakanmu, minimal dalam doa-doa setelah sholatnya. Bahkan, sekalipun kamu telah menjadi tulang-belulang doa-doa dari mereka yang sholeh terus mengalir padamu, menjadi amal jariyahmu.

Bu,Pak …
Tolong jangan berikan banyak syarat untuk membuktikan sayang mereka padamu. Mereka, pengagum rahasiamu yang menerima dirimu apa adanya yang akan lebih bahagia lagi jika kamu bisa menerima mereka apa adanya.

Tak perlu kamu bandingkan dengan anak lainnya, pengagum rahasiamu tak pernah membandingkan dirimu dengan siapapun. Mereka menerimamu tanpa syarat.

Tolong, terima mereka dengan ridhomu. Jangan mempersulit surga mereka, karena ridhomu adalah ridho Allah bagi mereka.

Jika ridhomu telah mereka dapatkan, hidupnya akan lebih mudah dan indah penuh barokah. Permudahlah surga bagi mereka~~~

By: @zarahsafeer

Boleh share

Klinik Gigi Khusus Anak di Bandung

Saat pertama anak tumbuh gigi rasanya seneng banget deh, berasa anak makin besar. Tapi, saat tahu kalau merawat gigi anak itu gampang-gampang susah baru deh sebagai orang tua kadang gemes banget kalau si balita mogok sikat gigi, hobi ngenyot dot sebelum tidur, suka ngemil coklat/permen? Duh, karies gigi biasanya jadi masalah buat gigi anak.

Nah, Alhamdulillah anak-anak sih termasuk gampang sikat gigi, gak pakai dot, tapi si Azagirl suka banget makan manis. Alzamboy si anak yang gak suka makanan manis punya gigi yang keren, sehat dan gak ada karies. Sementara itu, Azagirl yang suka ngemil makanan manis punya karies gigi di gigi seri dan sudah jadi lubang di gigi geraham.

Padahal, mereka termasuk rajin sikat gigi *kecuali kalau emaknya lagi tepar abis dan kelupaan nyikatin gigi mereka. Kalau kuperhatiin memang jenis makanan yang mereka konsumsi sangat memengaruhi kondisi asam di mulut, sehingga Azagirl yang suka makan manis lebih disukai oleh bakteri gigi-mulut tumbuh berkembang.

Penting gak sih merawat gigi balita? Penting tentu saja, karena gigi adalah investasi kesehatan masa depan mereka. Sering dengar kan, tes kesehatan gigi bahkan jadi syarat untuk profesi tertentu. Untuk itulah, sejak dini kita harus perhatikan kesehatan gigi mereka. Kan mereka masih gigi susu? Justru itulah, kesehatan gigi susu memengaruhi kesehatan gigi dewasa. Lagian, jangan sampai mereka merasakan sakit gigi yang katanya sakitnya kayak sakit hati? *eh. Sakit gigi bisa kemana-mana lho, bisa jadi sakit kepala, anak susah makan, anak rewel, mengganggu proses belajar, dsb.
Hal terpenting yang kulakukan adalah mencari klinik gigi ramah anak di Bandung. Alhamdulillah banyak pilihannya. Kali ini aku mau review D’gigiku Kids Dental Care letaknya di daeraj Dago, Bandung. Kenapa kami ke sini? Soalnya ini salah satu klinik gigi yang ramah anak dan buka saat wiken! 

Anak-anak asyik main di ruang tunggu

Pas pertama masuk, anak-anak antusias lihat banyak mainan anak. Juga ada halaman di belakang rumah yang bisa buat anak lari-lari. Oiya, tempatnya homy banget, nuansa rumah gitu bukan kayak gedung/kantor jadi anak-anak nyaman. Dokternya baik-baik, murah senyum dan kocak, ramah anak. Ruangan periksanya juga ramah anak, ada TV dengan tontonan kartun, dan suasana ruangan yang anak-anak banget deh (wallpaper, pernak-pernik, boneka, dsb).

Azagirl lagi ditambal giginya

Oiya, usahakan datang pagi biar jadi pasien pertama, biar gak antri. Kami antri sekitar 1 jam. Rata-rata setiap pasien membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk diperiksa. Tapi santai, di sekitar klinik banyak tempat yang oke buat belanja eh cuci mata. Ada Lavie Baby Shop yang kudu jalan sih tapi gak jauh-jauh amat, ada penjaja barang-barang di pinggir jalan harga lebih murah daripada di toko dsb. Juga ada beberapa tempat makan yang enak-enak. Salah satunya: gado-gado Teuku Angkasa. Atau kalau mau kuliner Jalan Imam Bonjol (daerah Lavie Babyshop) bisa jalan dikit. Hehe, jadi berhubung sudah masuk jam makan siang aku anak anak-anak makan dulu (mereka makan pecel lele dan sop iga di samping gado-gado Teuku Angkasa).

Alhamdulillah, setelah perut mereka keisi , mood mereka OKE! Dan pas habis makan pas ditelpon klinik untuk masuk ke ruangan periksa (setelah bosen antri lama). 

Azagirl baik banget, dengan senang hati ngikutin intruksi dokter gigi. Alhamdulillah, dua lubang di gerahamnya lancar ditambal gak pakai drama. Bisa pilih warna tambalan lho, dan tambalannya permanen, gak kayak zaman dulu yang setelah di-bor ditambal sementara. Dokternya ramah banget, ngajak nyanyi, ngobrol, jadi Azagirl ikut senang. Fyi, Aza saat ini usia 3 tahun 2 bulan.

Nah, berhubung lihat adiknya diperiksa gigi dan ditambal warna-warni, Alzamboy pengen juga. Alzam, saat ini usia 4 tahun 11 bulan. Alhamdulillah, gigi Alzam sehat jadi cuma diperiksa saja. Hehe lucu deh lihat anak-anak antusias di dokter gigi.
Setelah selesai periksa dan tindakan, kami ke cashier. Oiya, kami memilih periksa dengan dokter gigi umum, biayanya Rp 100.000,- kalau mau dokter gigi spesialis anak juga ada. Biaya administrasi Rp 15.000,- biaya tindakan tambal per 1 lubang Rp 300.000,-. Harga per Juli 2017 yah.

Terasanya sih cukup mahal dibanding ke puskesmas apalagi , cuma saat melihat anak-anak dengan senang hati diperiksa gigi dan gak ada trauma dengan dokter gigi memang pengalaman berharga 🙂 

Apalagi, berhadapan dengan dokter gigi adalah suatu keniscayaan bagi anak-anak selama tumbuh kembang mereka, minimal cabut gigi saat tanggal.

Pengalaman pertama ke dokter gigi anak yang menyenangkan

Setelah bayar anak-anak dapat hadiah. Ini yang bikin mereka tambah seneng!

Buat Bapak-Ibu domisili Bandung, bisa coba deh ke D’gigiku Kids Dental Care, alamatnya di Jalan Teuku Angkasa No. 31, daerah Dago. Bisa googling deh, coba aja baca review di gmap, bintang 5 deh! Eh gak cuman anak, bisa melayani gigi dewasa juga lho. *bukan endorse, cuma berbagi informasi. Semoga manfaat ya 🙂

Cara Mengirim Uang Ke Luar Negeri

Buat kamu yang bingung karena baru pertama kali transfer uang ke Luar Negeri atau buat kamu yang bimbang pakai jasa mana yang paling murah biayanya.
Nah, ini sudah kali ke-3 aku transfer ke LN dari Indonesia dan efektif, cepat (cuma itungan belasan jam nyampe!), murah banget fee-nya, kurs juga bagus.
Awalnya juga aku awam banget, mau pakai jasa yang mana. Googling sana sini, nelpon Western Union dan Moneygram. Ternyata kebanyakan jasa keuangan pakai tarif fee progresif yang artinya makin besar nominal yang ditransfer makin gede biayanya. Duh, mana ribet bla bla bla.
Paing praktis sebenarnya transfer antar bank ke bank, tapi banyak info kalau kurs bank jelek. Bingung kan? Eh ternyata emang pengalaman adalah informasi terbaik.
Akhirnya, aku pakai jasa transfer dari Bank Mandiri inipun karena dapat info dari teman karena tarif-nya flat mau berapapun nominalnya. Tarifnya saat Juli 2017 cuma Rp 35.000 untuk sekali transfer berapapun nominalnya. Kecuali kalau mau full ammount payment (uang yang diterima penerima penuh , biaya dibebankan di pengirim) nama pengirim bayar biaya 25 USD. Tapi, ternyata biasanya biaya yang ditanggung oleh penerima gak sampai 25 USD. Berhubung aku transfer ke LN bukan utk transaksi jual beli tapi buat living cost jadi aku gak bayar full ammount payment.

Dan karena gak full ammount, jadi jumlah yang diterima penerima terpotong oleh biaya administrasi. Pemotongannya beda-beda mungkin terkait juga dengan kurs, terakhir aku kirim kena potong 15 GBP. Tentu ini lebih murah daripada jika aku memilih membayar 25 USD untuk full ammount.

Nah, gimana caranya transfer via Bank Mandiri? Aku share ini karena berasa dulu pas pertama transfer uang ke LN susah banget dapat informasi akurat. Tanya sana-sini, telpon sana-sini.
Oke, caranya mudah banget. Oiya, kebetulan aku nasabah Bank Mandiri karena terima gaji kantor  lewat Bank Mandiri. Berikut berkas yang harus disiapkan:

1. Buku tabungan

2. KTP asli dan fotokopi

3. Kartu NPWP asli dan fotokopi

4. Invoice. Format invoice bebas. Intinya mencakup data pengirim dan penerima dan ttd pengirim. Data pengirim termasuk NPWP, alamat, nomor telepon. Data penerima harus lengkap mencakup: nomor account Bank, IBAN, sort code, swift code, nomor identitas penerima di LN, nomor telepon, alamat lengkap. Juga berapa jumlah dana yang ditransfer (berupa mata uang yg akan diterima penerima) serta tujuan transfer. Kalau untuk jual beli dijelaskan untuk pembelian barang apa, harganya berapa. Kalau aku sih untuk living cost. 

5. Slip setoran yang sudah diisi. 
Nah, sebelum memulai transfer pastikan kira-kita berapa kurs nilai mata uang yang kita inginkan. Kebetulan aku ngirim ke United Kingdom jadi, aku lihat kisaran harga jual GBP lalu aku kira-kira jumlah mata uang rupiah yang aku perlukan. Perlu dicatat yang kita bubuhkan di invoice dan slip setoran adalah mata uang yang diterima penerima.

6. Surat pernyataan. Biasanya pihak Bank yang menyediakan beserta materainya. 

Dan, lebih baik transaksi pagi hari jadi kalau ada kekurangan bisa dibuat di hari yang sama. Juga jangan lupa tanya costumer service lebih detail, langsung nanya teller juga bisa sih. Eh, dari 3 kali transaksi semuanya nyampai ke tujuan cuma dalam hitungan jam. Padahal Bank Mandirinya bilang kira-kira 3 hari nyampainya. 

Wow! So far, ini cara terbaik kirim uang ke Luar Negeri!

Resep Masakan Lebaran

Pas lebaran di UK sini entah kenapa kemampuan masak tiba-tiba langsung naik ke level ke sekian, setelah sebelumnya saat di Indonesia level ala-ala. Padahal di York, UK sini bumbu-bumbu ga selengkap Indonesia jadi pakai modifikasi sendiri tapi kok lebih enak daripada pas zaman masak di Indonesia ya?

Setelah beberapa kali bikin opor, dapat juga opor yang legit dan empuk melted maknyuss untuk lebaran 1438H, 2017 sekarang. Plus, kali ini kali ke-2 bikin sambal kentang hati ayam dan rasanya nagih terus buat makan. Kenapa opor pasangannya sambal kentang? Soalnya aku juga baru iseng coba kalau kuah santan opor yang sudah jadi bisa dipakai buat bumbu sambal kentang ati. Kalau sambal kentang ati kan emang pakai santan encer kan ya, tapi bakal lebih enak lagi kalau kita memanfaatkan kuah santan opor ayam. Jadi, aku emang sengaja bikin opor ayamnya banyak kuahnya buat dipakai bumbu tambahan di sambal kentang ati.
Fix, kalau masak opor ayam dan sambal kentang ati harus barengan karena simbiosis mutualisme ini.

Oiya, aku untuk resep yang ku-share ini semua kebantu rasanya dari bumbu instan bamboe yang aku bawa dari Indonesia. Wkwkwkwk ternyata ini rahasia.

*Resep Opor Ayam Mantap*

Bahan-bahan:

1. Ayam seekor dipotong

2. Air sekitar 1 liter, Santan cair instan 250 ml

3. Bumbu yang dihaluskan: bawang putih 6 siung, red union 1 biji, jinten 1 sendok teh, merica 1/2 sendok teh, garam 1 sendok teh, lengkuas 1 buku jari. 

4. Bumbu tambahan: daun salam 3 biji, daun jeruk 3 biji, serai 1 batang memarkan, gula merah sekitar 1 sendok makan. Bumbu opor Bamboe 1/3 sachet.

Caranya:

1. Tumis bumbu halus sampai wangi menguar. Aku ngulek gak pakai blender. 

2. Rebus ayam beserta bumbu halus yg sdh ditumis plus bumbu tambahan  sampai ayam empuk. 

3. Setelah ayam empuk (sekitar 20-30menit) baru masukan santan. Aduk-aduk sampai santan mendidih lalu tunggu sampai santan merasuk  (5-10 menit)*halah merasuk hihi. Selesai! Matikan kompor. Pastikan ayam empuk banget, poin penting meltednya opor di sini soalnya hehe.

*Resep Sambal Kentang Ati*

Bahan:

1. Kentang 1,5 kilo kupas,potong lalu goreng.

2. Ati ayam boleh pake ampela juga (di UK gak ada ampela) sekitar 250 gram. Potong-potong dulu.

3. Bumbu yang dihaluskan: red union 3 bonggol, bawang putih 1 bonggol, lengkuas (galangal) sekitar 2 buku jari,cabe merah tanjung 10 biji kalau ada. Berhubung gak ada cabai merah alias sudah jadi gak pakai cabai deh dan kebantu sama bumbu Bamboe Sambal Ati Kentang karena ada cabainya hehe. 

4. Santan 65ml diencerkan pakai air jadi sekitar 200 ml, kira2 sih aku mah. Tapi, karena ada kuah santan opor, pakai kuah santan opor aja. Jadi, sambal kentang ati ala aku ini resep minimalis bgt krn cuma: bawang putih, red unioun, lengkuas, bumbu Bamboe. Tapi kebantu bgt sama santan opor ayam! Ini yang bikin enak.

Cara masak:

1. Tumis bumbu halus dan bumbu Bamboe Sambal Ati kentang sampai wangi banget.

2. Lalu masukin ati ayam yg sdh dipotong, tumis sama bumbu pertama kali supaya kaldunya keluar. 

3. Tuang santan, kalau aku kuah opor ayam kira-kira 200 ml. Tunggu mendidih sekitar 10 menit supaya kaldu ati ayam makin keluar.

4. Nah baru masukin kentang potong goreng.

5. Aduk pelan, jangan sampai hancur. Sampai rata, matang dan kering. Selesai!
Bakal enak lagi kalau ada petai, cabai merah segar dan ampela. Yaaa namanya juga lebaran di rantauan ya, tapi gini doang enak banget! Karena gak pedes cocok bgt buat menu anak-anak.

Resep Teri Kacang Minimalis

Salah satu makanan persediaan buat pak suami yg ditinggal istri dan anak2 balik duluan ke Indonesia. Masakan ini juga bisa disajikan pas lebaran. Wow lebaran sebentar lagi!

*sambal teri kacang*

Resep modifikasi sesuai dgn bumbu yg ada di York, UK.

Bahan:

1. Kacang red peanut sekitar 200 gram

2. Teri sekitar 100 gram

3. Bawang putih 1 bonggol

4. Cabe merah kering sesukanya hahaha, cabe hijau alias bird chili eyes atau cabe apa aja bisa. Tapi aku lebih suka cabe merah, even cabe merah kering. Soalnya susah cabe merah segar di York

5. 3 lembar daun jeruk sobek
Caranya:

1. Goreng kacang dulu lalu setelah matang pisahkan.

2. Goreng teri, setelah matang pisahkan.

3. Tumis bawang putih dan cabai yg sdh dihaluskan sampai wangi dan matang.

4. Campur teri dan kacang ke dalam tumisan bumbu, masukan sobekan daun jeruk, aduk rata.
Selesai! Gampang kan 🙂 

Persiapan EuroTrip

Ramadhan tahun 2017 ini kami sekeluarga akhirnya jadi juga #eurotrip selama 10 hari ke Belgia-Belanda-Jerman-Prancis. Kenapa pas Ramadhan? Karena pas banget rentetan exam dan tugas suami selesai ya pas Ramadhan. Setelah Ramadhan aku dan anak-anak juga harus balik ke Indonesia karena jatah cuti besar telah habis! Jadi emang gak ada pilihan, hanya saat Ramadhan kami bisa menjalaninya. Kayaknya sayang untuk dilewatkan karena domisili kami di UK sekarang memudahkan kami baik dari segi biaya, waktu dan kesempatan untuk keliling Eropa. Cuma ya yang bikin maju-mundurnya adalah karena Ramadhan. Sayang banget kayaknya melewatkan Ramadhan begitu saja alih-alih malah sibuk traveling kan? Nah inilah yang bikin kami merenung dulu…cukup panjang pergolakan batinnya. Berkali-kali nanya ke hati sendiri, niatnya apa? Untuk apa? Manfaatnya apa? Akhirnya setelah ditimbang-timbang, jadi juga kami apply visa lewat Belgium untuk Schengen.

Awalnya gak PD juga bisa gak ya eurotrip secara kami emang ga tipikal traveler, ga sering jalan-jalan juga sebelumnya. Namun dengan menganut asas hemat dan efisien juga bantuan hasil searching browser akhirnya kesampaian juga! Barangkali buat kalian yang kepengen keliling Eropa tapi gak tahu musti darimana dulu persiapannya, mungkin bisa nyimak postinganku kali ini.

Persiapan #eurotrip:

  1. Tentukan kamu mau apply visa Schengen dari negara mana. Visa Schengen memang bisa memasuki ke semua Negara Eropa (ada beberapa pengecualian, googling aja ya) namun kamu harus pastikan pertama masuk Eropa lewat negara mana dan negara mana yang bakal kamu singgahi paling lama. Pertimbangan itulah yang jadi dasar kemana kamu submit visa Schengen. Kami memilih masuk lewat Belgia. Kenapa? Sebenarnya lebih karena prosesnya cepat, kenyataannya hanya butuh waktu 2-3 hari untuk mendapatkan visanya. Untuk proses sumit visa Belgia dari UK mungkin akan bikin postingan tersendiri. Kalau submit dari Indonesia aku kurang paham sih.
  2. Kalau kamu sudah pastikan kemana submit visa Schengen-nya, langkah selanjutnya adalah searching web-nya. Biasanya untuk apply visa menggunakan jasa pihak ke-3 seperti: VFS, TLS, dsb. Syarat-syarat visa Schengen tiap negara Eropa gak persis sama, ada beda-beda sedikit lah. Syarat paling penting: kamu punya saldo yang cukup utk memastikan biaya hidup selama traveling, itinerary (akomodasi dan transport) lengkap beserta bukti (tiket atau tanda booking) dan asuransi yang meng-cover kamu selama traveling. Semua info ada di web utk submit visa. Kalau traveling beserta keluarga pastikan saldo kamu cukup meng-cover utk seluruh anggota keluarga. Biasanya yang diminta saldo mengendap selama 3 bulan ke belakang, namun bisa jadi berbeda jika berubah ketentuan dan kebijakan. Syarat-syarat lain biasanya untuk administrative macam: foto, akta lahir, dsb. Baca dengan seksama ketentuan pada tiap-tiap Negara bisa jadi berbeda.
  3. Itinerary! Sesungguhnya yang paling ribet adalah nyiapin itinerary. Tapi, manfaat banget lho buat kita yang mau traveling karena emang berdampak langsung buat kenyamanan kita selama traveling. Tips untuk memilih akomodasi, kami sih suka lihat #tripadvisor. Beneran, ngebantu banget! Apalagi kalau kita baca testimony dari traveler lain, cukup menggambarkan gimana keadaan aslinya. Jadi, saat memilih akomodasi jangan pilih karena cuma murah tapi juga rating dan lokasinya. Jangan sampai dapat harga murah tapi jauh dari destinasi kalian, karena ujung-ujungnya sama aja jadi mahal karena lebih boros di transportasi. Bagi kami yang traveling selama ramadhan, kami sengaja mencari akomodasi yang dekat dengan masjid dan dekat dengan stasiun kereta. Tentu bagi masing-masing traveler punya pertimbangan sendiri. Rating akomodasi dari tripadvisor sejauh ini akurat pake banget! Jadi, cari akomodasi murah dan nyaman bisa kesampaian. Oiya, kami memilih penginapan yang free cancelation dan gak perlu bayar DP. Jadi jika sewaktu-waktu berubah rencana bisa kami batalkan booking-nya tanpa kena biaya. Untuk dunia per-booking-an kami lebih nyaman pakai booking.com. Kadang-kadang nemu juga di airbnb.com untuk akomodasi yang free cancelation, tapi ya agak susah sih. Berhubung 5 dari 10 hari traveling kami menghabiskan waktu di rumah saudara dan susah nyari yang cocok di airbnb, urusan cuci baju dan masak cukup deh di rumah Saudara. Kalau gak ada tebengan nginep orang Indonesia emang mending airbnb aja sih, tinggal pilih yang ada dapur dan mesin cucinya. Ya, secara orang Indonesia harus makan nasi ya dan kegiatan cuci baju selama traveling itu bikin bawaan makin ringkes kan. Bagian lain dari itinerary adalah: Transportasi! Nah, untuk urusan transportasi umum di Eropa emang canggih tapi karena canggih jangan sampai jadi gak ngerti apa-apa. Semua harus beli tiket di awal, even naik bis. Gampangnya: google aja hehe. Ketik aja missal: from Brussels to Amsterdam, nanti bakal muncul moda transportnya. Kalau pakai gmap tinggal pilih opsi mau naik bis, kereta, tram, atau uber. Berikut rute-rute, peta , harga serta estimasi waktu nanti akan keluar. Modalnya cuma: paket data/wifi dan kecerdasan! Hahahaha, serius kecerdasan baca in Engslih! Harus serba baca dengan teliti dan benar serta harus sanggup baca PETA! Kecuali kalau mau sewa mobil atau pakai uber selalu sih bisa-bisa aja, tapi…..selain mahal, sesungguhnya kalau kamu mau ngerasain nafas dan ritme suatu daerah harus naik transportasi umumnya.

    WhatsApp Image 2017-06-22 at 19.11.54

    Saat berada di dalam train keliling Rotterdam. Kami sibuk melihat rute dan stasin pemberhentian yang tertera di dalam gerbong.

  4. Balik lagi modal yang paling penting selama eurotrip selain uang adalah bahasa hahahaha. Ada beberapa keadaan yang gak memungkinkan mengandalkan google, misal powerbank dan HP lagi mati. Jurus pamungkas adalah nanya-nanya ke orang. Tentu saja, buat yang gak biasa speaking in English jadi kagok.
  5. Jangan lupa pertimbangkan tentang jetlag. Bagi kebanyakan orang jadi mengganggu jalan-jalan. Berhubung waktu UK dan daratan Eropa Cuca selisih 1 jam, sehingga bukan masalah bagi kami. Namun, bagi kebanyakan orang Indonesia saat pertama datang ke Eropa ya jetlag ini jadi masalah banget apalagi buat anak-anak. Jadi, utk mengantisipasi jetlag upayakan bikin jadwal itinerary yang memberi waktu luang untuk istirahat. Oiya, pertimbangkan juga cuaca. Mau jalan-jalan pas winter? Spring? Summer? Fall? Semua ada kelebihan masing-masing. Paling enak cuaca bagi orang Indonesia datang ya pas summer. Tapi kalau mau lihat salju ya pas winter, mau lihat bunga ya cocoknya pas spring, mau lihat daun-daun gugur yang dramatic ya pas fall.
  6. Terakhir, keliling Eropa itu lebih banyak factor kesempatan daripada kemampuan. Duit ada, tapi gak ada waktu luang ya gak bakal kelaksana. Tapi, kalau ada kesempatan walau duit pas-pasan ya bisa saja jalannya. Kayak tiba-tiba dapat tiket murah, dapat rejeki kuliah atau bisnis trip. Kalau ngomongin kesempatan kayak lagi obrolin rejeki. Jadi, jangan lupa banyak berdoa semoga dilancarkan
    WhatsApp Image 2017-06-22 at 19.13.16

    saat keliling naik boat di Giethoorn, Netherland

    Ini baru persiapan langkah awalnya ya, untuk selanjutnya gimana-gimana destinasi yang kami kunjungi insyaAllah di postingan selanjurnya. Happy Day!

Momen cuti besar-ramadhan-jatah hidup

Untuk memulai byk hal lebih enaknya kita perlu momentum. Jangan sampai momen-nya udah kelewat kita baru nyadar belakangan. Kerasa banget pas mau berakhir jatah cuti besar selama 3 bulan mendampingi suami di UK sini. Kerasa banget….

Seperti misal baru nyadar kalau bermukim walau bentar di UK ini adalah momentum untuk lebih ngebabat lagi buku-buku yg pake bahasa Inggris krn ya mumpung di sini kan pasti lebih semangat dan kondusif. Belajar speaking lebih intensif lagi dan so on. Tapi, menurutku 3 bulan itu baru masuk starter. Ibarat kata emang baru manasin mobil wkwkwkw giliran mau jalan eh selesai waktunya. Giliran udh mulai PD ngobrol sm Bristish asli krn udh bisa nangkep apa yg dia omongin eh ya waktu utk cuti udah habis. Ayooo balik ke Indonesia,…hihi..
Duh, berasa bgt jadi renungan buat aku ttg hidup yg efisien dan efektif. Ini cuma fase cuti besar yg aku lalui.  Nyeselnya kenapa gak dari awal lbh merencanakan efektif dan efisien akan byk hal yg dikerjain saat cutbes baru belakangan. Langsung kebayang ttg jatah usia hidup kita di dunia yang mana hidup cuma sekali, sekali! Sekali hidup habis itu ya itulah bekal yg menentukan hari2 setelah kehiduan kita di dunia. Dan manusia byk nyesel belakangan, duh kenapa selama hidup malah gak fokus sama tujuan hidup malah ke hal lainnya. Atau giliran lagi belajar ibadah lebih baik lagi dan memulai tobat jata hidup di dunia eh udah habis.
Iya, makanya byk penghuni kubur berandai jika mereka dibangkitkan lagi mereka akan menghabiskan waktu dgn bersujud pada Allah. Bahkan byk yg berandai, “aduhai jikalau saja aku hanya tanah saja yg tidak dihidupkan.” Alias berandai lebih baik dia tidak hidup di dunia karena merasa percuma ,merugi hidup tapi bukan mencari bekal berpulang pada Allah.
Yaahhhh, dari cuti besar kali ini aja aku ngerasa byk nyeselnya kenapa ga efektif dan efisien. Kayaknya bisa lebih indah kalau dr awal direncanakan apa saja yg mau dikerjakan lebih baik. 
Apatah lagi hidup! Jgn sampai nyesel belakangan!!! Ini buat catatan bagiku. Mumpung juga momen ramadhan kan, saatnya berubah lebih baik lagi. Jgn sampai momen kelewat baru nyesel kan…

Harus lebih jelas lagi #goal hidup dan langkah2nya spy lebih efisien hidupnya bukan cuma dihabiskan utk hal yg minim gunanya.

Penerbangan ke Eropa Bersama Balita Versi Lengkap

Akhirnya mau nulis gimana sih serunya bepergian puluhan jam bareng anak-anak balita sendirian tanpa suami. Saat perjalanan dari Soekarno-Hatta, Cengkareng ke Heathrow, London aku bersama Alzamboy (4 tahun) dan Azagirl (3 tahun). Kami pakai maskapai Etihad bukan karena apa-apa cuma karena harga terbaik saat itu alias harga termurah hehe. Namun ternyata emang asyik juga untuk penerbangan jarak jauh ke Eropa, karena transitnya kurang lebih perbandingan 50:50 . Jadi setelah setengah durasi perjalanan (7 jam) transit 2 jam lalu nyambung lagi penerbangan setengah akhirnya (8 jam). Asyiknya lagi, makanan yang ditawarkan maskapai Timur Tengah memang gampang untuk diterima lidah. Aku juga gak bawa banyak perbekalan makanan siap santap untuk anak-anak balita selama perjalanana soalnya, ada roti, aneka pudding, juga buah-buahan yang ditawarkan. Kenyang lah pokoknya, bahkan gak sanggup menghabiskan semuanya. Oiya, bagi anak balita juga dikasih goodiebag buat kegiatan anak-anak di dalam pesawat. Percaya deh, anak-anak seneng banget berasa dikasih hadiah! Selain itu isi goodiebag-nya emang keren: pensil warna dan buku aktivitas, card, juga art activity. Pokoknya lumayan lah ngisi waktu di pesawat.

Kira-kira perjalanan selama itu bosan gak ya anak-anak? Orang dewasa aja sebel yak kudu duduk mulu. Nah, kebetulan kan ada aturan NO TV di rumah jadi pas anak-anak duduk di pesawat terpesona lah sama TV di depan kursi, tinggal milih mau nonton film mana juga kan. Tapi, haha ya mereka juga kagak ngerti nonton apa. Mana bahasa Inggris kan ya hehe.

Kami berangkat dari Cengkareng tengah malam pukul 00.15 jadi, sebenarnya anak-anak udah waktunya jam tidur cuma dipaksakan melek jalan dari check-in, boarding, naik pesawat hehe. Mereka antusias sih, jadi gak masalah. Nah, enaknya penerbangan malam, mereka langsung ngantuk di dalam pesawat lalu tidur deh. Eh, ada bantal leher juga yang disediakan maskapai jadi gak perlu bawa bantal leher sendiri lho! Alzamboy sebenarnya gak langsung tidur, dia sempet minta mie instan yang ditawarin pramugari. Hebat deh emang dia, tengah malam makan se-cup mie,habis itu mereka tidur sekitar 4-5 jam. Lalu bangun minta ke toilet. Sebenarnya agak ribet ini pas ke toilet karena bawa dua balita yak, satu anak aku titipin ke pramugari, satu anak aku ajak ke toilet.

Saat transit di Abu Dhabi, mereka dalam kondisi udah bangun. Nah, pas transit gini agak ribet yak karena cari gate keberangkatan yang lumayan jauh. Kami dong, ternyata jalan kaki hampir satu jam dari gate turun ke gate keberangkatan. Asyiknya, ada stroller yang bisa dipinjam, ini fasilitas dari maskapai juga. Jadi, Azagirl cukup didorong sementara emaknya bawa 1 koper kabin, 1 tas punggung dan sesekali menggandeng Alzam. Jangan bayangkan ribetnya hahahaha.

Eh, saat di bagian imigrasi bandara kami sangat dimudahkan dengan adanya fastline. Fastline adalah jalur cepat bagi orang-orang dengan keterbatasan gerak karena lanjut usia ataupun balita-balita. Jadi, tenang saja emak-emak macam aku yang ribet bawa dua balita plus koper kabin dan ransel akan eye-cathcy sekali! Hahaha…nanti petugas imigrasi akan memotong jalur antrian kami ke kelas Bisnis untuk didahulukan! Yuhuuuu…ini namanya juga fastline khusus buat yang rempong. Kalau kamu merasa gak ada yang menawari kamu fastline, bikinlah bahwa kamu tengah kepayahan hahahh nanti dilirik deh. Tapi sungguh, kalau bawa balita tanpa dibikin-bikin pun kamu udah kelihatan rempong kok. Bukti kalau bawa balita-balita adalah pemandangan eye-cathcy adalah saat kamu disapa beberapa orang yang mereka ngakunya berada di dalam pesawat yang sama saat penerbangan. Padahal, kamu aja gak ngerasa pernah ketemu mereka hahahah…

Note: saat transit walau boarding masih lama jangan jauh-jauh dari gate! Daripada ketinggalan pesawat mending duduk aja di ruang tunggu, siap-siap stok sabar seluas samudera ya saat nunggu boarding bersama anak balita. Wajar lah, kalau mereka banyak aksi asal gak ganggu orang lain sih. Haduhh, iya itu pokoknya harus diawasi dan bolak-balik dinasihati.

WhatsApp Image 2017-05-23 at 18.51.52

Lagi nunggu boarding di Abu Dhabi

Nah, saat transit di Abu Dhabi ini, aku beli minum mineral karena anak-anak kehausan. Cemilan masih ada stock, jadi mereka sambil makan, sambil minum, sambil main ya gitulah.

Lalu, penerbangan dari Abu Dhabi-London inilah yang bikin agak deg-degan. Karena penumpangnya lebih heterogen pastinya, kami juga ganti pesawat yang lebih besar. Mulai banyak orang Eropa terlihat juga wajah-wajah orang Arab (secara dari Abu Dhabi). Karena begitu banyak macam manuisa ternyata aku baru sadar, beberapa orang sangat berhati-hati dengan anak balita. I mean sensitive banget gitu deh. Kebetulan yang duduk di bangku depan Alzam orang Eropa gitu dan dia berkali-kali bentak Alzam. Penyebabnya sepele, saat Alzam menjatuhkan pensil warna, Alzam mengambil pensil warna dan tak sengaja membuat gerakan keras menggoncang kursinya. Dia langsung teriak “Stop It” . wow serem ya Buk! Terus,  karena perjalanan Abu Dhabi-London siang hari, beberapa orang memilih menutup jendela karena silau. Tapi, Alzam, namanya juga anak-anak dia suka memandang awan yaaa…nah ini orang yang di depan merasa terganggu dengan cahaya dari jendela Alzam. Bolak-balik dia melirik ke arah kami. Puncaknya, pas Alzam tertidur, orang tersebut menjulurkan tangan ke belakang lalu menutup jendela di samping Alzam. Pas Alzam bangun tidur, yaaa…Alzam buka jendela lagi dong hahahaha…

Di bangku belakang kami ada seorang Ibu dari United Emirat Arab bersama bayinya yang belum genap setahun. Kebetulan bayi  Haya ini rewel sering sekali, dan tentu saja rewelnya bayi Haya ini bikin orang yang sensitive dengan Alzam itu bolak-balik melirik ke belakang hahahah. Beberapa kali aku juga mengobrol dengan ibunya, ya dari ibunya itulah aku tahu nama bayi di belakang kami.

Oiya, di bangku diagonal depan samping kami ada WNI. Pantesan bolak-balik merhatiin kami, saat aku tanya eh benar orang Indonesia, wajahnya Indonesia banget. Ternyata dia TKI sedang ikut majikannya pelesiran ke London. Tentu saja majikannya di kelas Bisnis.

WhatsApp Image 2017-05-23 at 18.48.02

Anak-anak anteng ngerjain activity dari Goodie Bag

Penerbangan paruh waktu kedua ini yang paling menantang karena siang hari, anak-anak lebih banyak meleknya. Jadi, kami habiskan dengan mengerjakan aktivitas dari goodie bag juga menonton TV. Oiya, apakah anak-anak rewel? Bisa dibilang anteng 80 persen lah ya, sisanya paling ribut pengen ke toilet atau ribut pengen ganti tontonan, ribut pengen menu makan yang beda, dsb. Oiya, biasanya pramugari menawarkan mau pilihan menu makan yang mana. Aku memilih aneka rupa lah, menuku dan ke-2 anak-anak gak ada yang sama. Hahahah, jadi biar saling icip ya. Tapi, kalau pas menu favorit jadi rebutan dua anak yaudah deh ini agak ribet. Yuhuuu deh pokoknya. Oiya, karena saking banyaknya makanan dari maskapai, aku bawa sebagian ke dalam tas ranselku untuk cemilan anak-anak perjalanan dari London ke York nantinya heheh. Ngebungkus! Wakakakak….

Nah, pas turun di Heathrow, London ini agak hectic deh, semua terburu-buru, bandaranya crowded juga. Suasananya emang bener-bener kayak di Megapolitan rasanya. Mana pula aku harus jalan jauh bareng dua anak plus barang bawaan. Sesekali menggendong Azairl yang capek berjalan. Perjalanan dari gate saat turun sampai imigrasi cukup jauh aku rasa. Sampai capek, pengen duduk berhenti dulu heheh. Tapi, kalau kita melambatkan jalan niscaya semakinn dapat antrian paling jauh di belakang. Inilah bagian yang agak melelahkan: antrian Imigrasi, London yang panjang dan panjang .

Aku udah celingak-celinguk cari fastline untuk antrian singkat tapi gak nemu. Lalu kemudian, setelah kurang lebih 20 menit antri bersama anak-anak yang rewel ini-itu dibuka deh fastline. Tentu saja kami termasuk kandidat yang masuk fastline karena kami rempong hahah! Oiya, agar cepat dan mengurangi kerepotan sebelum mengantri imigrasi harap mengisi dulu data-data imigrasi, paspor dan dokumen kepengurusan visa. Biasanya maskapai memberikan secarik kertas sebelum landing untuk diisi agar memudahkan saat imigrasi. Jadi kita bisa menyiapkan terlebih dahulu di pesawat. Apalagi yang bawa balita-balita ya wajib disiapkan sebelum landing!

Nah, saat di bagian imigrasi inilah agak gak lancar, soalnya secara aku belum pernah ngobrol sama orang British asli yang medok Yorkshire-nya. Dia nanya apa aku gak nangkep wakakakak.. “sorry…can you repeat again?” Tetottt abis, mana anak-anak banyak atraksi. Singkat cerita, loloslah dari imigrasi dan berburu bagasi!

Yuhaaaaa….cari bagasi gimana? Tinggal ikutin aja tanda-tanda bagasi dari gate mana, maskapai apa. Ada sign-nya lah. Gimana biar gak rempong? Cari trolley dulu, siapkan mata dan berdayakan anak-anak “nanti kalo lihat koper kita lewat kasih tahu Ummi ya…” Kami bawa 2 koper bagasi, masing-masing 23 kilogram (ketentuan maksimal Etihad). Angkut-angkut koper ditata di trolley lalu taruh anak-anak di atas trolley. Dorong deh!

Cari exit way! Daaaaannnnnnnnnnnn….mereka berlari bertemu abinya! Beneran spontan semuanya, saat mereka keluar dari pintu, mereka loncat dari trolley dan teriak “Abiiiii……Abiiiiiiiiiiiii” Ya Allah sudah enam bulan mereka gak bertemu abinya. Dan ini beneran pemandangan haru, mereka menerobos melintasi tali pembatas dan berhamburan ke pelukan abinya. Disinilah, aku merasa bahagia melihatnya. Ingin juga rasanya memeluknya, suamiku, namun harus mendorong trolley sampai keluar area kan hahahah. Dasar anak-anak kecil, hanya mereka yang gak tahu malu menerobos tali pembatas wkakakaka…

Semua orang yang berdiri di belakang tali pembatas seolah sedang menonton adegan indah , mereka ikut bahagia dan tertawa melihat Alzam dan Aza teriak, berlari dan berburu pelukan abinya. Tak terasa, bulir air mata jatuh diujung mata. Alhamdulillah Ya Allah, Engkau yang mempertemukan, Engkau yang Memisahkan. Engkau yang memperjalankan kami ke belahan bumi ini untuk dapat bertemu lagi sekeluarga!

Alhamdulillah, terima kasih semua doa-doa dari keluarga dan rekan-rekan. Pastinya perjalanan kami yang lancar ini karena doa-doa dari semuanya.

Mungkin kalau disingkat tips bawa bayi penerbangan Internasional sendirian:

  1. Siapkan baju ganti anak, toiletries anak dan mainannya dia dalam satu koper kabin. Berikut baju ganti kita. Secara anak kecil ada aja ya, kejadian gak terduga macam muntah atau makanan tumpah (Alhamdulillah anak2ku enggak).
  2. Siapkan makanan cemilan kesukaan juga minuman di tas ransel yang mudah dijangkau. Tas ransel isinya barang-barang yang biasanya sering digunakan, macam tisu, minyak telon (kalau pakai) dsb. Juga dompet, kamera, HP, laptop kalau bawa, dan berkas-berkas imigrasi juga dokumen pribadi. Mainan pamungkas, dan makanan pamungkas. Kalau anak2ku suka mewarnai dan suka permen/coklat. Jadi kalau mereka mulai ribut dikasih aja deh permen/coklat heheh…
  3. Untuk bawaan bagasi sesungguhnya gak ribet amat karena ada trolley. paling ribet angkutnya. Kalau bawa bayi masih dibawah setahun belum bisa jalan wajib bawa carrier deh untuk gerak cepat dan bisa angkut-angkut koper.
  4. Aku lebih memilih penerbangan yang lebih banyak waktu malam karena anak-anak akan lebih banyak tidur, artinya lebih sedikit potensi ribetnya hehe.
  5. Jika penerbangan jarak jauh, aku lebih suka yg transitnya sekali aja dengan proporsi waktu separuh-separuh.
  6. Siapkan stok sabar seluas samudra, stok kata “Sorry” jika anak kita mengganggu yang lain huhuhuhu…
  7. Jauh-jauh hari anak-anak udah dikondisikan, di-sounding bakalan naik pesawat lama makanya jangan rewel dsb.
  8. Banyakin doa selama perjalanan kan dijabah! Berdoa supaya dikasih kelancaran. Minta doa sama keluarga, saudara, manjur banget ini mah!

 

Mungkin yang bikin lebih mudah lagi, anak-anak sudah dibiasakan kemana-mana cuma sama Umminya aja. Jadi, kami memang selama berjauh-jauhan dengan abinya memang kemana-mana cuma bertiga aja. Termasuk saat perjalanan ke luar kota, mereka terbiasa anteng melihat Umminya nyetir. Sebelum ke UK, aku pernah cerita kan ke Cisarua, Bogor nyetir selama 6 jam. Anak-anak anteng aja di sebelah, saat itu sih ada kakeknya yang ikut tapi gak memungkinkan buat nyetir. Intinya kayaknya sih, sikap mental ibu memengaruhi juga ke anak deh!

 

Kalau emaknya optimis, insyaAllah lancar deh! Jadi, siapin mental dan fisik ibunya buat perjalanan jauh sekaligus ngasuh balita-balita selama perjalanan. Soalnya, walau sudah sampai tujuan gak ada kata istirahat bagi seorang Ibu walau dihantam jetlag wakakakaakak *curcol selipan.

Terus kalau ngerasa takut gak bisa ngendaliin anak-anak. Emang itu anak-anak siapa sih? Harusnya ortunya yang paling paham gimana ngehadapin mereka. Yah, kalau tantrum, rewel, nangis dsb gimana? Wahahahaha udahlah berdoa aja kalau udah banyak hal yang gak disangka kayak gitu. Kadang anak rewel seharian, langsung sembuh setelah di-sholawatin, langsung kalem setelah dibacain AL Qur’an. Yah, bagi Allah mudah banget yah membuat hati seorang hamba tenang apalagi buat nenangin anak rewel. Cuma, karena kita sebagai orang tuanya harusnya sih paham apa saja yang bikin anak gak nyaman dan bikin mereka nyaman. Wow! Ini note buat aku juga. Karena Aza yang baru saja usia 3 tahun kadangan mendadak tantrum.

Panjang banget yak nulisnya..buat siapapun yang mau perjalanan jauh bareng anaknya! Have nice holiday! Beneran deh jadi pengalaman berkesan pake banget 🙂

 

 

Resep Nasi Goreng Jamur

Suka bingung sama nasi yang mejeng di magic com terlalu lama? Gara-gara bepergian atau karena makanan pengganti karbo yg mengenyangkan bikin si putih tak tersentuh. Nah, kemarin pas abis sampai rumah dari London langsung bingung. Duh, nasi masih membumbung tinggi di magic com. Lauknya belum ada. Paling praktis telor ceplok. Tapi kalau telor ceplok doang kurang semangat deh ngabisin nasi. Lagian selama seharian perjalanan PP York-London-York anak-anak dan ortu makan gak beres. Dinner kali ini waktunya rapel makan deh, tapi bingung dong masak apa.
Taraaaa keinget ada jamur di kulkas. Yaudah deh nasi goreng jamur. Pas udah jadi, beneraaaaannn enak banget! Variasi nasi goreng biar beda dari nasi goreng biasa. Tapi tar dulu, bisa jadi enak banget dan anak-anak makan lahap baget karena kecapaian dan kelaparan sih wahahahaha.
Ini dia resep Nasi Goreng Jamur, menu baru favorit keluarga kami (terutama anak-anak). Alzam bilang “Ummi jagoaann” hahaha didikan Abinya, kalau abis dimasakin enak bilang gini.
Nasi Goreng Jamur
Bahan:

1.Nasi 4 porsi orang dewasa

2. Bawang bombay 1 biji cincang

3. Bawang putih 6 biji cincang

4. Jamur kancing sekitar 10 biji

5. Telur 1 butir biar gurih

6. Garam sesuai selera

7. Merica sesuai selera

8. Lada hitam sesuai selera

9. Cabai atau bubuk cabai atau saus cabai/sambel (kalau mau pedes) aku masukin cabai pas di akhir, setelah nasgor gak pedesnya diangkat dulu buat bocah-bocah.

10. Bawang daun 2 biji potong2

11. Margarin 1 sendok makan 
Bumbu Rahasia ala chinese food:

1. Minyak ikan (fish sauce) sekitar 1/2 sendok makan

2. Minyak wijen (sesame seed oil) sekitar 1 sendok makan

3. Saus tiram sekitar 1 sendok makan

4. Kecap manis sekitar 2 sendok makan.
Takaran bumbu rahasianya suka-suka aku sih gak pake sendok asal tuang2 hahaha, duh bebas sih. Makanya itu nulis pakai “sekitar”‘.

Cara masak:

1. Panasin minyak n margarin, goreng telur bikin orak-arik. Sisihkan.

2. Tumis bombay dan baput sampai wangi

3. Masukin jamur yg udah diiris plus bawang daunnya.

4. Masukin nasi

5. Tuang minyak ikan, wijen, tiram, saus tiram,kecap, garam, merica, lada hitam.

6. Aduk rata sampai matang merata! Bagian terpenting dan terextra tenaga kalau masak nasi goreng.

7. Koreksi rasa.
Bikin ceplok telor buat temen makan.

Duhhhh semuanya lahap banget makannya deh. Curiga karena kecapean dan kelaparan sih hahaha. Tapi bener, Nasi Goreng Jamur jadi variasi rasa nasgor di rumah deh. Dan ternyata mirip2 sama nasgor restoran kalau pakai kombinasi bumbu rahasiaku deh! Dasar akunya aja yg enang suka masakan chinese hahaha!

Fotonya pun asal banget sebelum dihabisin. Seriussss ini enak!

Besok pagi, mau ngabisin stock jamur bikin nasgor jamur lagi! Yeaaaayy!

Resep Terik Daging

Anak-anak benar-benar lagi bahagia makan, artinya Umminya makin giat ngedapur.  Apalagi dapur di sini, enak kitchen set-nya hahaha. Di Indonesia kagak punya oven n microwave. Di UK harus ada deh benda-benda macam itu. Akhirnya, setelah berkali-kali gak nemu daging sapi di Toko Halal, aku menemukannya wohoooooo!!!
Kali ini, aku mau berbagi resep Terik Daging yang bikin anak-anakku makan terus, bahkan jam 23 malam masih makan. Lah, nunggu Isya jam 22.30-an uy sekarang. Ortunya ga tidur, anak-anak juga molor jam tidurnya ngikutin Isya. 
Terik itu masakan khas Jawa, santan, gula jawa sedikit, ketumbar . Menurutku itu bumbu paling kerasa dominannya. Paling enak bisa bikin daging empuk dimasak lama pakai resep terik ini. Rasanya ada rasa rempah tapi friendly buat lidah anak-anak.
Ini dia, resep Terik Daging ala aku yang dimodif menyesuaikan dengan bahan-bahan di UK. Masak terik pun gegara keinget ada santan yang udah kebuka tapi belum diabisin, nongkrong cantik di kulkas bebarapa hari. Keburu basi, mari eksekusi.

Oiya, bumbu-bumbu di mari sebagian masih bumbu bawaan stock dari Indonesia, sebagian beli di UK. Tapi entah kenapa, aku rasa santan made in Thailand yang ada di gambar lebih enak daripada santan Kata indonesia!

Oiya, lengkuas impor UK (entah dari mana) beda sama lengkuas Indonesia. Kalau kata suami sih, pas gak sengaja makan lengkuas UK rasanya kayak kentang hahaha…

RESEP TERIK DAGING MODIFIKASI
Bahan-bahan:

1. Daging sapi sekitar 350 gram potong kecil.

2. Santan UHT sekitar 250 ml

3. Gula jawa sekitar 50 gram (sesuai selera)

4. Air sekitar 500 ml

5. Batang serai 1 memarkan

6. Lengkuas 3 cm memarkan

7. Daun salam 3 helai

8. Daun jeruk 3 helai

Bumbu halus:

1. Red union 3/4 biji. Kalau pakai Bawang merah paling 6 biji cukup. Tapi Shallot alias bawang merah susah dapetnya uy di UK mah.

2. Bawang putih 8 butir.

3. Jinten 1/4 sendok

4. Ketumbar 1/2 sendok

5. Merica 1/4 sendok

6. Garam 1/2 sendok
Aku mah nguleg, ditumbuk pake tumbukan ding.
Abis itu, bumbu halus ditumis  sampai wangi menggelegar!!!

Biasanya pas wangi menyerbak gini, anak-anak nyamperin hahahaha. Terus nungguin. Setelah ditumis, cemplungin bumbu ke panci, tambahin potongan daging. Lalu tambahin air dan santan deh juga bahan-bahan lainnya.

Pakai api kecil aja sekitar 1/2 jam ditutup pancinya biar empuk, jangan lupa koreksi rasa. Kalau mau kuah yang kental dimasak lama makin kental.
Dijamin anak-anak suka deh, karena daging yang empuk ,rasa gurih dan manis hihi..ini juga makanan kesukaanku pas masa kecil..

Lebih enak ditambah tempe potong atau tahu potong. Wow jadi pengen hehe..secara tempe di UK susah dapetinnya, dan tahu di UK tak seenak tahu Bandung! 

Resep Capcay Daging

Gak tahu sih ya, bisa disebut capcay atau enggak. Soalnya kan, konon capcay harus komplit ada 10 macam sayuran. Nah, kemarin bikin capcay lagi porsi gede untuk ke-2 kali di York, UK sini. Kalau yang pertama buat potluck pengajian kalau yang sekarang untuk konsumsi rapat PPI di rumah. Padahal yaa tiap hari kan ya pasti masak ya, sampai-sampai pengen iseng bikin vlog dokumentasi masak hahaha. Tapi apa daya, ternyata belum ahli jadi ibu rumah tangga berbalita-balita gak ahli ngevlog dan boro-boro dokumentasi yak. Habis masak tandas aja, lupa ngedokumentasiin masak apa saja.

Jadi, pas kemarin itu masak: opor ayam, capcay daging, seblak dan bala-bala buat maksi temen-temen yang pada rapat di rumah.

WhatsApp Image 2017-05-01 at 13.08.14

Capcay ala-ala, seblak yang pakai pasta turki dan cabai bubuk heuuu, opor yang merindukan santan Indonesia

Kenapa opor, capcay dan seblak? Karena pas banget kebantu sama kaldu ayam dari air rebusan ayam pertama sebelum diopor. Nah kaldu ayam itulah yang dipakai buat kaldu capcay dan kaldu seblak. Air rebusan daging ayam di sini ga sekotor air rebusan ayam broiler Indonesia yang banyak lemaknya.

 Eh temanya capcay daging ya, berikut resep ala aku sendiri yang kata yang pada makan sih enak banget!

Capcay Daging

Bahan-bahan:

  1. Daging giling sekitar 300 gram
  2. Telur ayam 1 butir
  3. Kaldu air rebusan ayam
  4. Aneka sayuran, di resep ini aku pakai sayuran sbb:
  5. Jagung semi sekitar 150 gram (menurut seleraku daging cocok banget dicampur jagung semi), iris sedang
  6. Kubis sekitar 200 gram, iris sedang
  7. Wortel sekitar 200 gram, iris sedang

Bumbu-Bumbu:

  1. Bawang putih 8 butir dihaluskan
  2. Bawang bombay 1 butir diiris
  3. Tomat merah 1 butir diiris
  4. Cabai hijau/merah diiris
  5. Bawang daun 1 batang diiris
  6. Minyak ikan sekitar 1 sendok makan
  7. Minyak wijen sekitar 1 sendok makan
  8. Garam
  9. Lada
  10. Minyak sayur dan sedikit margarin untuk menumis
  11. Tepung maizena sekitar 1 sendok makan
  12. Penyedap rasa kalau buat konsumsi publik hahaha (kalau buat di rumah jrg bgt pake)

Poin kunci masakan tumisan chinese macam capcay, bihun goreng, mie goreng ya di minyak ikan dan minyak wijen. Oiya, sama kaldu ayam asli! Ini rahasianya ya.

Cara masaknya:

  1. Panaskan minyak, tumis daging terlebih dahulu sampai matang, lalu pisahkan.
  2. Tumis telur diorak-arik, lalu pisahkan.
  3. Tumis bawang Bombay sampai layu lalu masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan, tumis sampai wangi menggelegar.
  4. Setelah wangi baru deh masukin telur dan daging yang sudah ditumis sebelumnya.
  5. Lalu jagung semi tunggu sampai agak layu, lalu wortel dan terakhir kubis. Oiya tomat kelupaan. Kalau aku tomatnya masuk bareng sayur yang terakhir biar ga ancur. Kecuali kalau bikin balado ya tomat tumis bareng bumbu.
  6. Masukkan kaldu air rebusan ayam untuk merebus sayuran hingga matang. Oiya, cabainya kalau aku masukin terakhir jadi agak crunchy gitu dan gak begitu pedes supaya anak-anak bisa ikut menikmati *edeh emang ibu-ibu berbalita mah masaknya gini.
  7. Tambahkan garam, lada, minyak ikan, minyak wijen, koreksi rasa. Untuk masakan Chinese emang aku gak pernah pakai gula, beneran tar ilang deh rasa Chinese-nya. Tapi ya, selera-selera-an sih ya.
  8. Terakhir sebelum matikan kompor, masukin tepung maizena yang sudah dilarutkan air.

Taraaa…..

WhatsApp Image 2017-05-01 at 13.08.14 (1)

Capcay Daging Ala Ummi Sera

Endesssss. Sampai ada yang nambah makannya. Seneng banget pas pulang ke rumah (soalnya abis masak, aku sama anak2 pergi ke pengajian ehtapi kesiangan,jadi belanja aja) mereka yang makan suka dan ada yang nambah.

Oiya, kombinasi bumbu: bawang putih-bawang Bombay-minyak ikan-minyak wijen ini emang menurutku sih juara banget buat aneka tumisan. Beberapa hari yang lalu, aku juga masak bihun goreng pakai kombinasi bumbu itu ditambah sedikit kecap. Kebetulan yang pada makan ada 2 orang Chinese dan mereka bilang enak banget. Bahkan ada yang bilang, enak banget dibandingkan restoran Chinese yang mereka makan di York, UK sini. Aku inget banget deh, ekspresi salah satu temen Chinese yang baru saja suapan pertama menyentuh lidah, dia langsung berubah ekspresi wajahnya sambal acungin jempol. Tentang bihun goreng andalan aku mau cerita di sesi selanjutnya deh. Soalnya, temenku yang orang Mesir dan Pakistaan juga suka. Kapan-kapan mau masak lagi deh dan berbagi resep di sini.

Mari semangat masak! Iyeayyyy…