Resep Masakan Lebaran

Pas lebaran di UK sini entah kenapa kemampuan masak tiba-tiba langsung naik ke level ke sekian, setelah sebelumnya saat di Indonesia level ala-ala. Padahal di York, UK sini bumbu-bumbu ga selengkap Indonesia jadi pakai modifikasi sendiri tapi kok lebih enak daripada pas zaman masak di Indonesia ya?

Setelah beberapa kali bikin opor, dapat juga opor yang legit dan empuk melted maknyuss untuk lebaran 1438H, 2017 sekarang. Plus, kali ini kali ke-2 bikin sambal kentang hati ayam dan rasanya nagih terus buat makan. Kenapa opor pasangannya sambal kentang? Soalnya aku juga baru iseng coba kalau kuah santan opor yang sudah jadi bisa dipakai buat bumbu sambal kentang ati. Kalau sambal kentang ati kan emang pakai santan encer kan ya, tapi bakal lebih enak lagi kalau kita memanfaatkan kuah santan opor ayam. Jadi, aku emang sengaja bikin opor ayamnya banyak kuahnya buat dipakai bumbu tambahan di sambal kentang ati.
Fix, kalau masak opor ayam dan sambal kentang ati harus barengan karena simbiosis mutualisme ini.

Oiya, aku untuk resep yang ku-share ini semua kebantu rasanya dari bumbu instan bamboe yang aku bawa dari Indonesia. Wkwkwkwk ternyata ini rahasia.

*Resep Opor Ayam Mantap*

Bahan-bahan:

1. Ayam seekor dipotong

2. Air sekitar 1 liter, Santan cair instan 250 ml

3. Bumbu yang dihaluskan: bawang putih 6 siung, red union 1 biji, jinten 1 sendok teh, merica 1/2 sendok teh, garam 1 sendok teh, lengkuas 1 buku jari. 

4. Bumbu tambahan: daun salam 3 biji, daun jeruk 3 biji, serai 1 batang memarkan, gula merah sekitar 1 sendok makan. Bumbu opor Bamboe 1/3 sachet.

Caranya:

1. Tumis bumbu halus sampai wangi menguar. Aku ngulek gak pakai blender. 

2. Rebus ayam beserta bumbu halus yg sdh ditumis plus bumbu tambahan  sampai ayam empuk. 

3. Setelah ayam empuk (sekitar 20-30menit) baru masukan santan. Aduk-aduk sampai santan mendidih lalu tunggu sampai santan merasuk  (5-10 menit)*halah merasuk hihi. Selesai! Matikan kompor. Pastikan ayam empuk banget, poin penting meltednya opor di sini soalnya hehe.

*Resep Sambal Kentang Ati*

Bahan:

1. Kentang 1,5 kilo kupas,potong lalu goreng.

2. Ati ayam boleh pake ampela juga (di UK gak ada ampela) sekitar 250 gram. Potong-potong dulu.

3. Bumbu yang dihaluskan: red union 3 bonggol, bawang putih 1 bonggol, lengkuas (galangal) sekitar 2 buku jari,cabe merah tanjung 10 biji kalau ada. Berhubung gak ada cabai merah alias sudah jadi gak pakai cabai deh dan kebantu sama bumbu Bamboe Sambal Ati Kentang karena ada cabainya hehe. 

4. Santan 65ml diencerkan pakai air jadi sekitar 200 ml, kira2 sih aku mah. Tapi, karena ada kuah santan opor, pakai kuah santan opor aja. Jadi, sambal kentang ati ala aku ini resep minimalis bgt krn cuma: bawang putih, red unioun, lengkuas, bumbu Bamboe. Tapi kebantu bgt sama santan opor ayam! Ini yang bikin enak.

Cara masak:

1. Tumis bumbu halus dan bumbu Bamboe Sambal Ati kentang sampai wangi banget.

2. Lalu masukin ati ayam yg sdh dipotong, tumis sama bumbu pertama kali supaya kaldunya keluar. 

3. Tuang santan, kalau aku kuah opor ayam kira-kira 200 ml. Tunggu mendidih sekitar 10 menit supaya kaldu ati ayam makin keluar.

4. Nah baru masukin kentang potong goreng.

5. Aduk pelan, jangan sampai hancur. Sampai rata, matang dan kering. Selesai!
Bakal enak lagi kalau ada petai, cabai merah segar dan ampela. Yaaa namanya juga lebaran di rantauan ya, tapi gini doang enak banget! Karena gak pedes cocok bgt buat menu anak-anak.

Resep Teri Kacang Minimalis

Salah satu makanan persediaan buat pak suami yg ditinggal istri dan anak2 balik duluan ke Indonesia. Masakan ini juga bisa disajikan pas lebaran. Wow lebaran sebentar lagi!

*sambal teri kacang*

Resep modifikasi sesuai dgn bumbu yg ada di York, UK.

Bahan:

1. Kacang red peanut sekitar 200 gram

2. Teri sekitar 100 gram

3. Bawang putih 1 bonggol

4. Cabe merah kering sesukanya hahaha, cabe hijau alias bird chili eyes atau cabe apa aja bisa. Tapi aku lebih suka cabe merah, even cabe merah kering. Soalnya susah cabe merah segar di York

5. 3 lembar daun jeruk sobek
Caranya:

1. Goreng kacang dulu lalu setelah matang pisahkan.

2. Goreng teri, setelah matang pisahkan.

3. Tumis bawang putih dan cabai yg sdh dihaluskan sampai wangi dan matang.

4. Campur teri dan kacang ke dalam tumisan bumbu, masukan sobekan daun jeruk, aduk rata.
Selesai! Gampang kan 🙂 

Persiapan EuroTrip

Ramadhan tahun 2017 ini kami sekeluarga akhirnya jadi juga #eurotrip selama 10 hari ke Belgia-Belanda-Jerman-Prancis. Kenapa pas Ramadhan? Karena pas banget rentetan exam dan tugas suami selesai ya pas Ramadhan. Setelah Ramadhan aku dan anak-anak juga harus balik ke Indonesia karena jatah cuti besar telah habis! Jadi emang gak ada pilihan, hanya saat Ramadhan kami bisa menjalaninya. Kayaknya sayang untuk dilewatkan karena domisili kami di UK sekarang memudahkan kami baik dari segi biaya, waktu dan kesempatan untuk keliling Eropa. Cuma ya yang bikin maju-mundurnya adalah karena Ramadhan. Sayang banget kayaknya melewatkan Ramadhan begitu saja alih-alih malah sibuk traveling kan? Nah inilah yang bikin kami merenung dulu…cukup panjang pergolakan batinnya. Berkali-kali nanya ke hati sendiri, niatnya apa? Untuk apa? Manfaatnya apa? Akhirnya setelah ditimbang-timbang, jadi juga kami apply visa lewat Belgium untuk Schengen.

Awalnya gak PD juga bisa gak ya eurotrip secara kami emang ga tipikal traveler, ga sering jalan-jalan juga sebelumnya. Namun dengan menganut asas hemat dan efisien juga bantuan hasil searching browser akhirnya kesampaian juga! Barangkali buat kalian yang kepengen keliling Eropa tapi gak tahu musti darimana dulu persiapannya, mungkin bisa nyimak postinganku kali ini.

Persiapan #eurotrip:

  1. Tentukan kamu mau apply visa Schengen dari negara mana. Visa Schengen memang bisa memasuki ke semua Negara Eropa (ada beberapa pengecualian, googling aja ya) namun kamu harus pastikan pertama masuk Eropa lewat negara mana dan negara mana yang bakal kamu singgahi paling lama. Pertimbangan itulah yang jadi dasar kemana kamu submit visa Schengen. Kami memilih masuk lewat Belgia. Kenapa? Sebenarnya lebih karena prosesnya cepat, kenyataannya hanya butuh waktu 2-3 hari untuk mendapatkan visanya. Untuk proses sumit visa Belgia dari UK mungkin akan bikin postingan tersendiri. Kalau submit dari Indonesia aku kurang paham sih.
  2. Kalau kamu sudah pastikan kemana submit visa Schengen-nya, langkah selanjutnya adalah searching web-nya. Biasanya untuk apply visa menggunakan jasa pihak ke-3 seperti: VFS, TLS, dsb. Syarat-syarat visa Schengen tiap negara Eropa gak persis sama, ada beda-beda sedikit lah. Syarat paling penting: kamu punya saldo yang cukup utk memastikan biaya hidup selama traveling, itinerary (akomodasi dan transport) lengkap beserta bukti (tiket atau tanda booking) dan asuransi yang meng-cover kamu selama traveling. Semua info ada di web utk submit visa. Kalau traveling beserta keluarga pastikan saldo kamu cukup meng-cover utk seluruh anggota keluarga. Biasanya yang diminta saldo mengendap selama 3 bulan ke belakang, namun bisa jadi berbeda jika berubah ketentuan dan kebijakan. Syarat-syarat lain biasanya untuk administrative macam: foto, akta lahir, dsb. Baca dengan seksama ketentuan pada tiap-tiap Negara bisa jadi berbeda.
  3. Itinerary! Sesungguhnya yang paling ribet adalah nyiapin itinerary. Tapi, manfaat banget lho buat kita yang mau traveling karena emang berdampak langsung buat kenyamanan kita selama traveling. Tips untuk memilih akomodasi, kami sih suka lihat #tripadvisor. Beneran, ngebantu banget! Apalagi kalau kita baca testimony dari traveler lain, cukup menggambarkan gimana keadaan aslinya. Jadi, saat memilih akomodasi jangan pilih karena cuma murah tapi juga rating dan lokasinya. Jangan sampai dapat harga murah tapi jauh dari destinasi kalian, karena ujung-ujungnya sama aja jadi mahal karena lebih boros di transportasi. Bagi kami yang traveling selama ramadhan, kami sengaja mencari akomodasi yang dekat dengan masjid dan dekat dengan stasiun kereta. Tentu bagi masing-masing traveler punya pertimbangan sendiri. Rating akomodasi dari tripadvisor sejauh ini akurat pake banget! Jadi, cari akomodasi murah dan nyaman bisa kesampaian. Oiya, kami memilih penginapan yang free cancelation dan gak perlu bayar DP. Jadi jika sewaktu-waktu berubah rencana bisa kami batalkan booking-nya tanpa kena biaya. Untuk dunia per-booking-an kami lebih nyaman pakai booking.com. Kadang-kadang nemu juga di airbnb.com untuk akomodasi yang free cancelation, tapi ya agak susah sih. Berhubung 5 dari 10 hari traveling kami menghabiskan waktu di rumah saudara dan susah nyari yang cocok di airbnb, urusan cuci baju dan masak cukup deh di rumah Saudara. Kalau gak ada tebengan nginep orang Indonesia emang mending airbnb aja sih, tinggal pilih yang ada dapur dan mesin cucinya. Ya, secara orang Indonesia harus makan nasi ya dan kegiatan cuci baju selama traveling itu bikin bawaan makin ringkes kan. Bagian lain dari itinerary adalah: Transportasi! Nah, untuk urusan transportasi umum di Eropa emang canggih tapi karena canggih jangan sampai jadi gak ngerti apa-apa. Semua harus beli tiket di awal, even naik bis. Gampangnya: google aja hehe. Ketik aja missal: from Brussels to Amsterdam, nanti bakal muncul moda transportnya. Kalau pakai gmap tinggal pilih opsi mau naik bis, kereta, tram, atau uber. Berikut rute-rute, peta , harga serta estimasi waktu nanti akan keluar. Modalnya cuma: paket data/wifi dan kecerdasan! Hahahaha, serius kecerdasan baca in Engslih! Harus serba baca dengan teliti dan benar serta harus sanggup baca PETA! Kecuali kalau mau sewa mobil atau pakai uber selalu sih bisa-bisa aja, tapi…..selain mahal, sesungguhnya kalau kamu mau ngerasain nafas dan ritme suatu daerah harus naik transportasi umumnya.

    WhatsApp Image 2017-06-22 at 19.11.54

    Saat berada di dalam train keliling Rotterdam. Kami sibuk melihat rute dan stasin pemberhentian yang tertera di dalam gerbong.

  4. Balik lagi modal yang paling penting selama eurotrip selain uang adalah bahasa hahahaha. Ada beberapa keadaan yang gak memungkinkan mengandalkan google, misal powerbank dan HP lagi mati. Jurus pamungkas adalah nanya-nanya ke orang. Tentu saja, buat yang gak biasa speaking in English jadi kagok.
  5. Jangan lupa pertimbangkan tentang jetlag. Bagi kebanyakan orang jadi mengganggu jalan-jalan. Berhubung waktu UK dan daratan Eropa Cuca selisih 1 jam, sehingga bukan masalah bagi kami. Namun, bagi kebanyakan orang Indonesia saat pertama datang ke Eropa ya jetlag ini jadi masalah banget apalagi buat anak-anak. Jadi, utk mengantisipasi jetlag upayakan bikin jadwal itinerary yang memberi waktu luang untuk istirahat. Oiya, pertimbangkan juga cuaca. Mau jalan-jalan pas winter? Spring? Summer? Fall? Semua ada kelebihan masing-masing. Paling enak cuaca bagi orang Indonesia datang ya pas summer. Tapi kalau mau lihat salju ya pas winter, mau lihat bunga ya cocoknya pas spring, mau lihat daun-daun gugur yang dramatic ya pas fall.
  6. Terakhir, keliling Eropa itu lebih banyak factor kesempatan daripada kemampuan. Duit ada, tapi gak ada waktu luang ya gak bakal kelaksana. Tapi, kalau ada kesempatan walau duit pas-pasan ya bisa saja jalannya. Kayak tiba-tiba dapat tiket murah, dapat rejeki kuliah atau bisnis trip. Kalau ngomongin kesempatan kayak lagi obrolin rejeki. Jadi, jangan lupa banyak berdoa semoga dilancarkan
    WhatsApp Image 2017-06-22 at 19.13.16

    saat keliling naik boat di Giethoorn, Netherland

    Ini baru persiapan langkah awalnya ya, untuk selanjutnya gimana-gimana destinasi yang kami kunjungi insyaAllah di postingan selanjurnya. Happy Day!

Momen cuti besar-ramadhan-jatah hidup

Untuk memulai byk hal lebih enaknya kita perlu momentum. Jangan sampai momen-nya udah kelewat kita baru nyadar belakangan. Kerasa banget pas mau berakhir jatah cuti besar selama 3 bulan mendampingi suami di UK sini. Kerasa banget….

Seperti misal baru nyadar kalau bermukim walau bentar di UK ini adalah momentum untuk lebih ngebabat lagi buku-buku yg pake bahasa Inggris krn ya mumpung di sini kan pasti lebih semangat dan kondusif. Belajar speaking lebih intensif lagi dan so on. Tapi, menurutku 3 bulan itu baru masuk starter. Ibarat kata emang baru manasin mobil wkwkwkw giliran mau jalan eh selesai waktunya. Giliran udh mulai PD ngobrol sm Bristish asli krn udh bisa nangkep apa yg dia omongin eh ya waktu utk cuti udah habis. Ayooo balik ke Indonesia,…hihi..
Duh, berasa bgt jadi renungan buat aku ttg hidup yg efisien dan efektif. Ini cuma fase cuti besar yg aku lalui.  Nyeselnya kenapa gak dari awal lbh merencanakan efektif dan efisien akan byk hal yg dikerjain saat cutbes baru belakangan. Langsung kebayang ttg jatah usia hidup kita di dunia yang mana hidup cuma sekali, sekali! Sekali hidup habis itu ya itulah bekal yg menentukan hari2 setelah kehiduan kita di dunia. Dan manusia byk nyesel belakangan, duh kenapa selama hidup malah gak fokus sama tujuan hidup malah ke hal lainnya. Atau giliran lagi belajar ibadah lebih baik lagi dan memulai tobat jata hidup di dunia eh udah habis.
Iya, makanya byk penghuni kubur berandai jika mereka dibangkitkan lagi mereka akan menghabiskan waktu dgn bersujud pada Allah. Bahkan byk yg berandai, “aduhai jikalau saja aku hanya tanah saja yg tidak dihidupkan.” Alias berandai lebih baik dia tidak hidup di dunia karena merasa percuma ,merugi hidup tapi bukan mencari bekal berpulang pada Allah.
Yaahhhh, dari cuti besar kali ini aja aku ngerasa byk nyeselnya kenapa ga efektif dan efisien. Kayaknya bisa lebih indah kalau dr awal direncanakan apa saja yg mau dikerjakan lebih baik. 
Apatah lagi hidup! Jgn sampai nyesel belakangan!!! Ini buat catatan bagiku. Mumpung juga momen ramadhan kan, saatnya berubah lebih baik lagi. Jgn sampai momen kelewat baru nyesel kan…

Harus lebih jelas lagi #goal hidup dan langkah2nya spy lebih efisien hidupnya bukan cuma dihabiskan utk hal yg minim gunanya.

Penerbangan ke Eropa Bersama Balita Versi Lengkap

Akhirnya mau nulis gimana sih serunya bepergian puluhan jam bareng anak-anak balita sendirian tanpa suami. Saat perjalanan dari Soekarno-Hatta, Cengkareng ke Heathrow, London aku bersama Alzamboy (4 tahun) dan Azagirl (3 tahun). Kami pakai maskapai Etihad bukan karena apa-apa cuma karena harga terbaik saat itu alias harga termurah hehe. Namun ternyata emang asyik juga untuk penerbangan jarak jauh ke Eropa, karena transitnya kurang lebih perbandingan 50:50 . Jadi setelah setengah durasi perjalanan (7 jam) transit 2 jam lalu nyambung lagi penerbangan setengah akhirnya (8 jam). Asyiknya lagi, makanan yang ditawarkan maskapai Timur Tengah memang gampang untuk diterima lidah. Aku juga gak bawa banyak perbekalan makanan siap santap untuk anak-anak balita selama perjalanana soalnya, ada roti, aneka pudding, juga buah-buahan yang ditawarkan. Kenyang lah pokoknya, bahkan gak sanggup menghabiskan semuanya. Oiya, bagi anak balita juga dikasih goodiebag buat kegiatan anak-anak di dalam pesawat. Percaya deh, anak-anak seneng banget berasa dikasih hadiah! Selain itu isi goodiebag-nya emang keren: pensil warna dan buku aktivitas, card, juga art activity. Pokoknya lumayan lah ngisi waktu di pesawat.

Kira-kira perjalanan selama itu bosan gak ya anak-anak? Orang dewasa aja sebel yak kudu duduk mulu. Nah, kebetulan kan ada aturan NO TV di rumah jadi pas anak-anak duduk di pesawat terpesona lah sama TV di depan kursi, tinggal milih mau nonton film mana juga kan. Tapi, haha ya mereka juga kagak ngerti nonton apa. Mana bahasa Inggris kan ya hehe.

Kami berangkat dari Cengkareng tengah malam pukul 00.15 jadi, sebenarnya anak-anak udah waktunya jam tidur cuma dipaksakan melek jalan dari check-in, boarding, naik pesawat hehe. Mereka antusias sih, jadi gak masalah. Nah, enaknya penerbangan malam, mereka langsung ngantuk di dalam pesawat lalu tidur deh. Eh, ada bantal leher juga yang disediakan maskapai jadi gak perlu bawa bantal leher sendiri lho! Alzamboy sebenarnya gak langsung tidur, dia sempet minta mie instan yang ditawarin pramugari. Hebat deh emang dia, tengah malam makan se-cup mie,habis itu mereka tidur sekitar 4-5 jam. Lalu bangun minta ke toilet. Sebenarnya agak ribet ini pas ke toilet karena bawa dua balita yak, satu anak aku titipin ke pramugari, satu anak aku ajak ke toilet.

Saat transit di Abu Dhabi, mereka dalam kondisi udah bangun. Nah, pas transit gini agak ribet yak karena cari gate keberangkatan yang lumayan jauh. Kami dong, ternyata jalan kaki hampir satu jam dari gate turun ke gate keberangkatan. Asyiknya, ada stroller yang bisa dipinjam, ini fasilitas dari maskapai juga. Jadi, Azagirl cukup didorong sementara emaknya bawa 1 koper kabin, 1 tas punggung dan sesekali menggandeng Alzam. Jangan bayangkan ribetnya hahahaha.

Eh, saat di bagian imigrasi bandara kami sangat dimudahkan dengan adanya fastline. Fastline adalah jalur cepat bagi orang-orang dengan keterbatasan gerak karena lanjut usia ataupun balita-balita. Jadi, tenang saja emak-emak macam aku yang ribet bawa dua balita plus koper kabin dan ransel akan eye-cathcy sekali! Hahaha…nanti petugas imigrasi akan memotong jalur antrian kami ke kelas Bisnis untuk didahulukan! Yuhuuuu…ini namanya juga fastline khusus buat yang rempong. Kalau kamu merasa gak ada yang menawari kamu fastline, bikinlah bahwa kamu tengah kepayahan hahahh nanti dilirik deh. Tapi sungguh, kalau bawa balita tanpa dibikin-bikin pun kamu udah kelihatan rempong kok. Bukti kalau bawa balita-balita adalah pemandangan eye-cathcy adalah saat kamu disapa beberapa orang yang mereka ngakunya berada di dalam pesawat yang sama saat penerbangan. Padahal, kamu aja gak ngerasa pernah ketemu mereka hahahah…

Note: saat transit walau boarding masih lama jangan jauh-jauh dari gate! Daripada ketinggalan pesawat mending duduk aja di ruang tunggu, siap-siap stok sabar seluas samudera ya saat nunggu boarding bersama anak balita. Wajar lah, kalau mereka banyak aksi asal gak ganggu orang lain sih. Haduhh, iya itu pokoknya harus diawasi dan bolak-balik dinasihati.

WhatsApp Image 2017-05-23 at 18.51.52

Lagi nunggu boarding di Abu Dhabi

Nah, saat transit di Abu Dhabi ini, aku beli minum mineral karena anak-anak kehausan. Cemilan masih ada stock, jadi mereka sambil makan, sambil minum, sambil main ya gitulah.

Lalu, penerbangan dari Abu Dhabi-London inilah yang bikin agak deg-degan. Karena penumpangnya lebih heterogen pastinya, kami juga ganti pesawat yang lebih besar. Mulai banyak orang Eropa terlihat juga wajah-wajah orang Arab (secara dari Abu Dhabi). Karena begitu banyak macam manuisa ternyata aku baru sadar, beberapa orang sangat berhati-hati dengan anak balita. I mean sensitive banget gitu deh. Kebetulan yang duduk di bangku depan Alzam orang Eropa gitu dan dia berkali-kali bentak Alzam. Penyebabnya sepele, saat Alzam menjatuhkan pensil warna, Alzam mengambil pensil warna dan tak sengaja membuat gerakan keras menggoncang kursinya. Dia langsung teriak “Stop It” . wow serem ya Buk! Terus,  karena perjalanan Abu Dhabi-London siang hari, beberapa orang memilih menutup jendela karena silau. Tapi, Alzam, namanya juga anak-anak dia suka memandang awan yaaa…nah ini orang yang di depan merasa terganggu dengan cahaya dari jendela Alzam. Bolak-balik dia melirik ke arah kami. Puncaknya, pas Alzam tertidur, orang tersebut menjulurkan tangan ke belakang lalu menutup jendela di samping Alzam. Pas Alzam bangun tidur, yaaa…Alzam buka jendela lagi dong hahahaha…

Di bangku belakang kami ada seorang Ibu dari United Emirat Arab bersama bayinya yang belum genap setahun. Kebetulan bayi  Haya ini rewel sering sekali, dan tentu saja rewelnya bayi Haya ini bikin orang yang sensitive dengan Alzam itu bolak-balik melirik ke belakang hahahah. Beberapa kali aku juga mengobrol dengan ibunya, ya dari ibunya itulah aku tahu nama bayi di belakang kami.

Oiya, di bangku diagonal depan samping kami ada WNI. Pantesan bolak-balik merhatiin kami, saat aku tanya eh benar orang Indonesia, wajahnya Indonesia banget. Ternyata dia TKI sedang ikut majikannya pelesiran ke London. Tentu saja majikannya di kelas Bisnis.

WhatsApp Image 2017-05-23 at 18.48.02

Anak-anak anteng ngerjain activity dari Goodie Bag

Penerbangan paruh waktu kedua ini yang paling menantang karena siang hari, anak-anak lebih banyak meleknya. Jadi, kami habiskan dengan mengerjakan aktivitas dari goodie bag juga menonton TV. Oiya, apakah anak-anak rewel? Bisa dibilang anteng 80 persen lah ya, sisanya paling ribut pengen ke toilet atau ribut pengen ganti tontonan, ribut pengen menu makan yang beda, dsb. Oiya, biasanya pramugari menawarkan mau pilihan menu makan yang mana. Aku memilih aneka rupa lah, menuku dan ke-2 anak-anak gak ada yang sama. Hahahah, jadi biar saling icip ya. Tapi, kalau pas menu favorit jadi rebutan dua anak yaudah deh ini agak ribet. Yuhuuu deh pokoknya. Oiya, karena saking banyaknya makanan dari maskapai, aku bawa sebagian ke dalam tas ranselku untuk cemilan anak-anak perjalanan dari London ke York nantinya heheh. Ngebungkus! Wakakakak….

Nah, pas turun di Heathrow, London ini agak hectic deh, semua terburu-buru, bandaranya crowded juga. Suasananya emang bener-bener kayak di Megapolitan rasanya. Mana pula aku harus jalan jauh bareng dua anak plus barang bawaan. Sesekali menggendong Azairl yang capek berjalan. Perjalanan dari gate saat turun sampai imigrasi cukup jauh aku rasa. Sampai capek, pengen duduk berhenti dulu heheh. Tapi, kalau kita melambatkan jalan niscaya semakinn dapat antrian paling jauh di belakang. Inilah bagian yang agak melelahkan: antrian Imigrasi, London yang panjang dan panjang .

Aku udah celingak-celinguk cari fastline untuk antrian singkat tapi gak nemu. Lalu kemudian, setelah kurang lebih 20 menit antri bersama anak-anak yang rewel ini-itu dibuka deh fastline. Tentu saja kami termasuk kandidat yang masuk fastline karena kami rempong hahah! Oiya, agar cepat dan mengurangi kerepotan sebelum mengantri imigrasi harap mengisi dulu data-data imigrasi, paspor dan dokumen kepengurusan visa. Biasanya maskapai memberikan secarik kertas sebelum landing untuk diisi agar memudahkan saat imigrasi. Jadi kita bisa menyiapkan terlebih dahulu di pesawat. Apalagi yang bawa balita-balita ya wajib disiapkan sebelum landing!

Nah, saat di bagian imigrasi inilah agak gak lancar, soalnya secara aku belum pernah ngobrol sama orang British asli yang medok Yorkshire-nya. Dia nanya apa aku gak nangkep wakakakak.. “sorry…can you repeat again?” Tetottt abis, mana anak-anak banyak atraksi. Singkat cerita, loloslah dari imigrasi dan berburu bagasi!

Yuhaaaaa….cari bagasi gimana? Tinggal ikutin aja tanda-tanda bagasi dari gate mana, maskapai apa. Ada sign-nya lah. Gimana biar gak rempong? Cari trolley dulu, siapkan mata dan berdayakan anak-anak “nanti kalo lihat koper kita lewat kasih tahu Ummi ya…” Kami bawa 2 koper bagasi, masing-masing 23 kilogram (ketentuan maksimal Etihad). Angkut-angkut koper ditata di trolley lalu taruh anak-anak di atas trolley. Dorong deh!

Cari exit way! Daaaaannnnnnnnnnnn….mereka berlari bertemu abinya! Beneran spontan semuanya, saat mereka keluar dari pintu, mereka loncat dari trolley dan teriak “Abiiiii……Abiiiiiiiiiiiii” Ya Allah sudah enam bulan mereka gak bertemu abinya. Dan ini beneran pemandangan haru, mereka menerobos melintasi tali pembatas dan berhamburan ke pelukan abinya. Disinilah, aku merasa bahagia melihatnya. Ingin juga rasanya memeluknya, suamiku, namun harus mendorong trolley sampai keluar area kan hahahah. Dasar anak-anak kecil, hanya mereka yang gak tahu malu menerobos tali pembatas wkakakaka…

Semua orang yang berdiri di belakang tali pembatas seolah sedang menonton adegan indah , mereka ikut bahagia dan tertawa melihat Alzam dan Aza teriak, berlari dan berburu pelukan abinya. Tak terasa, bulir air mata jatuh diujung mata. Alhamdulillah Ya Allah, Engkau yang mempertemukan, Engkau yang Memisahkan. Engkau yang memperjalankan kami ke belahan bumi ini untuk dapat bertemu lagi sekeluarga!

Alhamdulillah, terima kasih semua doa-doa dari keluarga dan rekan-rekan. Pastinya perjalanan kami yang lancar ini karena doa-doa dari semuanya.

Mungkin kalau disingkat tips bawa bayi penerbangan Internasional sendirian:

  1. Siapkan baju ganti anak, toiletries anak dan mainannya dia dalam satu koper kabin. Berikut baju ganti kita. Secara anak kecil ada aja ya, kejadian gak terduga macam muntah atau makanan tumpah (Alhamdulillah anak2ku enggak).
  2. Siapkan makanan cemilan kesukaan juga minuman di tas ransel yang mudah dijangkau. Tas ransel isinya barang-barang yang biasanya sering digunakan, macam tisu, minyak telon (kalau pakai) dsb. Juga dompet, kamera, HP, laptop kalau bawa, dan berkas-berkas imigrasi juga dokumen pribadi. Mainan pamungkas, dan makanan pamungkas. Kalau anak2ku suka mewarnai dan suka permen/coklat. Jadi kalau mereka mulai ribut dikasih aja deh permen/coklat heheh…
  3. Untuk bawaan bagasi sesungguhnya gak ribet amat karena ada trolley. paling ribet angkutnya. Kalau bawa bayi masih dibawah setahun belum bisa jalan wajib bawa carrier deh untuk gerak cepat dan bisa angkut-angkut koper.
  4. Aku lebih memilih penerbangan yang lebih banyak waktu malam karena anak-anak akan lebih banyak tidur, artinya lebih sedikit potensi ribetnya hehe.
  5. Jika penerbangan jarak jauh, aku lebih suka yg transitnya sekali aja dengan proporsi waktu separuh-separuh.
  6. Siapkan stok sabar seluas samudra, stok kata “Sorry” jika anak kita mengganggu yang lain huhuhuhu…
  7. Jauh-jauh hari anak-anak udah dikondisikan, di-sounding bakalan naik pesawat lama makanya jangan rewel dsb.
  8. Banyakin doa selama perjalanan kan dijabah! Berdoa supaya dikasih kelancaran. Minta doa sama keluarga, saudara, manjur banget ini mah!

 

Mungkin yang bikin lebih mudah lagi, anak-anak sudah dibiasakan kemana-mana cuma sama Umminya aja. Jadi, kami memang selama berjauh-jauhan dengan abinya memang kemana-mana cuma bertiga aja. Termasuk saat perjalanan ke luar kota, mereka terbiasa anteng melihat Umminya nyetir. Sebelum ke UK, aku pernah cerita kan ke Cisarua, Bogor nyetir selama 6 jam. Anak-anak anteng aja di sebelah, saat itu sih ada kakeknya yang ikut tapi gak memungkinkan buat nyetir. Intinya kayaknya sih, sikap mental ibu memengaruhi juga ke anak deh!

 

Kalau emaknya optimis, insyaAllah lancar deh! Jadi, siapin mental dan fisik ibunya buat perjalanan jauh sekaligus ngasuh balita-balita selama perjalanan. Soalnya, walau sudah sampai tujuan gak ada kata istirahat bagi seorang Ibu walau dihantam jetlag wakakakaakak *curcol selipan.

Terus kalau ngerasa takut gak bisa ngendaliin anak-anak. Emang itu anak-anak siapa sih? Harusnya ortunya yang paling paham gimana ngehadapin mereka. Yah, kalau tantrum, rewel, nangis dsb gimana? Wahahahaha udahlah berdoa aja kalau udah banyak hal yang gak disangka kayak gitu. Kadang anak rewel seharian, langsung sembuh setelah di-sholawatin, langsung kalem setelah dibacain AL Qur’an. Yah, bagi Allah mudah banget yah membuat hati seorang hamba tenang apalagi buat nenangin anak rewel. Cuma, karena kita sebagai orang tuanya harusnya sih paham apa saja yang bikin anak gak nyaman dan bikin mereka nyaman. Wow! Ini note buat aku juga. Karena Aza yang baru saja usia 3 tahun kadangan mendadak tantrum.

Panjang banget yak nulisnya..buat siapapun yang mau perjalanan jauh bareng anaknya! Have nice holiday! Beneran deh jadi pengalaman berkesan pake banget 🙂

 

 

Resep Nasi Goreng Jamur

Suka bingung sama nasi yang mejeng di magic com terlalu lama? Gara-gara bepergian atau karena makanan pengganti karbo yg mengenyangkan bikin si putih tak tersentuh. Nah, kemarin pas abis sampai rumah dari London langsung bingung. Duh, nasi masih membumbung tinggi di magic com. Lauknya belum ada. Paling praktis telor ceplok. Tapi kalau telor ceplok doang kurang semangat deh ngabisin nasi. Lagian selama seharian perjalanan PP York-London-York anak-anak dan ortu makan gak beres. Dinner kali ini waktunya rapel makan deh, tapi bingung dong masak apa.
Taraaaa keinget ada jamur di kulkas. Yaudah deh nasi goreng jamur. Pas udah jadi, beneraaaaannn enak banget! Variasi nasi goreng biar beda dari nasi goreng biasa. Tapi tar dulu, bisa jadi enak banget dan anak-anak makan lahap baget karena kecapaian dan kelaparan sih wahahahaha.
Ini dia resep Nasi Goreng Jamur, menu baru favorit keluarga kami (terutama anak-anak). Alzam bilang “Ummi jagoaann” hahaha didikan Abinya, kalau abis dimasakin enak bilang gini.
Nasi Goreng Jamur
Bahan:

1.Nasi 4 porsi orang dewasa

2. Bawang bombay 1 biji cincang

3. Bawang putih 6 biji cincang

4. Jamur kancing sekitar 10 biji

5. Telur 1 butir biar gurih

6. Garam sesuai selera

7. Merica sesuai selera

8. Lada hitam sesuai selera

9. Cabai atau bubuk cabai atau saus cabai/sambel (kalau mau pedes) aku masukin cabai pas di akhir, setelah nasgor gak pedesnya diangkat dulu buat bocah-bocah.

10. Bawang daun 2 biji potong2

11. Margarin 1 sendok makan 
Bumbu Rahasia ala chinese food:

1. Minyak ikan (fish sauce) sekitar 1/2 sendok makan

2. Minyak wijen (sesame seed oil) sekitar 1 sendok makan

3. Saus tiram sekitar 1 sendok makan

4. Kecap manis sekitar 2 sendok makan.
Takaran bumbu rahasianya suka-suka aku sih gak pake sendok asal tuang2 hahaha, duh bebas sih. Makanya itu nulis pakai “sekitar”‘.

Cara masak:

1. Panasin minyak n margarin, goreng telur bikin orak-arik. Sisihkan.

2. Tumis bombay dan baput sampai wangi

3. Masukin jamur yg udah diiris plus bawang daunnya.

4. Masukin nasi

5. Tuang minyak ikan, wijen, tiram, saus tiram,kecap, garam, merica, lada hitam.

6. Aduk rata sampai matang merata! Bagian terpenting dan terextra tenaga kalau masak nasi goreng.

7. Koreksi rasa.
Bikin ceplok telor buat temen makan.

Duhhhh semuanya lahap banget makannya deh. Curiga karena kecapean dan kelaparan sih hahaha. Tapi bener, Nasi Goreng Jamur jadi variasi rasa nasgor di rumah deh. Dan ternyata mirip2 sama nasgor restoran kalau pakai kombinasi bumbu rahasiaku deh! Dasar akunya aja yg enang suka masakan chinese hahaha!

Fotonya pun asal banget sebelum dihabisin. Seriussss ini enak!

Besok pagi, mau ngabisin stock jamur bikin nasgor jamur lagi! Yeaaaayy!

Resep Terik Daging

Anak-anak benar-benar lagi bahagia makan, artinya Umminya makin giat ngedapur.  Apalagi dapur di sini, enak kitchen set-nya hahaha. Di Indonesia kagak punya oven n microwave. Di UK harus ada deh benda-benda macam itu. Akhirnya, setelah berkali-kali gak nemu daging sapi di Toko Halal, aku menemukannya wohoooooo!!!
Kali ini, aku mau berbagi resep Terik Daging yang bikin anak-anakku makan terus, bahkan jam 23 malam masih makan. Lah, nunggu Isya jam 22.30-an uy sekarang. Ortunya ga tidur, anak-anak juga molor jam tidurnya ngikutin Isya. 
Terik itu masakan khas Jawa, santan, gula jawa sedikit, ketumbar . Menurutku itu bumbu paling kerasa dominannya. Paling enak bisa bikin daging empuk dimasak lama pakai resep terik ini. Rasanya ada rasa rempah tapi friendly buat lidah anak-anak.
Ini dia, resep Terik Daging ala aku yang dimodif menyesuaikan dengan bahan-bahan di UK. Masak terik pun gegara keinget ada santan yang udah kebuka tapi belum diabisin, nongkrong cantik di kulkas bebarapa hari. Keburu basi, mari eksekusi.

Oiya, bumbu-bumbu di mari sebagian masih bumbu bawaan stock dari Indonesia, sebagian beli di UK. Tapi entah kenapa, aku rasa santan made in Thailand yang ada di gambar lebih enak daripada santan Kata indonesia!

Oiya, lengkuas impor UK (entah dari mana) beda sama lengkuas Indonesia. Kalau kata suami sih, pas gak sengaja makan lengkuas UK rasanya kayak kentang hahaha…

RESEP TERIK DAGING MODIFIKASI
Bahan-bahan:

1. Daging sapi sekitar 350 gram potong kecil.

2. Santan UHT sekitar 250 ml

3. Gula jawa sekitar 50 gram (sesuai selera)

4. Air sekitar 500 ml

5. Batang serai 1 memarkan

6. Lengkuas 3 cm memarkan

7. Daun salam 3 helai

8. Daun jeruk 3 helai

Bumbu halus:

1. Red union 3/4 biji. Kalau pakai Bawang merah paling 6 biji cukup. Tapi Shallot alias bawang merah susah dapetnya uy di UK mah.

2. Bawang putih 8 butir.

3. Jinten 1/4 sendok

4. Ketumbar 1/2 sendok

5. Merica 1/4 sendok

6. Garam 1/2 sendok
Aku mah nguleg, ditumbuk pake tumbukan ding.
Abis itu, bumbu halus ditumis  sampai wangi menggelegar!!!

Biasanya pas wangi menyerbak gini, anak-anak nyamperin hahahaha. Terus nungguin. Setelah ditumis, cemplungin bumbu ke panci, tambahin potongan daging. Lalu tambahin air dan santan deh juga bahan-bahan lainnya.

Pakai api kecil aja sekitar 1/2 jam ditutup pancinya biar empuk, jangan lupa koreksi rasa. Kalau mau kuah yang kental dimasak lama makin kental.
Dijamin anak-anak suka deh, karena daging yang empuk ,rasa gurih dan manis hihi..ini juga makanan kesukaanku pas masa kecil..

Lebih enak ditambah tempe potong atau tahu potong. Wow jadi pengen hehe..secara tempe di UK susah dapetinnya, dan tahu di UK tak seenak tahu Bandung! 

Resep Capcay Daging

Gak tahu sih ya, bisa disebut capcay atau enggak. Soalnya kan, konon capcay harus komplit ada 10 macam sayuran. Nah, kemarin bikin capcay lagi porsi gede untuk ke-2 kali di York, UK sini. Kalau yang pertama buat potluck pengajian kalau yang sekarang untuk konsumsi rapat PPI di rumah. Padahal yaa tiap hari kan ya pasti masak ya, sampai-sampai pengen iseng bikin vlog dokumentasi masak hahaha. Tapi apa daya, ternyata belum ahli jadi ibu rumah tangga berbalita-balita gak ahli ngevlog dan boro-boro dokumentasi yak. Habis masak tandas aja, lupa ngedokumentasiin masak apa saja.

Jadi, pas kemarin itu masak: opor ayam, capcay daging, seblak dan bala-bala buat maksi temen-temen yang pada rapat di rumah.

WhatsApp Image 2017-05-01 at 13.08.14

Capcay ala-ala, seblak yang pakai pasta turki dan cabai bubuk heuuu, opor yang merindukan santan Indonesia

Kenapa opor, capcay dan seblak? Karena pas banget kebantu sama kaldu ayam dari air rebusan ayam pertama sebelum diopor. Nah kaldu ayam itulah yang dipakai buat kaldu capcay dan kaldu seblak. Air rebusan daging ayam di sini ga sekotor air rebusan ayam broiler Indonesia yang banyak lemaknya.

 Eh temanya capcay daging ya, berikut resep ala aku sendiri yang kata yang pada makan sih enak banget!

Capcay Daging

Bahan-bahan:

  1. Daging giling sekitar 300 gram
  2. Telur ayam 1 butir
  3. Kaldu air rebusan ayam
  4. Aneka sayuran, di resep ini aku pakai sayuran sbb:
  5. Jagung semi sekitar 150 gram (menurut seleraku daging cocok banget dicampur jagung semi), iris sedang
  6. Kubis sekitar 200 gram, iris sedang
  7. Wortel sekitar 200 gram, iris sedang

Bumbu-Bumbu:

  1. Bawang putih 8 butir dihaluskan
  2. Bawang bombay 1 butir diiris
  3. Tomat merah 1 butir diiris
  4. Cabai hijau/merah diiris
  5. Bawang daun 1 batang diiris
  6. Minyak ikan sekitar 1 sendok makan
  7. Minyak wijen sekitar 1 sendok makan
  8. Garam
  9. Lada
  10. Minyak sayur dan sedikit margarin untuk menumis
  11. Tepung maizena sekitar 1 sendok makan
  12. Penyedap rasa kalau buat konsumsi publik hahaha (kalau buat di rumah jrg bgt pake)

Poin kunci masakan tumisan chinese macam capcay, bihun goreng, mie goreng ya di minyak ikan dan minyak wijen. Oiya, sama kaldu ayam asli! Ini rahasianya ya.

Cara masaknya:

  1. Panaskan minyak, tumis daging terlebih dahulu sampai matang, lalu pisahkan.
  2. Tumis telur diorak-arik, lalu pisahkan.
  3. Tumis bawang Bombay sampai layu lalu masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan, tumis sampai wangi menggelegar.
  4. Setelah wangi baru deh masukin telur dan daging yang sudah ditumis sebelumnya.
  5. Lalu jagung semi tunggu sampai agak layu, lalu wortel dan terakhir kubis. Oiya tomat kelupaan. Kalau aku tomatnya masuk bareng sayur yang terakhir biar ga ancur. Kecuali kalau bikin balado ya tomat tumis bareng bumbu.
  6. Masukkan kaldu air rebusan ayam untuk merebus sayuran hingga matang. Oiya, cabainya kalau aku masukin terakhir jadi agak crunchy gitu dan gak begitu pedes supaya anak-anak bisa ikut menikmati *edeh emang ibu-ibu berbalita mah masaknya gini.
  7. Tambahkan garam, lada, minyak ikan, minyak wijen, koreksi rasa. Untuk masakan Chinese emang aku gak pernah pakai gula, beneran tar ilang deh rasa Chinese-nya. Tapi ya, selera-selera-an sih ya.
  8. Terakhir sebelum matikan kompor, masukin tepung maizena yang sudah dilarutkan air.

Taraaa…..

WhatsApp Image 2017-05-01 at 13.08.14 (1)

Capcay Daging Ala Ummi Sera

Endesssss. Sampai ada yang nambah makannya. Seneng banget pas pulang ke rumah (soalnya abis masak, aku sama anak2 pergi ke pengajian ehtapi kesiangan,jadi belanja aja) mereka yang makan suka dan ada yang nambah.

Oiya, kombinasi bumbu: bawang putih-bawang Bombay-minyak ikan-minyak wijen ini emang menurutku sih juara banget buat aneka tumisan. Beberapa hari yang lalu, aku juga masak bihun goreng pakai kombinasi bumbu itu ditambah sedikit kecap. Kebetulan yang pada makan ada 2 orang Chinese dan mereka bilang enak banget. Bahkan ada yang bilang, enak banget dibandingkan restoran Chinese yang mereka makan di York, UK sini. Aku inget banget deh, ekspresi salah satu temen Chinese yang baru saja suapan pertama menyentuh lidah, dia langsung berubah ekspresi wajahnya sambal acungin jempol. Tentang bihun goreng andalan aku mau cerita di sesi selanjutnya deh. Soalnya, temenku yang orang Mesir dan Pakistaan juga suka. Kapan-kapan mau masak lagi deh dan berbagi resep di sini.

Mari semangat masak! Iyeayyyy…

Tantrum Is Not Over

Jreng…jreng….Tantrum belum berakhir

Kalau di Indonesia Azagirl antengnya banget-banget, tantrumnya sudah meluap bahkan selama perjalanan puluhan jam dari Bandung ke York, UK dia anteng banget. Eh, di sini dong tiba-tiba jadi sering tantrum. Ahohohohoh *ketawa datar.

Tantrumnya juga dong bener-bener di area public. Paling berkesan pas tantrum di bus, dia kagak mau turun. Mamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…ihiks.

Well, tantrum di rumah juga sering banget sih hampir tiap hari ada aja yang bikin dia nangis susah berhenti. Entahdeh apa sebabnya. Oiya, pernah gara-gara jus jeruk habis dia nangis satu jam pas malam dan kebangun tengah malam nangis lagi. Ya Allah sedih banget, langsung baca-baca ayat Al Qur’an dan dzikir. Lalu, mulai membiasakan kebiasaan yang dulu saat hamil dan nyusuin Aza istiqomah One Day One Juz dan membaca Al Qur’an untuk pengantar tidur mereka. Efeknya, anak-anak sekarang sebelum boci atau bolem minta Umminya baca Al Qur’an di kasur nemenin mereka. Terus mereka rebutan bebaring di pangkuanku, terus pakai selisih rebutan posisi terus mereka diusap-usap sambil dengerin Al Qur’an terus tidur deh.

Back to Tantrum.

Namun, sebagai ibu bekerja yang sedang cuti besar berasa seneng juga sih gini toh namanya anak tantrum itu wahahahaha. Soalnya, Aza itu jarang banget tantrum sejak beberapa bulan belakang, apalagi di public area mana pernah tantrum. Gini toh ngurusin anak-anak dan rumah full. Soalnya kan pas di Bandung ada bibi ya urusan domestik juga (ulang lagi): entah kenapa Aza itu udah jarang tantrum sejak beberapa bulan belakang *kecuali setelah di UK.

Kejadian-kejadian tantrum terkenang karena lagi jalan sama anak-anak doang tanpa suami adalah:

Tantrum 1

Saat kita sampai di Leeds, baru turun dari stasiun lalu kan segera cari exit way. Ternyata hanya gegara Aza ga masukin karcis kereta ke exit gate dia nangis sepanjang jalan (kurleb satu jam) sampai kita sampai di University of Leeds. Inipun gak enaknya karena aku sama anak-anak doang jalannya ditemani temen-temen aja, kagak bareng suami yang lagi deadline. Jadi, otomatis yang repot temen-temen. Apalagi pas tiba-tiba Aza minta gendong, jadi stroller didorong sama temenku deh. Belum lagi pas Alzam tiba-tiba ikut rewel aaaaaaaaahh. Malu sih, gak enak nyusahin yang lain. Krik..krik…

Akhirnya untuk mengantisipasi pas pulang ke York yang mana lewat staisun Leeds. Aza pegang karcis dan masukin itu karcis ke pintu masuk. Alhamdulillah

Tantrum 2

Jadi hari ini,  kita belanja ke Mekkah International Food. Tadinya mau kajian tafsir tapi gak kekejar karena sibuk masak buat rapat PPI di rumah. Ehiya, tiap hari selalu masak sih cuma kalau ketempatan acara di rumah bisa 3-4 jam di dapur kenapa ya, perasaan masaknya sederhana. Paling Cuma 3-4 macam aja. Hahahah emang amatiran nih. Nah, sebenarnya udah feeling gak pengen keluar jauh-jauh sama anak-anak. Pengennya setelah masak leyeh-leyeh. Tapi berhubung anak-anak udah disounding bakal keluar, dan mereka suka nagih kan yaudah deh. Go!

Lalu, kejadian dong ihiks. Aza tiba-tiba gak mau turun dari bis gara-gara apa coba…gara-gara ngerasa gak mencet tombol stop T_T.  Padahal dia dan kakaknya udah pencet sampai dibela-belain gendong mereka mencet tembol di tiang bagian atas. Oiya, pergi kali ini tanpa suami lagi. Suami kan rapat sama temen2nya di rumah. Tahu gak, ternyata yang bikin Aza nangis karena dia pengen mencet tombol stop di bagian tiang buat space wheel chair yang mana kalau bunyi agak malu deh karena panjang dan bernada-nada edeh. Jadi, aku gak ngasih dia pencet itu tombol. Okey, aku udah gendong Aza nih mau turun, dia meronta-ronta nangis-nangis. Lalu, aku akhirnya bilang ke supir bis kalau aku gak jadi turun dan akan berhenti di bus stop selanjutnya. Gak berani lihat wajah penumpang bis lain. Malu to the max!

Bus stop selanjutnya, akhirnya aku dan anak-anak turun dengan keadaan Aza nangis. Dan aku ngerasa seluruh tatapan penumpang bis mengamatiku yang lagi dorong stroller di trotoar. Mana Azanya nangis-nangis gak jelas. Aza berhenti nangis sekitar 15 menit kemudian dan akhirnya kami belanja dengan tenang.

Lalu pulang dengan jalan kaki kagak mau naik bis! *Umminya parno deh uhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuh

Nikmatin aja sih masa ini, dan bener…banyak-banyak doa  dan memperbaiki kualitas ibadah terutama sholat uhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhu. Semoga kalian jadi anak-anak sholeh dan sholehah yaaaaa.. Semoga Ummi dan abinya juga tambah sholeh dan sholehah jugaaa.

Tuh kan, kalao nulis di blog susah seriusnya, gampang alay-nya. Kalau pakai kata-kata baku gak asyik curhatnya.

Kesimpulannya, kami kalau jalan-jalan tanpa suami mending jalan kaki drpd naik bus ihik hahahahahahahaahah. Atau gapapa naik bus tapi banyak persiapannya. Banyak doa, banyak sounding, banyak bawa amunisi juga wekekekekekekeekekekek.

Tapi, masa-masa ini aku kurindukan sih. Kaliannn emeshhhh banget benerannnn….

Hati lapang semua gampang ~~~

DCIM100MEDIA

Photo: pas bareng2 naik bus ke City, nah kalo ada Abinya lebih tenang deh ngehandle dua anak kalo pergi-pergi gini hehehheh

Mama Sabar

Sudah hampir tiga minggu di sini. Wow! Cepat sekali waktu berlalu, rasanya masih ingin berlama-lama gak cuma tiga bulan di sini bareng keluarga. Memang fitrahnya perempuan itu di rumah bareng anak-anak ya, duh rasanya surga banget bisa membersamai mereka setiap hari. Tapi, tetep aja kalau lagi kendor ibadah, hati gampang gak stabilnya, mood jadi swing banget lalu SuperMom bisa berubah jadi Mama Monster dengan alasan: rumah berantakan, anak-anak rewel, banyak kerjaan belum selesai, ngeluh gak fit dsb. Jadi, memang hal-hal macam itu bener-bener bisa jadi pemicu, pemantik yang merubah SuperMom jadi Mama Monster. Apalagi kalau ditambah lagi bete sama suami hahahahahahha.

Ternyata rentetan alasan yang menyebabkan seorang Ibu bisa jadi galak dan kehilangan kesabaran ngurus rumah dan anak hanyalah trigger saja kok. Ada alasan yang jauh lebih besar dan lebih mendasar! Ternyata mood kita hanyalah cerminan kondisi kejiwaan kita, alias hubungan kita dengan Allah. Jika kita sedang jelek ibadahnya biasanya jadi  banyak keluh-kesahnya dan banyak marah-marahnya. Sebaliknya, mau selelah apapun hari-hari kita, serewel apapun anak-anak dan serumit apapun permasalahan sehari-hari begitu mudah dan sabar dihadapi saat jiwa kita dalam kondisi tenang karena beribadah. Trully!

Kalau aku ngerasa banget saat bisa komit one day one juz membaca Al-Qurán ngefek banget ke ibadah-ibadah lainnya. Jadi lebih tenang dan lebih semangat ibadah, efeknya jadi lebih sabar dan lebih semangat menjalani hari-hari. Apalagi saat komit sholat malam dan berdoa sepuas-puasnya langsung rasanya dapat booster tenaga untuk semua hal. Oiya, tambahan kalau lagi shaum, kerasa deh jadi damai banget, adem gitu dan jadi punya stock sabar seluas samudera hahahaha. Di sinilah, rasanya menjadi seorang hamba Allah hanya menggantungkan kekuatan dan pertolongan padaNya. Benarlah, sabar dan sholat yang akan menjadi pertolongan kita. Begitu banyak permasalahan yang tak perlu pusing dipikirkan dan dikhawatirkan, melainkan sudah Allah atur sedemikian rupa jalan keluarnya. Benar sudah, menjadi muslim itu tenang hari-harinya.

So, sebagai Mama Muslimah kayaknya seharusnya sih jauh dari kata Mama Monster. Harusnya! Semakin paham bahwa tiada kekuatan selain Allah,harusnya membuat kita semakin  mendekat padaNya. Semakin paham bahwa kita, anak-anak, sekeluarga benar-benar butuh pertolongan dariNya harusnya semakin kita memprioritaskan ibadah di hari-hari kita, semakin taat perintah dan menjauhi laranganNya.

Harusnya sih, booster semangat Mama Muslimah menjalani hari-hari ya itu: sabar dan sholat . Sabar menerima keadaan diri, keadaan pasangan, keadaan anak-anak. Sabar bahwa mendidik anak itu tidak dapat mendadak! Tidak bisa tergesa-gesa, semua ada waktu dan tahapan terbaiknya. Sabar memperbaiki diri dan bersama-sama dengan pasangan. Sabar belajar menjadi orang tua yang baik tanpa patah semangat, sabar mencari nafkah dan mengusahakan yang tebaik bagi keluarga. Terpenting, bersabarlah menghadapi kemalasan diri sendiri untuk beribadah. Maksudnya, iyaaa…musuh terbesar bagi manusia memang diri sendiri, bersabar menerima kelemahan diri dan bersabar memperbaikinya. Tentu saja, perbaikan awal dimulai dari: memperbaiki sholat terlebih dahulu. Dimulai dari sholat yang khusyuk dan berkualitas akan memperbaiki seluruh amalan dan keseharian kita. Trully!

Setelah sabar? Masih ada PR lagi: menguatkan kesabaran. Hahaha, inilah yang tak mudah. Udah sabar terus harus sesabar apalagi???? Ya, inilah sabar 😀

Tapi bener loh, kalau hati sudah lapang semua gampang….

f094f374bba75c0137d9c379b873bfab

pic: google

Penerbangan Ke Eropa Bersama Balita-Balita Tanpa Suami (1)

Alhamdulillah bisa posting lagi setelah sekian lama.

Puluhan jam yang kami lalui sampai bisa ke York, UK. Alhamdulillah mereka kooperatif selama perjalanan, ngerti dan nurut.  Apalagi karena memang perjalanan dari Indonesia ke UK ini kami cuma bertiga saja, berhubung hemat biaya, waktu, dan tenaga emang sengaja gak minta jemput suami. Ini juga karena faktor nyari tiketnya emang mepet, 2 minggu sebelum berangkat. Lagian bisa jadi cerita berkesan juga nih, traveling bersama anak-anak balita sendirian lintas benua tanpa suami.

Oke, mari napak tilas perjalanan:

  1. Bandung-Cengkareng

Banyak perubahan yang terjadi sebelum keberangkatan kami yang direncanakan pukul 15.00 dari Bandung untuk mengejar check in pukul 22.00 di Bandara Soekarno-Hatta. Sudah pukul 14.30 supir rental belum sampai, saat dihubungi eh dianya baru saja anter istrinya pulang sehabis melahirkan. Mak! Pas ditanya dimana posisinya, dia bilang di Cileunyi, artinya sekitar satu jam lagi baru bisa menjemputku. Keputusan tercepat dan teraman saat itu akhirnya ortu yang tadinya mau menemani malah jadi mengantar kami. Dan, tahu kan itu artinya apa? Artinya aku ada resiko gantian nyetir. Babe suka gak kuat nyetir lama akhir-akhir ini. Oke, Bandung-Cikarang aman, Babe nyetir. Tapi kemudian Babe nyerah karena kram kaki, di tengah kemacetan Cikarang kami gantian kursi. Aku nyetir deh! Cikarang sampai Cengkareng di dalam kendaliku deh jadinya. Edeh…beneran fix, diri sendiri menyupiri dan mengantarkan diri sendiri ke Bandara! Wkwkwkwk..

Kami berangkat dari Bandung pukul 15.30 dan sampai Cengkareng pukul 21.00. Durasi jadinya 4,5 jam ya dengan nyetir sendiri kurang lebih 2,5 jam uhuy banget deh emang! Anak-anak sih santai aja lihat emaknya nyetir, Karena mereka udah sering banget liat emaknya nyetir. Kayak cerita perjalanan Bandung-Taman Safari selama 6 jam bareng mereka yang pernah aku tulis, dimana aku nyetir dan mereka anteng jadi penumpang.

WhatsApp Image 2017-04-05 at 10.00.02

  1. Cengkareng- Abu Dhabi

Kami check-in pukul 21.40 dan udah ngantri di loket Etihad. Tiap koper ditimbang dengan muatan maksimal 23 kilogram per koper per orang untuk bagasi dan 7 kilogram per orang untuk kabin. Demi ketidakrempongan, kami hanya bawa 2 koper bagasi (1 koper isi baju, 1 koper isi makanan) 1 koper kabin (isi baju ganti dan jaket) dan 1 tas ransel kabin (isi gadget dan printilannya juga aneka cemilan kesukaan). Kami baru take off pukul 00.15. Alhamdulillah anak-anak yang biasanya jam segitu udah pules kagak bisa dibangunin, malam itu mereka cerah bersemangat, antusias! Alhamdulillah, jadi Ummi kalian ga repot gendong ya. Kami dibantu jasa porter pas check in dan menuju imigrasi. Jadi, porter dorong troli isi koper-koper kami. Sementara aku jalan bareng anak-anak. Selama boarding, anak-anak mulai bosen. Aku juga mulai jengah, kok kami gak dipersilakan masuk ke ruang tunggu prioritas. Karena setahuku, balita kelas ekonomi disamakan perlakuannya dengan penumpang kelas bisnis. Hahahah menuntut hak.  Akhirnya, aku sengaja bawa anak-anak keliling ruang tunggu. Terus petugas Etihad mulai memperhatikan kami yang kayaknya riweuh dan mempersilakan kami masuk ruang tunggu prioritas yang dekat garbarata. Jadi, anak-anak bisa lebih anteng lihat pesawat dari dekat dan masuk ke pesawat lebih duluan jadi gak crowded. Oiya, kenapa pakai maskapai Etihad? Simpel, Karena harga terbaik pada saat itu hanya Etihad yang menawarkan.

WhatsApp Image 2017-04-05 at 09.58.14 (1)

Selama di pesawat Alzam mulai oprek-oprek, ya nonton film ya icip-icip makan, oiya pukul 2 WIB dia lahap makan noodle. Sementara Aza, Alhamdulillah si anak ber-manner kalau di public area ini kalem tidur dengan pulasnya.

Singkat cerita kami mengudara selama 8 jam 40 menit. Kami duduk berjejer bertiga di deret empat kursi yang di tengah. Posisinya, aku paling ujung dekat lorong lalu Aza di tengah dan Alzam paling dekat dengan penumpang di sebelahnya. Kenapa posisinya gini? Simple, ini maunya anak-anak hahaha. Oiya, dengan posisi Alzam yang paling jauh dari jangkauan, aku terbantu dengan Bapak Muda di sebelahnya. Bapak Muda ikutan bantu Alzam. Aku lupa menanyakan siapa nama Bapak Muda di sebelah Alzam yang pasti baik banget mau bantuin Alzam yang ribet sama tatakan meja, ribet nonton TV, ribet makan dan ribet masang headset. Kami ngobrol sekilas, dia kerja di Brazil dalam durasi 7 bulan baru berkesempatan pulang selama 2 bulan di Indonesia. Anaknya pun masih bayi, jangan ditanya gimana rasanya kerja jauh-jauhan sama keluarga. Matanya berbicara bahwa itu tidaklah gampang saat ia menceritakan tentang dirinya.

Landing di Abu Dhabi waktu Subuh dan mulai bingung orientasi waktu hehehe. Sebelum landing penumpang dibagikan handuk kecil hangat untuk lap-lap muka,kalik ada iler kan hahaha. Oiya, jadi selama penerbangan Cengkareng-Abu Dhabi kami dapat snack bisa milih noodle atau sandwich, makan besar yang mungkin bisa dibilang early breakfast menunya lengkap (buah, salad, yoghurt, protein hewani dan karbohidrat) dan cocok di lidah bisa milih juga mau nasi goreng atau nasi briyani (tergantung ketersediaan) bisa pilih minum the atau kopi atau jus atau air mineral.  Anak-anak juga dikasih goodie bag isi buku dan peralatan mewarnai. Lumayan bikin mereka senang dan sibuk aktivitas. Tapi, karena penerbangan kami tengah malam jadi anak-anak lebih banyak tidur. Alhamdulillah sebelum landing anak-anak oke dan dalam posisi bangun.

Setelah turun dari pesawat, kami naik bis yang mengantarkan kami ke bandara Abu Dhabi. Tentu saja anak-anak antusias dan senang kan naik bis plus lihat pesawat-pesawat besar. Sesampainya di bandara Alzam langsung semangat gara-gara melihat pushchair. Yeaaaa! Etihad menyediakan Pushcair buat digunakan selama di Bandara. Alzam emang obsesi abis dorong-dorong adiknya pakai pushchair. Akhirnya kami segera berburu mencari ruangan imigrasi, lagi-lagi karena petugas melihat kami yang lumayan rempong jadi kami dapat fastline, memotong antrian. Setelah itu kami segera berburu mencari terminal keberangkatan, gampang sih tinggal membaca petunjuk arah dan kalau bingung ada petugas customer service yang bisa ditanya. oiya selama berburu terminal keberangkatan ada Malaysian yang ngajak ngobrol. Kami ngobrol sambil setengah berlari mencari gate yang dituju. Duh, kalau inget lagi haru deh. Dia cerita kalau dia sudah bertahun-tahun gak jumpa anak-cucunya, sehingga dia ingin menjenguk anaknya tiba-tiba karena khawatir. Oh Masya Allah, kasih ibu tak lekang waktu.

Selama perjalanan mencari terminal keberangkatan tentu saja yang ribet Alzam, dia ribet dorongin pushchair adiknya hahahah. Kami punya waktu transit 2 jam, ternyata selepas turun dari pesawat menuju terminal keberangkatan kami menghabiskan waktu 1 jam. Ya, aku tahu karena memang jalan kaki bersama balita-balita itu banyak aksi dan banyak mampirnya wahahahaha.Btw, selama muter-muter di bandara Abu Dhabi mataku terpesona sama barang-barang yang dijual di outlet-outlet branded disitu, duh pengen mampir tapi gak kondusif hahaha. Oiya, gak ada acara angkut bagasi karena udah jadi urusan Etihad.

WhatsApp Image 2017-04-05 at 09.58.14

Oiya, Karena aturan gak boleh bawa cairan di kabin inilah yang bikin anak-anak rewel haus pas nunggu boarding di Abu Dhabi. Akhirnya terpaksa deh jajan air mineral plus smoothies seharga 9 poundsterling alias ahhh mahal lah pokoknya. Kami juga ketemu dengan beberapa orang Indonesia yang merekanya sih nyapa kami “ketemu lagi Mbak…” tapi aku gak ngeh dia siapa ya wkwkwkw. Karena kayaknya aku bawa anak-anak itu eye catchy kalik ya. Aku bawa anak-anak juga focus ngawasin anak-anak ga sempet liatin orang-orang heheh jadi gak inget siapa saja yang jumpa di pesawat tadi.

Cengkareng-Abu Dhabi sangat lancar dan bersahabat! Total kurang lebih 11 jam. Jauh lebih nyaman dibandingkan Abu Dhabi-London. Kenapa? Aku akan menuliskan di tulisan selanjutnya….

Inersia Kehidupan

Saat semua-semua ttg printilan visa sudah beres dan waktunya move beli tiket dan mulai packing karena rencana dua minggu lagi berangkat.
Ada rasa malas dan pengen take a slow. Aneh, padahal ini yg dinanti-nanti. Tetiba jadi teringat kelembaman pas pelajaran Fisika. Kelembaman atau inersia adalah kecenderungan semua benda fisik utk menolak perubahan. Kalo istilah gampangnya comfort zone. Yaaaa…hukum Fisika itu berlaku untuk semua benda di bumi ini dan menurutku juga berlaku pada manusia.
Ini memang sudah rumusan alam, setiap benda mempunyai kecenderungan mempertahankan posisinya. Pun, ini juga jawaban mengapa kita merasa kehilangan saat tiba-tiba jauh dari orang yg selama ini dekat dengan kita. Juga sedikit titik terang tentang ikatan batin seorang ibu dgn anak2 pernah satu tubuh saat usia kehamilan.

Inersia kehidupan, seperti misteri. Kadang ini yang membuat kita berat memulai hal baru, posisi baru dan suasana baru. Padahal kita tahu, segala keajaiban dalam dunia ini berkaitan erat dengan kecepatan! Segala pertumbuhan teknologi setali dengan kecepatan! Dan hal-hal kasat mata jg berhubungan dgn kecepatan. Malaikat dgn kecepatan cahayanya menembus langit dan ruang, Rasulullah dgn kecepatan Buroq menembus langit. Kecepatan juga berkaitan dgn percepatan.
Kalo pernah denger kata istiqomah, sesuatu yg sedikit tapi rutin lebih baik drpd banyak tapi hanya sesekali. Allah lebih menyukai hambaNya yg mempunyai percepatan kebaikan amalan dalam hidupnya.
Artinya, inersia atau kelembaman alias comfort zone bagi  manusia bisa diminimalisir dgn selalu terus bergerak meski sedikit. Agar tercipta percepatan dari kecepatan-kecepatan kebaikan.

Ini cara mudah ninggalin comfort zone, hukum akan menjawabnya.
Gilaaaaak! Aku gak nyangka ilmu Fisika yg sll dpt nilai 6 di rapot SMA masih nempel folosofinya. Alhamdulillah, smg ilmu yg kita pelajari bermanfaat

Karena Wanita Cuma Tulang Rusuk Sih

                Wohaaaaaa!!!!! Entah kenapa sejak yang namanya focus ngurusin printilan visa sampai printilan galaunya dan parnonya bikin mood akan semua hal menguap! Termasuk untuk menulis apapun itu, walau aku udah berasa ditagih tulisan update-an di Fb. Tapi untuk sekedar selancar di Facebook aja aku udah gak ada waktu aja gitu *etdahhahahah. Dan masih ada amanah titipan iklan belum ku-pubish di Fb *Maaf ya Teh dan Akang yg nitip iklan.

                Okey, bisa dibilang ngurusin semua hal tentang keluarga ini, sekaligus beban pekerjaan yang berasa di pundak banget karena mau gak mau harus nuntasin byk hal sebelum cuti besar bikin “arrrrrghhhh” Hmmmm…gimana ya menggambarkannya kayak berasa kadang udah dibatas limit kemampuan. Oh, kadang berasa too many tons waahahhaha, okey kemudian aku sadar itu lebay. Ya, namanya juga perempuan mainnya perasaan,perasaan lebay wahahaha.

                Kemudian aku inget barangkali dengan nulis-nulis happy lagi bikin makin semangat menjalani hari! Yihiii…kayak kata suami , *hello namakamu aku sebut lagi ahahaha. “Udah keluarin semua yang kamu rasa kamu pendem sampai kamu plong, lagian kamu gak butuh solusi kan, cuma ngungkapin semua unek-unek bisa plong , selesai masalah..” See…dia ngomongnya sambil santai bernada datar.

                Yeaaaa!!! I got the point. Yes, bukankah itu yang pernah aku tulis di Facebook yang ribuan orang share itu. Ya kayak Supermom Vs Mamamonster. Perempuan cuma butuh kenyamanan perhatian, tumpahan perasaan, mengobati semua kegalauan.

                Akhirnya setelah semua cerita ke dia, entah kenapa akhirnya setelah 5 bulan ga ketemu baru berasa titik dimana diri ini begitu lemah tanpa kehadirannya. Aku yang selama ini dibesarkan dengan penuh kemandirian oleh orang tua dan jarang bergantung pada orang lain meskipun suami berasa pada titik “ku tak sanggup” hahahahha. Aku mulai mencoba merunut kembali apa-apa saja yang selama ini berasa beban bagiku, mungkin sedikit demi sedikit menumpuk jadi bukit oyeah ditambah bumbu PMS. Oya, suami juga bilang “Emang siklusnya gitu kan, kalo lagi PMS tiba-tiba semua endapan kekesalan muncul “ hahahahahahahahahah. Terus dia lanjut bilang “entah sampai kapan, kamu bete kalau lagi PMS dan entah sampai kapan Mas juga lupa kalau kamu lagi PMS kayak gini..” Maksudnya, kami hampir-hampir aja ini berantem wahahahaha hanya gara-gara aku yang lagi PMS ngomongnya nyelekit dan entah nyari apa, pengennya berantem aja sama dia, pengen suami di titik rasa bersalah, padahal ya ampun salah apa coba waahaha. Alhamdulillah suami inget aku lagi PMS, jadi dia akhirnya malah ketawa-ketawa. Video call kami berakhir happy ending. Istri sudah menumpahkan semua uneg-uneg yang gilaaaaak lima bulan menanggung semua hal sendiri dan merasa diri baik-baik saja akhirnya jebol juga pertahanan, Dan, Alhamdulillah suami paham kalo lagi PMS emang gini si istri biasanya. Alhamdulillah, penelitian PMS bisa menundukkan logika manusia bahwa permainan hormone dalam tubuh wanita begini adanya.

                Dan nampaknya sampai visa belum keluar, sampai prepare ke UK belum kelar, dan sampai kerjaan kantor belum lega untuk tenang ditinggalkan, mood nulis itu masih hilang di atas awan. I mean mood nulis yang bagus-bagus buat orang-orang. Bukan curhat kayak gini heheh…

                Alhamdulillah, untuk semua hal, atas semua kekuatan yang Allah berikan dan atas izinNya kita semua bisa melewati hari demi hari. Allah Yang Maha Besar!

                Long Distance Marriage itu bukanlah suatu kesedihan malah jadi lahan untuk melatih ketangguhan, bukan pula suatu penderitaan malah jadi tantangan berbuat lebih kebajikan , perjuangan dan perjuangan lain masih menanti. Kebayang kan dulu gimana zaman perjuangan Islam, istri-istri sahabat ditinggalkan berjihad. Anggaplah, suamiku juga lagi berjihad menuntut ilmu *eaaaa pengennya. Semoga lurus niat selalu yaaaa

                Setiap dari kita akan dihisab olehNya , dihitung amalan kita sendiri, sehingga menikah benar-benar menjadikan ladang bagi setiap insan untuk berbuat kebaikan sebaik-baiknya.

                Eh sebagai penutup kayaknya aku tahu deh, kenapa sampai ke puncak-puncaknya beban karena: ya ngurus VISA dan printilan sendirian bawa anak-ana ke luar kota (ditemani ortu sih) lalu dapet kabar toilet Bibi mampet lagi, lalu anak-anak makin besar makin menantang wow! Anak-anak kadang bikin sakit kepala kalau lagi pinter-pinterya. Wahahahahah…Bingun kalau yang Gede rengek ini itu eh yang Kecil pegen ini itu sementara emaknya laper atau kebelet ke toilet. dan hal-hal kecil lain yang bikin, pusing kalo lagi PMS. Ya, namanya juga mereka lahan ibadah ya wajar ada bumbu nguji emosi yak wakwakwaka.

              Oiya, Alzam sekarang lagi antusias banget belajar baca! Dulu aku usia 4 tahun emang bisa baca sih, sekarang dia 4,5 tahun wajar udah minat baca sih, aku gak maksa. Tapi emang Alzam buku holic banget dia jelang tidur bisa satu jam lebih uprekuprek buku. Sekarang pakai dampingin dia baca kata per kata sederhana. Jadi, lebih ekstra tenaga tiap malam! Dan mereka lagi belajar bahasa Inggris lebih intensif sama Umminya, wahahahah telat banget napa gak dari dulu.Tapi namanya masih golden age ya, jadi gampang banget mereka belajarnya. Beneran deh! Kadang save energy saat siang hari gak terlalu capek supaya malam bisa konsen dampingin mereka main dan belajar.

                Alhamdulillah, sampai di sini, kemudian aku mikir lagi, kayaknya aku aja yang too much, anggap semua beban. Untuk itulah memang sudah ranah laki-laki jadi pemimpin, beban dia banyak sekali, sedikit saja dia berbagi beban pada tulang rusuknya…niscaya tulang rusuk gak mampu . Itulah mengapa kita lihat para pria biasa saja dan keep calm walau apapun menghadang gak kayak wanita yang baperan.

                Untuk itulah aku salut dan teramat hormat dengan wanita-wanita yang tak pernah bisa bertemu suaminya di dunia (janda) , sungguh yang LDM mah gak seberapa banyak bgt yang harus disyukuri. Justru aku mulai deg2an kalau nanti kalau udah serumah lagi adaptasi macam apa yak, wakakakka.

                Sekian,unek-unek dari seorang istri pelaku LDM yang lagi PMS. Maybe delete soon or not delete. Yaaah namanya lagi PMS wahahwahwhah *pembenaran. Eh atau ini tulisan macam attention whore atau attention seeker. Oh well, semua tulisan di Zarahgy ini pada mulanya memang tulisan pribadi, tapi makin kesini udah kadung banyak hits-nya, yaudah deh tak apa hahahhahahahha…maaf ya kalau yang baca dan gak berkenan.

Survival Tips While Driving Alone With Toddlers

Memang karena LDM (Long Distance Marriage) mau gak mau jadi lebih survive untuk keseharian, sebisa mungkin dilakukan sendiri. Termasuk urusan berkendara, mau gak mau punya bibi yang mabokan naik mobil bikin emaknya terbiasa kemana-mana bawa dua anak balita. Nah, kalau sebelum-sebelumnya diriving with toddlers dalam kota saja. Kali ini, mau gak mau kami ke luar kota. Bandung-Cisarua (Taman Safari Indonesia) dalam rangka menghadiri acara family gathering yang memang sudah 3 tahun terakhir selalu kami (Seksi kantorku) adakan. Kalau tahun 2015 kami ke Taman Safari, 2016 ke Bali, eh 2017 ke Taman Safari lagi. Liburan bareng anak-anak ke Bali tahun 2016 pernah kutulis, gimana sensasi bepergian jauh dengan bayi dan batita tanpa suami?

Check this out:

Trip With Baby dan Bali Day Two With Baby Without Huby

Tahun ini, Alzam 5 tahun dan Aza 3 tahun. Jadi ga serempong pas mereka masih bayi yang nemplok-plok ke emaknya.

Nah, sekarang mau cerita tentang gimana sih tipsnya bepergian ke luar kota tanpa suami bersama batita-balita, sementara emaknya yang nyetir? Sungguh ini kedengerannya horor banget.

Pada awalnya memang rencananya mengajak akungnya anak-anak untuk bergantian nyetir. Namun pada kenyataannya, kondisi kesehatan Akung ga memungkinkan.  Walau begitu, Akung tetap maksain ikut, ya buat nemenin aku, duduk di jok belakang. Anak-anak? Tetap saja maunya nempel Umminya. Karena Carseat sudah lama pensiun dan mereka maunya duduk bareng di kursi depan (rebutan), jadilah dua anak itu sempit2an di kursi depan di sebelah Umminya nyetir (bahaya sih). Akung di belakang ngawasin.

Total perjalanan Bandung-Cisarua saat tanggal 28 Januari 2017 adalah 6 jam lebih! Dengan berhenti di rest area gak lebih dari 20 menit (ke toilet dan ke ATM)  Wow, gimana rasanya nyetir sendirian? Mmmm… Terima kasih Bandung yang sering macet tanpa sadar melatih diriku untuk terbiasa nyetir lama. Jadi saat itu ya gak kerasa capeknya, kerasa capeknya dua hari kemudian setelah bawa balik dari Jakarta ke Bandung. Hahahah…

Nah, gimana anak-anak? Alhamdulillah….Alhamdulillah, terima kasih Bandung yang sering macet melatih anak-anak agar bersabar.

Rewelnya kerasa pas macet parah di Ciawi karena kebagian jatah arus ditutup. Bisa dibilang selama 10 Kilometer kita udah desperate aja. Persis kayak mudik. Alhamdulillah, lewat jalur alternatif bayar cepek tapi, pakai joki yang tahu jalan kecil nembus Cisarua

Jadi rute liburan kita: Bandung-Cisarua (sabtu-Ahad di Royal Safari Garden dan Taman Safari Indonesia), Terus Cisarua-Jakarta ( Ahad-Senin, medical check up utk Visa ke UK), Jakarta-Bandung (hampir 3 jam pulangnya). Babe sempet nyetir bentar dari Cisarua-Jakarta dan dari rest Area KM 88 Cipularang ke Bandung. Nah di Cipularang ini udah berasa kusut banget diriku, udah lelah.

Tips-tips nyetir sendiri sambil bawa anak balita udah pernah ku post di sini:

While Driving Alone With Kiddoz

Khusus untuk perjalanan jauh yang mengharuskan si emak nyetir, supaya emak dan anak-anak oke tipsnya:

  1. Biasakan anak-anak macet-macetan dulu hehe. Alzam dan Aza sering banget kan mobil berhenti belasan menit pas kena macet di bandung. Jadi gak begitu susah ngondisiinnya pas macet ke luar kota.
  2. Sebisa mungkin untuk keperluan anak-anak dibiasakan mandiri dan minim merepotkan. Seperti untuk minum susu, memang aturanku saat usia 2 tahun waktunya disapih dari ASI sekaligus disapih dari dot (sebagai media ASI krn aku kerja). Jadi, saat mereka minum susu ga perlu seduh-seduh susu dan ribet bawa printilan dot serta termosnya. Tinggal bawa susu UHT, biasanya mereka ambil sendiri susu UHT, buka sedotan sendiri dan minum sendiri. Sangat membantu emaknya yang lagi nyetir. Saat usia 2 tahun juga saatnya bagi mereka lepas popok, jadi sangat-sangat memudahkanku saat bepergian seperti ini gak perlu bawa printilan popok dan yang jelas hemat! Kebelet pipis dan pup di jalan? Iya…beberapa kali pernah, tapi sejauh ini bisa terkondisikan hehe. Ya pas, pengen pup ada SPBU di pinggir jalan dst.
  3. Bawa cemilan yang banyak terutama kue-kue kesukaan. Saat rewel , tawarin kue kesukaan mereka, dijamin asyik ngunyah. Alzam dan Aza suka biskuit kentang tipis. Rasanya juga gak pake penyedap rasa, asli kentang jadi aku rasa aman. Mereka emang gak terbiasa makan aneka ciki. Jadi, mereka juga gak suka ciki. Tapi, mereka suka banget sama permen! Buahahahahahah… yaudahlah, jadi aku sedia permen di tempat tersembunyi, ini jadi senjata terakhir kalau rewel mereka terlalu heboh. Bawa nasi juga, ini jaga-jaga kalau mereka kelaparan dalam kondisi macet.
  4. Emak jaga fisik, semalam sebelum berangkat. Cukup tidur! Ini penting banget! Ngantuk bikin badmood. Makan sebelum nyetir, biar gak masuk angin dan gak kelaparan. Sedia makanan berat di mobil, roti dan kue . Kalau suka ngopi bawa kopi , aku kebetulan bukan peminum kopi hahahah. Oiya, kalau perlu minum suplemen multivitamin supaya gak lelah yah. Udah nyetir plus ngurusin anak kan.
  5. Enjoy! Jangan pernah ngerasa beban, anggap lagi quality time sama anak-anak. Take a picture! Foto-foto nyetir sendiri bareng mereka jadi momen untuk mengingatkan kalau kita bisa kok kalau kita mau. Pokoknya, perempuan itu bisa melakukan hal apapun kalau niat. Aku jujur aja, ngerasa happy banget liburan bareng anak-anak ke Cisarua. Bener-bener quality time, capek? Iya…tapi kan capek bisa hilangnya. Kalau memori indahnya berkesan mendalam susah hilangnya. Bakal jadi moodbooster kalau ingetnya.
  6. Selalu bersyukur dan jangan lupa sertakan Allah dalam setiap hal. Jangan ngeluh plis! Ngeluh bikin suasana runyam. Emak ngeluh capek? Dijamin anak-anak makin rewel. Bisanya kita karena Allah yang mengizinkan gak sanggupnya juga karena Allah yang ngatur. Berdoa agar dilancarkan dan dikondisikan dalam situasi yang baik. Alhamdulillah… bener-bener jadi pengalaman berkesan!
  7. Terakhir, ukur kemampuan diri. Untuk urusan nyetir memang gak semua perempuan lihai. Tapi bukan berarti gak bisa ya?! Kalau aku memang sudah terkondisikan untuk lihai bawa kendaraan bersama anak-anak. Ala bisa awalnya juga karena kepaksa. Tapi kalau ragu mau bepergian, yaudah jangan. Sekali lagi, ukur kemampuan diri.

Setelah pengalaman nyetir ini, jadi gak ragu lagi bawa anak bepergian jauh denganku. Memang kemungkinan bakal balik lagi ke Jakarta untuk urusan Visa. Wish us Luck!

oiya pas temen nanya “Matic kan mobilnya?” Enggaaaaaa….manual.

whatsapp-image-2017-02-03-at-10-01-55-1

Babe fotoin kami dari belakang, pas  macet di Jagorawi. Alzam emang suka bikin laci dashboard jadi tatakan kakinya. Belum mempan dikasih tahu utk urusan tatakan kaki T_T

Bukan Pernikahan Cinderella

Banyak cerita, perempuan setelah menikah merasa tak lebih bahagia dibandingkan saat dia masih melajang. Merasa tergadai semua harinya, mengurusi anak yang seiring bertambah jumlah terasa bertambah pula kerepotannya. Merasa tak sebebas dulu lagi, melakukan hobi dan kesukaan. Jalan-jalan pelesiran dan menumpuk uang tabungan untuk membeli barang-barang impian. Merasa tak punya waktu dan kesempatan untuk mengurusi diri sendiri,tertunda atau tidak melanjutkan studi ataupun mundur dari karir. Lalu, jika mereka merasa apa yang telah dikorbankan begitu banyak bagi keluarga tidak sesuai dengan impian muncul penyesalan disertai angan-angan “Andai saja tidak memutuskan menikah secepat ini….” atau “Andai saja menikah dengan MR. Y”. Jika saat lajang begitu banyak pria mengagumi dan memperhatikan merasa salah langkah setelah menikah bentuk perhatian dari suami tidak seperti yang diharapkan.  Ribuan bentuk kasih sayang bisa jadi tertutupi oleh satu kesalahan. Sekali, dua kali kekeliruan salah paham bisa menghapus kebaikan dalam dalam puluhan-ratusan bulan pernikahan. Hal sepele pun bahkan bisa menjadi ‘matters’.
“Andai saja, tidak menerima pinangannya….” Atau “Andai saja memilih yang lainnya…”

Berandai-andai itu adalah salah satu bentuk bisikan setan. Nyatanya kebahagiaan hidupmu seiring dengan bentuk sabar dan syukurmu.
Seperti kisah istri Ismail AS. Saat Ibrahim AS  mendengar berita wafatnya Hajar, istrinya, ia datang ke Mekah lalu ternyata hanya menjumpai menantunya, ia bertanya bagaimana kehidupan rumah tangga mereka. Istri Ismail yang kala itu tidak mengetahui bahwa Ibrahim adalah mertuanya mengatakan bahwa kehidupan rumah tangga mereka begitu kesusahan dan menderita. Kiranya tak ada manusia biasa yang bisa menandingi kelebihan para nabi. Ismail AS adalah lelaki yang baik, taat pada orang tua dan perintahNya sudah pasti ia adalah suami yang baik. Mengapa istrinya merasa menderita? Dimanakah letak kesalahannya?
Ibrahim AS kemudian menitipkan pesan kepada menantunya agar menyampaikan kedatangannya pada Ismail AS dan berpesan untuk mengganti gerbang rumahnya. Maknanya agar mengganti istrinya. Ismail AS kemudian menceraikan istrinya dan menikahi perempuan lain. Beberapa waktu kemudian Ibrahim AS menengok kembali putranya dan hanya menjumpai menantu barunya. Saat ditanya bagaimana kehidupan rumah tangga mereka, istri Ismail berkata “Alhamdulillah, Ismail adalah suami penyayang, rajin bekerja dan selalu membimbing saya di jalan Allah. Kami hidup berbahagia.” Perempuan itu menceritakan kebahagiaan yang begitu indah dalam pernikahannya. Perempuan sholihah yang berhiaskan syukur dan sabar. Kelak dari rahim perempuan inilah lahir silsilah manusia termulia di dunia: Muhammad SAW.
Bagaimana bisa dua perempuan merasakan hal yang bertolak belakang saat bersuamikan orang yang sama? Dimana letak perbedaannya?
Syukur dan sabar, akan menjadikan hati berlapang dada menjalani kehidupan rumah tangga. Pernikahan yang indah, kehidupan rumah tangga yang bahagia dimiliki oleh mereka yang berbalut iman dan takwa. Karena menikah adalah membangun peradaban, tentu bukan perkara sederhana. Menikah adalah menabur benih cinta, menanamnya dengan tekun, merawatnya dengan sabar, menyuburkannya dengan syukur. Karena surga, ada jerih payahnya. Karena surga bukan perkara sederhana. Semoga apapun ujian yang dihadapi dalam bahtera rumah tangga semakin menguatkan ketaatan agar makin kokoh bangunan iman. Berandai-andai dan menyesali pilihan adalah tanda kurang syukur dan kurang sabar. Pernikahan yang barakah adalah yang mendekatkan seluruh anggota keluarga padaNya. Karena parameter bahagia ada pada dirimu sendiri dan katanya kan “Bahagia itu sederhana” namun tentang surga memang gak sesederhana itu sehingga ada perjuangannya.
Semoga kita diberkahi rumah tangga impian: rumah tangga yang makin bikin tambah dekat denganNya, rumah tangga yang bikin tambah tunduk dan patuh padaNya, jika masih merasa jauh dari itu…genggamlah tangan pasanganmu dan kuatkan tekad bersama hendak kemana biduk rumah tangga ini akan dibawa. Dan buanglah jauh-jauh kata “Andai….”
Jika merasa belum mendapatkan sosok pangeran impian pada suamimu, jadikan Allah mencukupkan segalanya bagimu. Tambahlah ketakwaan padaNya dan biarkan ia, suamimu menjadi pangeran yang mewujudkan impian kebahagiaanmu.
Buat yang masih single dan masih ragu untuk menikah karena khawatir penyesalan kemudian. Pesanku, bereskanlah dirimu sendiri, perbaikilah dirimu sendiri semoga dapat pasangan yang baik sehingga sedikit PR rumah tangganya agar lebih mudah mewujudkan rumah tangga impian 🙂 Tak ada pangeran atau puteri impian, karena manusia penuh kekurangan.
Karena hidup kita bukanlah seindah pernikahan Cinderella 🙂
Tulisan ini berlaku buat Men juga, ga cuma buibu  aja ya…
By: Zarah Safeer


Pic:google

*sebuah tulisan utk semua yg pernah berbagi dan memercayakan kisah kehidupan rumah tangganya padaku